
"Gu - gue udah gak perawanlah orang tiap malam kan gue selalu tidur di kamarnya Mas Farel," ucap Clara.
'Lo pikir gue percaya gitu, gila lo orang Farel aja pas malam pertama rada kaku gitu,' ucap Raila dalam hati.
"Kalau lo lapar nunggu Mas Farel pulang ya," ucap Raila.
"Ke-kenapa harus nunggu Mas Farel pulang? sekarang aja gue udah laper," tanya Clara.
"Tapi, lebih nikmat kalau makan ngelihat wajah tampannya Mas Farel kan," ucap Raila.
"Iya, tapi gue udah laper ini," ucap Clara.
Baru saja Raila akan berbicara tiba-tiba pintu kamar terbuka dan memperlihatkan suaminya yang sangat tampan, "Sayang," panggil Farel yang menaruh jaketnya di gantungan baju dan membelakangi Raila sehingga Farel tidak tahu jika di dalam kamar tersebut ada Clara.
"Sayang, mandi yuk," ajak Farel yang masih setia membelakanginya.
"Sayang, kok gak jawab sih," ucap Farel dengan nada manja lalu membalikkan tubuhnya dan terkejut saat melihat Raila tidak sendirian melainkan dengan seorang perempuan yang dari dulu membuatnya risih.
"Kenapa anda ke sini?" tanya Farel yang mendadak emosi.
"Mas Farel gak boleh loh bicara kayak gitu ke pacarnya Mas Farel gak sopan tahu," ucap Raila dengan lembut.
"Hah! pacar siapa pacar aku?" tanya Farel.
"Ini Mbak Clara kan pacarannya Mas Farel," ucap Raila.
"Dia bukan pacarku yang, aku aja baru tahu kalau namanya Clara ini tadi itupun dari kamu, dia mah dari dulu emang ganggu aku, tapi aku nyuekin dia, tapi ya emang dianya aja yang kekeh deketin aku, aku sih ogah sama dia," ucap Farel.
"Mas Farel gak boleh gitu dia itu pacarnya Mas Farel loh," ucap Raila.
"Apa sih ya kok manggilnya pake Mas segala biasanya juga gak gitu," ucap Farel yang mulai risih dengan panggilan Raila.
"Kan Mbak Clara juga manggilnya Mas Farel makanya Mbak Raila ini juga manggilnya Mas Farel," ucap Raila.
"Gak usah panggil kayak gitu ah jijik aku dengernya, lagian dia sendiri yang manggil Mas padahal aku mah ogah," ucap Farel.
"Heh, Mas Farel nih ya kasihan tahu, Mas Farel mah suka enak-enak-nya aja giliran kayak gini gak mau ngakuin Mbak Clara," ucap Raila.
"Enak-enak maksudnya?" tanya Farel.
__ADS_1
"Kan Mbak Clara udah ga perawan karena tiap malam Mas Farel selalu tidur bareng sama Mbak Clara," ucap Raila.
"Astaga, sayang. Sumpah aku gak pernah tidur sama siapapun kecuali sama kamu, lagian kan kamu tahu kalau perjaka-ku diambil sama kamu," ucap Farel yang mendekat ke arah Raila lalu memeluk dan mengecup bibir istrinya itu.
"Apa sih Mas Farel ini ada Mbak Clara tahu," ucap Raila.
"Yang, udah deh jangan panggil Mas segala geli tahu, udah gak usah ngurusin dia, aku gak pernah deket ama dia, dianya aja yang ke-gatelan ke aku, mending mandi bareng aja gimana," ucap Farel.
"Ogah, mandi aja sana sama si pacar gadungan-mu," ucap Raila.
"Raila," rengek Farel yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Heh, Mbak Clara pacar gadungan-nya Farel, gue cuma mau kasih tahu ke lo ya kalau Farel itu udah nikah dia itu suami gue dan kalau lo bilang dia yang merawan-in lo, lo pikir gue percaya asal lo tahu apa malam pertama Farel aja kaku banget, tetapi sekarang udah wow gak bisa gue jelasin, jadi lo boleh pergi dari sini karena gue gak butuh pembantu kayak lo, hus hus sana pergi," ucap Raila.
"Mas Farel, beneran udah nikah?" tanya Clara yang sebentar lagi akan meneteskan air matanya.
"Hem," jawab Farel dengan singkat, padat, dan jelas.
"Kenapa, Mas?" tanya Clara.
"Ya, karena saya sudah menemukan orang yang tepatlah masa gitu aja masih tanya," ucap Farel.
"Saya tidak pernah menganggap anda ada, jadi saya harap anda bisa menjauh dan tidak mengganggu rumah tangga saya dengan istri saya karena saya sangat menyayangi istri saya," ucap Farel.
Clara melihat wajah Farel yang terkesan dingin, "Kenapa Mas Farel ngelakuin ini padahal aku sayang banget sama Mas Farel hiks - hiks?" tanya Clara yang sudah menangis dan berlari ke arah Farel berniat untuk memeluk Farel.
Untungnya Raila paham dan segera menghalangi tubuh Clara sehingga saat ini tubuh Clara memeluk Raila, "Kenapa lo meluk gue?" tanya Clara yang mulai meninggikan suaranya.
"Lah lo ngapain lari ke suami gue? lo mau meluk suami gue, oh tidak bisa ya, cuam gue yang boleh meluk suami gue," ucap Raila yang tak mau kalah.
"Mas Farel," panggil lirih Clara.
"Udah mending lo balik ke habitat lo deh," usir Raila.
"Bener kata istri saya lebih baik anda pergi karena kehadiran anda justru menganggu saya," ucap Farel.
"Kenapa aku bisa ganggu Mas Farel?" tanya Clara.
"Karena kehadiran anda saya tidak bisa bermesraan dengan istri tercinta saya dan juga saya harus mengulur waktu mandi bersama istri saya," ucap Farel.
__ADS_1
"Mas," panggil lirih Clara kembali.
"Alah bicit banget nih bocah udah sana pergi minta uang dulu ke emak dulu," usir Raila lalu menarik lengan Clara hingga suara ini Clara berada di luar kamar tersebut.
"Lain kali cari cowok yang belum nikah ya Mbak atau mau saya kenalin ke teman saya, saya banyak kok mau yang mana tukang bakso, ruang parkir atau preman?" tanya Raila.
Bukannya menjawab Cakra hanya menatap Raila dan sesekali menatap ke dalam kamar berharap Farel datang dan membelanya. Namun, Farel tetap tidak menampakan dirinya.
"Lama!" ucap Raila lalu menutup pintu kamar dengan cukup keras hingga membuat Farel terkejut.
"Sayang, jangan kenceng-kenceng kaget aku," ucap Farel.
Raila hanya menatap tajam ke arah Farel tanpa merespon perkataan Farel, "Sayang, jangan gitu dong matanya, nakutin tahu," ucap Farel.
"Kalau cewek tadi nakutin gak atau malah gemesin?" tanya Raila.
"Kamu cemburu sama dia? astaga Rai, aku Bernai sumpah sama kamu kalau aku gak ada hubungan apapun sama dia, aku juga gak tahu nama dia, aku malah tahu nama dia pas kamu bilang tadi," ucap Farel.
"Tapi, kamu sering ketemu sama dia kok sampe di manggil kamu Mas?" tanya Raila.
"Dia kos di atas, aku tahu dia juga karena dia sering duduk di tangga pas aku selesai olahraga, aku gak pernah tegur sapa sama dia kok, kalaupun dia senyum aku cuma ngelirik doang habis itu udah gak ngerespon, jangan marah ya," ucap Farel.
"Hem."
"Beneran gak marah?" tanya Farel.
"He'em."
"Kalau gitu kita mandi bareng yuk," ajak Farel dan tanpa mendengar jawaban dari Raila, Farel segera menggendong Raila menuju kamar mandi.
"Aku udah mandi loh," ucap Raila.
"Gapapa, sekarang kita mandi bareng aja," ucap Farel.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.