
"Bahagia kenapa lo?" tanya Farel.
"Gue bahagia lihat lo bahagia, Rel," ucap Rafka dengan berkaca-kaca.
"Lebay," ucap Farel.
"Astaga, Rel, gue ini sebagai sahabat yang baik makanya bahagia lihat lo bahagia, tapi lo malah bilang lebay," ucap Rafka.
"Udah malem tidur besok lo harus cari hotel atau pulang jangan di kos gue terus, kalau duku sih gak masalah sebelum gue nikah, tapi sekarang kasus udah beda lagi, gue udah punya istri hak mungkinlah gue nampung orang, ya walaupun lo sahabat gue," ucap Farel.
"Gue paham kok, mungkin besok gue bakal ke tempat Joven," ucap Rafka.
"Kata lo tadi dia bareng orangtuanya," ucap Farel.
"Iya, soalnya orangtua Joven hari ini ada di apartemennya, makanya gue gak bisa kesana, besok baru gue bisa kesana," ucap Rafka dan diangguki Farel.
"Kenapa lo gak ke rumah pacar-pacar lo?" tanya Farel.
"Gue udah jomblo, Rel," ucap Rafka.
"Tumben lo jomblo?" tanya Farel yang tidak percaya karena sahabatnya yang playboy ini jomblo.
"Lo kan tahu sendiri kalau gue gak pernah serius kebanyakan cewek yang deket ama gue cuma karena nafsu gue doang, gue gak pernah bener-bener suka sama cewek," ucap Rafka.
"Kenapa kamu gak coba nyari aja pasti kamu bakal dapat kok yang bener-bener kamu suka dan buka cuma buat kamu mainin?" tanya Raila dengan menaruh kepalanya di dada bidang Farel.
"Sayang, kamu kebangun ya, maaf pasti suara kita keceng banget," ucap Farel dan menatap tajam ke arah Rafka.
"Gapapa kok, oh iya kamu mau aku kenalin le temanku, tapi kamu gak boleh buat dia jadi mainan kamu, kalau sampai kamu jadiin dia mainan, aku bakal lakuin sesuatu," ucap Raila.
"Kayaknya gak duku deh, gue gak bisa janji bisa gak mainin cewek," ucap Rafka dengan santai.
"Terus sampai kapan kamu bakal mainin cewek, umur kamu juga sama kayak Farel kan itu artinya kamu udah di umur yang pas buat nikah?" tanya Raila.
"Nanti dulu lah untuk sekarang jangan bahas nikah, gue masih harus cari cewek yang bener-bener cocok buta gue," ucap Rafka dan diangguki Raila.
"Udah tidur sekarang udah malam," ucap Farel lalu membalikkan tubuhnya menatap Raila yang saat ini juga menatapnya.
"Kalau gak ada Rafka disini udah aku pastiin kamu gak bakal bisa jalan besok pagi," bisik Farel yang sengaja dengan keras sehingga masih dapat di dengar oleh Rafka.
Rafka yang mendengar perkataan Farel hanya mendengus sebal karena Rafka tahu jika Farel dengan sengaja mengatakannya agar di dengar oleh Rafka, 'Sabar, Ka, besok lo bareng temen Lo yang jomblo kok,' ucap Rafka dalam hati.
__ADS_1
.
Pagi harinya Raila sudah bersiap untuk bekerja, namun ia masih melihat Farel dan Rafka yang tertidur, "Kenapa gue di kelilingi cowok tampan sih?" tanya Raila pada dirinya sendiri.
Raila menghampiri Farel terlebih dahulu, "Sayang, bangun yuk, udah jam setengah 7 nanti kamu telat lagi," ucap Raila dengan menepuk pelan pipi Farel.
Bukannya menjawab atau membuka matanya, Farel justru memajukan bibirnya, Raila yang paham maksud Farel pun tersenyum geli melihat tingkah aneh suaminya itu, Raila pun mendekati wajah Farel dan dalam hitungan beberapa detik bibirnya dan bibir Farel lun menyatu, Raila yang akan menarik kembali bibirnya tiba-tiba terkejut saat Farel menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya. Cukup lama bibir mereka menyatu tiba-tiba suara seseorang membuat aktivitas mereka lun terkejut dan melepaskan penyatuan bibir tersebut, meskipun Farel enggan untuk melepaskannya.
"Astaga, kalian berdua ini ya lupa kalau ada orang apa di sini, mata gue yang suci sekarang udah ternodai," ucap ucap Rafka.
"Ck, lo cepet pergi deh ganggu aja, lagian mata lo suci dari mana ogeb orang lo udah nidurin banyak cewek juga," ucap Farel.
"Hehehe, tapi sekarang kan gue gak ada cewek buat gue tidurin jadi mata gue udah suci dong," ucap Rafka.
"Terserah lo deh mendingan lo pergi sana," ucap Farel.
"Ish, kasihan tahu Rafka, kamu mending mandi cepetan nanti kamu telat lagi," ucap Raila.
"Yaudah, ayo mandi bareng," ucap Farel.
"Gak mau, aku udah mandi tadi," ucap Raila.
"Ayolah sayang, masa aku biarin kamu di luar sama ni orang," ucap Farel dengan menunjuk Rafka menggunakan dagunya.
"Bodoh," ucap Farel lalu berdiri dan menggendong Raila layaknya karung beras.
"AAAA FAREL KAMU KALAU MANDI BARENG PASTI MINTA LEBIH!" teriak Raila.
"Gak sayang kali ini cuma satu gaya doang," ucap Farel dan akhirnya berhasil membawa Raila masuk ke dalam kamar mandi.
"Raf, kalau kamu mau makan, makan duluan aja," ucap Raila dari dalam kamar mandi.
"Dasar manusia tidak berguna," gumam Rafka.
Rafka harus mati-matian menahan amarahnya, bagaimana tidak, Rafka mendengar suara Raila yang cukup kencang, "Mereka kalau mau ho ho hi he mikir dulu napa," gumam Rafka.
Beberapa saat kemudian Rafka melihat ke arah pintu kamar mandi yang terbaik dan menampilkan wajah segar Farel dan Raila, Raila mengenakan pakaian yang tadi ia gunakan tadi. Sedangkan, Farel hanya menggunakan handuk.
"Lo udah makan?" tanya Farel.
"Iyalah, ya kali gue nungguin kalian yang lagi asik di dalam kamar mandi, bisa mati kelaparan gue," omel Rafka.
__ADS_1
"Biasa aja kali, lo kan tahu mandi paling enak itu ya mandi bareng," ucap Farel.
"Udah jangan bahas itu lagi, Ka mending kamu bersih-bersih dulu," ucap Raila.
"Emang cuma Raila yang pengertian," ucap Rafka.
.
Setelah perdebatan sengit tadi akhirnya Farel dan Raila pun berangkat bekerja. Sedangkan, Rafka ia sudah pergi menuju restoran Nagoya karena Joven sedang ada disana.
"Makasih ya," ucap Raila yang baru saja turun dari sepeda motor Farel.
"Iya, nanti aku lembur jadi gak bisa jemput kamu," ucap Farel.
"Iya, gapapa kok," ucap Raila.
Raila pun masuk ke dalam kantor dan melihat Isna dan Dahri sedang membahas sesuatu yang cukup serius, "Kalian berdua kenapa?" tanya Raila yang duduk di depan Dahri.
"Lo tahu gak kalau Novel Photography bakal di jadiin film?" tanya Isna.
"Iya, tahulah itukan salah satu novel terlaris tahun ini bahkan novelnya masuk nominasi novel terbaik," ucap Raila.
"Gue baru dapat kabar kalau mereka udah dapat visualnya buat yang jadi Anggara," ucap Dahri.
"Sumpah, siapa?" tanya Raila.
"Gue gak pasti sih, pokoknya katanya udah ada visualnya, tapi belum mereka publish dan bakal di publish dua hari lagi, terus tim penerbit kita di undang ke acaranya," ucap Dahri.
"Tapi, kan kita bukan tim penerbitnya," ucap Raila.
"Gue juga gak tahu, tapi gue udah di kasih tahu buat datang sama tim kita," ucap Dahri.
"Wah, kita harus datang sih soalnya gue juga dapet kabar kalau ada media internasional yang bakal ngeliput," ucap Isna.
"Berarti novelnya emang bener-bener sukses ya," ucap Raila.
"Banget," ucap Isna.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.