Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Uang Adalah Vitamin


__ADS_3

Farel, Mama Aurel dan Papa Aaron yang mendengar cerita Raila benar-benar merasa bersalah terutama Farel. Farel semakin mengeratkan pelukannya pada Raila saat Raila mulai menangis.


"Sayang," panggil Farel di balik punggung Raila.


"Kamu hebat," ucap Mama Aurel dan memeluk Raila.


"Gak salah Farel memilih kamu jadi pendamping hidupnya," ucap Papa Aaron dan memeluk Raila. Namun, karena terhalang Mama Aurel sehingga Papa Aaron memeluk Mama Aurel.


"Ini kenapa jadi peluk-pelukkan sih," ucap Raila, yang diselipi gurauan.


"Kamu gak usah khawatir, biar Papa yang akan urus semuanya," ucap Papa Aaron.


"Raila gapapa kok, Pa," ucap Raila.


"Kamu memang gapapa sayang, tapi Papa yang kenapa-napa, menantu kesayangan keluarga Revion," ucap Papa Aaron.


"Iya, bener kata Papa, Mama juga bakal urus orang-orang yang udah buat kamu terluka, kesayangannya Mama gak boleh terluka sedikitpun," ucap Mama Aurel.


Raila pun memeluk erat Mama Aurel, "Sayang, kok kamu malah peluk Mama sih, peluk aku dong," ucap Farel.


"Apa sih, Rel. Kamu ganggu aja," ucap Mama Aurel.


"Huh, salah lagi," gumam Farel.


Raila melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhnya lalu menatap suami tampannya itu, "Aku masih marah ya sama kamu, jadi jangan ajak aku bicara," ucap Raila dan kembali membalikkan tubuhnya menghadap Mama Aurel.


"Wleeeh," ejek Papa Aaron.


"Papa juga sama aja, udah kalian berdua keluar sana, Mama kan maunya berdua sama menantu Mama. Tapi, kenapa kalian malah masuk ke kamar sih," usir Mama Aurel.


"Ma, gak seru kalau Farel sama Papa doang, makanya Farel masuk ke sini," ucap Farel.


"Kalian berdua pergi ke mall kek atau jalan-jalan kemana gitu," ucap Mama Aurel.


"Kemana, Ma. Masa cari cewek sih iya gak, Pa," ucap Farel, yang berhasil membangunkan singa tidur.


Raila membalikkan tubuhnya menghadap Farel, Farel yang merasakan bahaya pun menyadari akan ucapannya yang benar-benar salah tadi, "Hehehehe, sayang tadi cuma bercanda. Gak mungkinlah aku cari cewek di luar kalau di rumah aja udah ada cewek secantik ini," ucap Farel.


"Alasan," ucap Raila.


"Yang, kita bikin cucu buat Mama sama Papa yuk," ajak Farel, secara terang-terangan padahal di kamar tersebut masih ada Papa Aaron dan Mama Aurel.

__ADS_1


"Apa sih kamu," omel Raila, yang tak habis pikir dengan ucapan Farel yang kelewat jujur.


"Udah ayo, aku yakin pasti Mama sama Papa setuju kok," ucap Farel lalu berdiri dan menggendong Raila.


"Papa request cowok ya biar nanti nama Zergan ada yang pake!" teriak Papa Aaron, padahal Farel dan Raila masih ada di dalam kamar tersebut.


"Siap, Pa," ucap Farel.


"Tapi, Mama maunya cewek biar bisa diajak masak!" teriak Mama Aurel.


"Tenang, nanti langsung Farel kasih cowok sama cewek," ucap Farel dan membawa Raila keluar dari kamar tersebut.


Baru saja Farel dan Raila keluar dari kamar tersebut, mereka di kejutkan dengan seorang remaja perempuan yang berada di depan mereka dengan senyum sok imut yang berhasil membuat Farel kesal karena rencana membuat cucu untuk Papa Aaron dan Mama Aurel gagal.


Hal yang paling membuat Farel kesal ialah saat perempuan tersebut memanggil nama istrinya dan berlari kearah Raila, Raila pun turun dari gendongan tersebut dan ikut berlari kearah perempuan tersebut lalu mereka saling berpelukan, 'Kayak Teletubbies aja pake pelukan segala,' ucap Farel dalam hati.


"Kak Raila, Lea kangen banget sama kakak," ucap Alea atau biasa dipanggil Lea adik kandung Farel.


"Sama Kakak juga kangen banget," ucap Raila.


"Kakak makin cantik aja nih," goda Lea.


"Halo, Kak Farel," ucap Lea, dengan melambaikan tangannya pada Farel.


"Kakak kira kamu udah di telen buaya atau ular sampe lupa pulang," ucap Farel.


"Hehehe, Kakak bisa aja. Papa sama Mama ada?" tanya Lea, pada Raila.


"Ada kok, tadi Kakak baru aja dari kamar Papa sama Mama," ucap Raila dan diangguki Lea.


Semuanya masih tenang-tenang saja hingga suara menggelar terdengar di seluruh penjuru rumah.


"Papa, Mama. Anak kesayangan kalian udah pulang, kalian jangan di kamar aja. Ingat! Lea gak mau punya adik lagi, kalau mau punya anak kecil biar Kak Farel sama Kak Raila aja yang buat, Papa sama Mama gak boleh. Hukumnya haram!" teriak Lea, dari luar kamar Papa Aaron dan Mama Aurel.


Farel dan Raila yang mendengar teriakan menggelegar Lea pun menutup telinga mereka, "Astaga, dek. Kalau mau manggil Papa sama Mama jangan pake teriak segala dong, kayak di lapangan sepak bola aja, sampe sakit nih telinga Kakak," omel Farel.


"Hehehehe, kelepasan Kak. Lea cuma takut aja kalau Papa sama Mama buat adik di dalam," ucap Lea.


"Siapa sih yang teriak astaga bikin kepala pusing aja?" tanya Mama Aurel, yang baru saja keluar tanpa melihat jika di depannya sudah ada Lea.


"Mama!" pekik Lea.

__ADS_1


Mama Aurel sangat terkejut mendengar panggilan tersebut, bukan karena panggilan Mamanya, tapi lebih ke suara melengking nya.


"Astaga, Lea sayang jangan keras-keras dong, sini anak cantiknya mama," ucap Mama Aurel.


Beberapa saat kemudian, Papa Aaron pun keluar dan melihat Lea dengan tatapan bahagia, "Akhirnya neng toyib nya pulang, gimana kamu di sana lancar gak?" tanya Papa Aaron, yang mengusap lembut kepala Lea.


Jujur saja Raila yang melihat bagaimana kasih sayang Mama Aurel dan Papa Aaron pada Lea sangat iri, selama ini ia tidak pernah sekalipun mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya. Kalaupun radial di perhatikan itupun saat mereka ada butuh dengan Raila, seperti data mereka kehabisan uang atau karena mereka menjodohkan Raila dengan pria yang kaya raya.


"Lancar kok, Pa. Kan setiap Minggu Papa kirimin vitamin buat Lea," ucap Lea.


"Vitaminnya bukan hanya dari Papa ya, tapi juga dari Kakak," ucap Farel.


"Gak ikhlas nih ngirim vitamin ke Lea kok sampe di ungkit segala," selidik Lea.


"Huh, ikhlas gak ikhlas ya harus ikhlas orang kamu mintanya maksa gitu," ucap Farel.


"Hehehe, biasa Kak. Biaya hidup di sana mahal," ucap Lea.


"Emang berapa Kakak kamu ngirim vitaminnya?" tanya Mama Aurel.


"Hem, 37 juta," ucap Lea, yang membuat Raila tercengang.


'Hah! 37 juta. Buat beli kerupuk udah dapet berapa ya,' ucap Raila dalam hati.


Ya. Yang dimaksud vitamin oleh Lea adalah uang. Bagi Lea, uang adalah vitamin.


"Udah berantemnya, gimana kalau kita makan aja, pasti aku laper kan, tadi kamu juga belum makan kan sayang," ucap Mama Aurel, pada Raila.


Saat ini mereka semua makan dengan tenang, tidak ada obrolan sama sekali karena memang peraturan di keluarga Revion seperti itu tidak boleh ada pembicaraan saat makan.


Awalnya Raila tidak terbiasa, tapi Farel sudah melakukannya selama mereka menjalin hubungan sehingga membuat Raila terbiasa jika bersama dengan Farel saat makan untuk tidak berbicara.


Selesai makan mereka memutuskan untuk santai di ruang tamu, "Ma, kita liburan yuk," ajak Lea.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2