Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Memilih


__ADS_3

"Gapapa sayang mungkin saat ini Tuhan sedang menguji rumah tangga kalian, jadi kalian gak boleh patah semangat kalian harus tetap berusaha ya," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


"Mama pulang aja ini udah malem loh," ucap Farel.


"Gapapa Mama di sini aja nanggung kalau pulang," ucap Mama Aurel.


"Kalau gitu Mama tidur di ranjang sebelah aja," ucap Farel.


"Iya," ucap Mama Aurel lalu menuju ranjang yang ada di sebelah ranjang Raila yang tertutup dengan gorden.


"Kamu juga tidur," ucap Raila.


"Kau, ini kau tidur," ucap Farel lalu naik ke ranjang Raila.


"Kenapa kamu malah naik ke sini, jadi sempit tahu?" tanya Raila.


"Kamu gak kangen apa tidur aku peluk?" tanya Farel lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Raila dan memiringkan tubuhnya hingga menghadap Raila.


"Gak tuh, ih Farel geli tahu aku," ucap Raila.


Bagaimana tidak geli, Farel memeluk Raila meskipun tidak terlalu erat dan kepalanya ia taruh di leher jenjang Raila dan mengendusnya pelan, "Kamu tuh gak tahu apa kalau aku kangen banget sama kamu," ucap Farel.


"Siapa suruh kamu pergi ninggalin aku?" tanya Raila yang berniat menggoda Farel.


"Aku gak akan lagi ninggalin kamu, aku gak bisa kalau harus jauh-jauh dari kamu," rengek Farel dan semakin menenggelamkan kepalanya di leher Raila.


"Tidur udah malam Jagan ganggu menantu Mama terus," ucap Mama Aurel.


"Ck, Mama ganggu aja," ucap Farel.


.


Pagi harinya Raila sudah di izinkan pulang, "Mama tunggu kamu di ruang, sekarang Raila harus tahu siapa kamu sebenarnya dan Papa kamu juga udah ada di rumah," ucap Mama Aurel karena saat ini Raila sedang di kamar mandi dengan suster.


"Ma, tapi apa gapapa Raila tahu secepat ini?" tanya Farel.


"Kamu itu udah nikah sama Raila 3 bulan dan kamu masih mau nyembunyiin semuanya, inget, Rel. Jangan sampai kamu bohong ke Raila lama-lama Mama cuma takut kalau Raila merasa di tipu dan memilih pergi dari kamu," ucap Mama Aurel.


"Huh, iya. Farel akan jelasin ke Raila nanti," ucap Farel.


"Kamu gak usah khawatir Mama dan Papa juga akan selalu bantu kamu kok," ucap Mama Aurel dan diangguki Farel.


"Yaudah, kalau gitu Mama pulang dulu, inget bawa Raila pulang ke rumah Mama bagaimanapun Raila sekarang masuk ke dalam keluarga Revion," ucap Mama Aurel.


"Iya Mamaku sayang yang sangat cerewet ini," ucap farel.

__ADS_1


"Salam ke Raila, Mama pergi dulu," ucap Mama Aurel lalu pergi.


Disisi lain setelah kepergian Mama Aurel, Raila pun keluar dengan pakaian yang sudah disiapkan Mama Aurel tadi, "Ada yang sakit?" tanya Farel saat melihat wajah Raila seolah menahan rasa sakit.


"Gak kok, cuma agak ngilu kalau berdiri," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kamu tunggu di sini sebentar ya," ucap Farel.


"Kamu mau kemana?" tanya Raila.


"Aku mau ambil kursi roda buat kamu," ucap Farel.


"Gak usah, aku udah gapapa kok lagian wajar kali kalau aku ngerasa ngilu," ucap Raila.


"Tapi, kamu kayak sakit banget loh, aku jadi gak tega, aku bawain kursi roda aja ya," ucap Farel.


"Gak usah Farel, aku beneran gapapa kok, udah gak usah berlebihan ya," ucap Raila.


Mau tidak mau Farel pun harus mengiyakan perkataan Raila, walaupun sejujurnya Farel masih sangat khawatir dengan keadaan Raila.


"Kita mau kemana sekarang, Rel? kan kamu udah gak kos lagi?" tanya Raila.


"Kita ke rumah Mama ya, tadi Mama suruh kita ke rumah Mama soalnya," ucap Farel dan diangguki Raila.


"Iya, kenapa?" tanya Farel.


"Kita ke rumah Kakek dulu ya," ucap Raila.


"Kenapa kita ke sana?" tanya Farel.


"Ada yang mau kembaliin ke Kakek," ucap Raila.


"Yaudah, kita ke rumah Kakek dulu, kalau gitu ayo taksinya udah nunggu di luar," ucap Farel.


Farel dan Raila pun saat ini berada di taksi yang tadi Farel pesan, Farel sengaja tidak menggunakan mobil karena ia tidak ingin Raila curiga karena menggunakan mobil mewahnya. Biarlah Raila tahu saat di rumah Mama Aurel nanti, Farel hanya takut saat Raila tahu sekarang ia akan kabur.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama mereka berdua pun sampai di kediaman Laksani, "Pak, tunggu sebentar ya," ucap Farel pada supir taksi tersebut.


"Kok rame ya di sini," gumam Raila.


"Apa ada acara ya?" tanya Farel.


"Mungkin, yaudah kalian gitu kita masuk aja," ucap Farel.


Farel dan Raila pun masuk ke dalam dan langsung di suguhi dengan canda tawa keluarga besar Laksani, Raila yang melihat hal itu sangat sedih karena selama ia menjadi keluarga Laksani tidak pernah melihat atau mengalami hal yang seperti ia lihat saat ini.

__ADS_1


"Eh, ada maling!" teriak Angel yang tentunya membuat semua orang yang ada di sana terdiam dan melihat ke arah Raila dan Farel.


"Ngapain lo ke sini? mau ngambil uang kita ya?" tanya Henry dengan sindiran yang cukup menyakitkan bagi Raila.


"Raila ke sini ingin menanyakan keadaan Kakek, tapi ternyata Kakek baik-baik saja," ucap Raila dengan senyum manisnya.


"Jangan panggil saya Kakek, ingat Alvan sudah mencoret kamu dari kartu keluarga bukan itu artinya kamu sudah bukan lagi keluarga Laksani," ucap Kakek Daffa.


"Oh iya, Raila lupa," ucap Raila.


Raila berusaha untuk tidak meneteskan air mata, Raila menghampiri Kakek Daffa dan memberikan sebuah amplop yang berisikan uang, "Saya cuma ingin memberikan ini ke Tuan Daffa, terima kasih karena sudah meminjamkan uang itu untuk saya saat saya tidak memiliki uang, tapi Tuan Daffa tenang saja karena saya tidak menggunakan uang itu sepeserpun bahkan amplop itu tidak saya buka sama sekali, kalau begitu saya permisi," ucap Raila yang sekuat tenaga berusaha untuk kuat.


Sebelum pergi Raisa melihat keluarganya yang saat ini berada di sana seolah tidak mengenal Raila, Raila melihat ke arah Papa Alvan, Mama Sena, Kak Keanu dan Lexa lalu pergi dari kediaman Laksani yang membuat dadanya sesak.


Belum sempat keluar dari rumah seseorang menahan tangannya dan membalikkan tubuhnya Raila lalu dengan tega menampar Raila. Raila melihat siapa yang menamparnya dan ia semakin merasakan sakit di dadanya saat melihat Mama Sena berada tepat di hadapannya.


"Dasar anak durhaka, anak tidak tahu diri, mati saja sana!" maki Mama Sena.


"Ma," panggil lirih Raila.


"Jangan panggil Mama ingat sekarang kamu bukan anakku lagi, pergi dengan suami miskinmu itu," ucap Mama Sena.


"Kau sudah tidak di terima di keluarga Laksani, jadi jangan harap kau bisa kembali ke sini, ingat kau bisa kembali asalkan kau menyetujui apa yang dulu Alvan katakan," ucap Nenek Maria.


"Heh, saya pikir, saya akan bisa berada di sini, tapi ternyata salah, saya memang tidak cocok dengan keluarga ini, saya sangat berterima kasih kepada anda karena telah melahirkan saya dan untuk keluarga ini. Tapi, saya lebih memilih dengan kehidupan bebas saya dari pada harus di kekang dengan keluarga ini," ucap Raila.


"Dasar murahan," hina Nenek Maria.


"Terserah anda mau mengatakan apapun mengenai saya karena saya tidak peduli," ucap Raila.


"Oh iya, anak lo baik-baik aja?" tanya Angel.


"Ya, dia baik-baik aja kenapa emangnya?" tanya Raila.


"Dasar penipu lo itu baru keguguran aja sok-sokan," ucap Angel.


"Bahkan anakmu tidak mau ada di dalam rahimmu," maki Mama Sena.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2