
Saat ini Raila sendirian di apartemen karena pagi tadi Farel sudah mulai bekerja, sebenarnya Farel tadi sangat malas untuk berangkat kerja bahkan Raila harus mengeluarkan tenaga ekstra saat menghadapi Farel tadi pagi.
"Aduh, gue ngapain ya di sini sendirian gak ada temennya?" tanya Raila, pada dirinya sendiri.
"Gue masak juga gak mungkin soalnya masih belum ada bahan makanannya dan baru beli nanti pas Farel udah pulang," gumam Raila.
Raila benar-benar bosan karena tidak ada siapapun di apartemennya, saat sedang santai-santai tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi.
"Siapa yang datang? padahal ini masih jam segini kalaupun Farel pulang dia kan tinggal masuk aja," tanya Raila, pada dirinya sendiri.
Raila pun berjalan untuk melihat siapa yang datang, "Siapa sih kok gak ada siapa-siapa gitu?" tanya Raila, karena ia tidak melihat orang diluar melalui layar di ruang tamu.
Raila memutuskan untuk membuka pintu tersebut dan betapa terkejutnya saya melihat siapa yang berada di depan apartemennya, "Lexa," panggil Raila, yang menatap tidak percaya kearah adiknya itu.
"Kak Raila, hiks ... hiks ... hiks," panggil Lexa, dengan tangis kencangnya.
Lexa juga memeluk Raila dan membuat Raila sedikit oleng, tapi untungnya Raila bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, "Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Raila.
"Kak, hiks ... hiks maafin Lexa," ucap Lexa.
"Kamu tenang dulu sekarang kita masuk dulu," ucap Raila.
Mereka berdua pun masuk ke dalam apartemen milik Farel dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu, "Bentar Kakak ambil minum dulu," ucap Raila dan mengambil minum untuk Lexa.
Setelah melihat Lexa tenang barulah Raila menanyakan semua gak yang membuatnya penasaran, "Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Raila.
"Lexa ditipu Kak," ucap Lexa.
"Ditipu? maksudnya?" tanya Raila.
"Jadi, pacar baru Lexa bilang kalau Lexa ikut dia, maka semua kebutuhan Lexa bakal dia penuhi dan Lexa juga dijanjiin bakal tinggal di Belanda dan bener Kak Lexa tinggal di Belanda sama pacar baru Lexa, tapi ternyata dia bawa Lexa ke sini buat dijual dan untungnya Lexa bisa kabur dari dia, hiks ... hiks ... hiks," ucap Lexa.
"Kamu kok bisa kabur dari dia?" tanya Raila.
"Dia kemarin ditangkap dan ditembak karena gak bisa bayar hutang Kak dan saya Lexa mau dibawa sama mereka, Lexa berhasil kabur," ucap Lexa.
"Terus kok kamu bisa tahu kalau Kakak tinggal disini?" tanya Raila.
"Kak Keanu yang ngasih tahu Lexa," ucap Lexa.
"Kak Keanu," gumam Raila.
"Iya, Kak Keanu yang bilang kalau Kak Raila tinggal di apartemen ini dan untungnya apartemen ini tidak terlalu jauh dari tempat Lexa," ucap Lexa.
__ADS_1
"Kak Keanu tahu kalau kamu ada di Belanda?" tanya Raila dan diangguki Lexa.
"Kak Keanu benci banget sama Lexa apalagi semenjak kepergian Papa dan Mama," ucap Lexa.
"Kamu tahu kalau Papa dan Mama udah gak ada?' tanya Raila.
"Iya, Lexa tau dari mantan pacar Lexa yang udah nipu Lexa terus untuk memastikannya barulah Lexa berani nelpon Kak Keanu, tapi ternyata Kak Keanu marah sama Lexa bahkan suara Kak Keanu ketus ke Lexa," ucap Lexa.
"Kamu maklumin aja karena memang tindakan kamu ceroboh bahkan Kakak bilang kalau kamu ini salah," ucap Raila.
"Maafin Lexa, Lexa gak tahu kalau semuanya bakal kayak gini," ucap lexa.
"Maaf kamu juga sebenarnya percuma karena gak akan bisa ngembaliin Papa sama Mama, untu sekarang kita harus ikhlas dengan kepergian Papa dan Mama. Kita masih ada masa depan yang harus kita gapai bukan," ucap Raila.
"Lexa salah, harusnya Lexa terima saran Papa sama Mama buat terima lamaran Tama, kalau Lexa terima pasti gak bakal kayak gini, hiks ... hiks," ucap Lexa.
"Kamu gak perlu nyalahin diri kamu sendiri, anggap aja tuhan lebih sayang sama Papa dan Mama makanya mereka ingin bertemu mereka terlebih dahulu," ucap Raila.
"Oh iya, kamu kan lagi hamil, gimana sama kehamilan kamu apa ada masalah?" tanya Raila.
Bukannya menjawab Lexa justru menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, "Kenapa kamu nangis? ada yang salah ya sama pertanyaan Kakak?" tanya Raila.
"Bukan Kak, tapi Kakak adalah orang pertama yang tanya ke Lexa soal kehamilan Lexa, hiks ... hiks," ucap Lexa.
Lexa menggelengkan kepalanya dan menatap Raila, "Baby-nya gak rewel, tapi ya kadang-kadang sih. Mungkin baby-nya pengen ketemu sama ayahnya," ucap Lexa.
"Kamu aku pulang ke Indonesia dan ketemu sama Kak Tama? kalau iya nanti Kakak bilang ke Farel buat pesenin kamu tiket ke Indonesia," tanya Raila.
"Gak perlu Kak, Lexa bakal cari uang sendiri di sini dan kalau uangnya sudah ada baru Lexa bakal pulang ke Indonesia," ucap Lexa.
"Kamu gak harus cari uang kan ada Kakak di sini, nanti Kakak yang bakal cari uang buat kamu dan memenuhi segala kebutuhan kamu dan baby ya, kamu harus jaga kesehatan kamu. Kakak gak mau kamu sama baby kamu bernasib sama kayak Kakak dan baby Kakak," ucap Raila.
"Kak, maafin Lexa. Lexa gak bermaksud buat ngingetin Kakak," ucap Lexa.
"Gapapa kok," ucap Raila.
"Buat Lexa yang kerja aja Kak, Lexa gak enak tinggal di sini, kesannya Lexa kayak tuan rumah karena diam di rumah," ucap Lexa.
"Itu memang tujuan Kakak, kamu harus banyak istirahat dan gak boleh kecapean ya," ucap Raila dan diangguki Lexa.
"Oh iya, baby-nya berapa usianya?" tanya Raila.
"18 Minggu Kak," ucap Lexa dan mengusap perutnya yang mulai terlihat terlihat.
__ADS_1
"Wah, Kakak jadi gak sabar deh pengen ketemu baby-nya," ucap Raila.
"Kak Farel gak ada Kak?" tanya Lexa.
"Farel lagi kerja," ucap Raila.
"Lexa kayaknya bakal tinggal di luar aja deh Kak, Lexa gak enak kalau tinggal di sini, apalagi selama ini Lexa udah gak suka sama Kak Farel," ucap Lexa.
"Udah gapapa, kamu tinggal di sini aja nanti biar Kakak yang bicara sama Farel, kamu gak perlu khawatir. Sekarang kamu ke kamar ya istirahat nanti kalau Farel udah sampai kita beli semua perlengkapan kehamilan kamu," ucap Raila dan diangguki Lexa.
.
Malam harinya Raila dan Lexa sudah berada di ruang tamu dengan menonton televisi, data mereka sedang fokus tiba-tiba pintu apartemen tersebut terbuka dengan cepat Raila pun berjalan menuju pintu dan benar saja Farel sudah sampai dan sedang melepaskan sepatunya.
"Halo sayang," ucap Farel dan mengecup bibir Raila.
"Ih, kamu mah baru juga sampe main nyosor aja," ucap Raila.
Farel sendiri sedang berjalan dan berniat untuk masuk ke dalam kamarnya. Namun, langkahnya terhenti karena melihat seorang perempuan yang sangat ia kenali berdiri tepat di belakang Raila, "Lexa," panggil Farel, dengan raut wajah datar.
"Kak Farel," panggil Lexa.
"Sayang," panggil Farel dan menatap Raila seolah meminta penjelasan karena melihat Lexa di dalam apartemennya.
"Huh, kamu mandi dulu habis itu aku jelasin ya," ucap Raila.
Mau tidak mau Farel pun membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan setelah itu ia pun keluar kamar dan melihat Raila yang duduk manis di ruang tamu dengan Lexa.
"Sekarang jelasin, kenapa dia bisa ada disini?" tanya Farel.
Raila Lin mulai menjelaskan semua yang tadi sempat diceritakan Lexa padanya, Raila melihat ekspresi Farel yang entahlah Raila pun tak tahu apa makna dari ekspresi tersebut. Setelah Raila menceritakan semuanya Farel hanya diam dan menatap Raila serta Lexa secara bergantian.
"Kamu boleh tinggal di sini untuk beberapa hari sebelum kamu Kakak pulangkan," ucap Farel dan pergi meninggalkan Raila dan Lexa yang sama-sama saling tatap.
"Kak, sepertinya Kak Farel gak suka ya Lexa ada di sini," ucap Lexa.
"Kata siapa? Farel suka kok, kamu gak perlu khawatir soal itu, habis ini Kakak sama Farel bakal ke supermarket buat beli bahan makanan, ada yang mau kamu beli?" tanya Raila dan Lexa hanya menggelengkan kepalanya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.