
Pagi harinya semua orang berkumpul karena Tante Gea dan keluarganya sudah berada di kediaman Revion, "Kenapa Frans tiba-tiba minta aku sama anak-anak tinggal di sini untuk sementara waktu ya?" tanya Tante Gea.
"Mungkin Frans takut terjadi apa-apa sama kalian, apalagi Frans ke Jepangnya juga selama 2 bulan," ucap Mama Aurel.
"Tapi, gak biasanya loh Frans nyuruh kayak gini," ucap Tante Gea.
"Udahlah gak usah dipikirin, sekali-kali kamu tinggal di sini," ucap Papa Aaron dan diangguki Tante Gea.
"Raila, mana Rel?" tanya Mama Aurel.
"Raila di taman bareng Lea sama Naomi," ucap Farel.
"Kalau gitu Mama mau bikin cemilan dulu buat mereka," ucap Mama Aurel.
"Mau Gea bantuin Kak," ucap Tante Gea.
"Boleh," ucap Mama Aurel.
Baru saja Mama Aurel dan Tante Gea beranjak dari ruang tamu tiba-tiba Claudia datang dan memanggil Tante Gea, "Ma, Thalita rewel," ucap Claudia.
"Kamu temenin Claudia aja biar Kakak yang bikin cemilannya," ucap Mama Aurel.
"Gapapa, Kak," ucap Tante Gea.
"Iya, gapapa kok," ucap Mama Aurel.
Disisi lain Raila sedang berada di taman belakang rumah dengan Lea dan juga Naomi, Raila senang karena Lea dan Naomi tidak henti-hentinya bercanda dan hal itu membuat Raila tertawa. Mereka tidak hanya bertiga, tapi juga berlima karena ada Bagas dan Citra.
"Kalian nanti kalau ke sekolah harus bisa dapet pacar loh ya terus kenalin ke Kakak," ucap Lea.
"Siap kak," ucap Bagas dan Citra.
"Kamu nih jangan ngajarin anak-anak yang gak bener loh," ucap Raila.
"Loh justru Lea ini ngajarin mereka yang bener," ucap Lea.
"Mana ada pacaran bener," ucap Raila.
"Ada dong," ucap Lea.
"Lea mah emang gitu Kak," ucap Naomi.
"Wah! lagi seru nih kayaknya," ucap Mama Aurel, yang batu saja datang dengan membawa cemilan dan juga minuman untuk mereka.
"Kenapa Mama gak bilang ke Raila, kalau tahu gitu tadi Raila bantu Mama nyiapinnya," ucap Raila.
"Gak perlu sayang, lagian Mama masih bisa kok," ucap Mama Aurel.
Merek menikmati cemilan yang tadi disiapkan Mama Aurel dan sesekali bercanda, saat Lea dan Naomi sedang asik ber-selfie ria, tiba-tiba ponsel Raila bergetar yang menandakan ada telepon masuk.
__ADS_1
Raila mengerutkan keningnya karena ia tidak tahu siapa yang menelponnya, 'Ini siapa yang nelpon aku?' tanya Raila, dalam hati.
Raila pun mengangkat sambungan telepon tersebut dan bukannya mendengar suara orang berbicara, radial justru mendengar tawa seorang perempuan yang cukup nyaring di telinga.
"Hahahahaha, ternyata rencana kalian itu membawa keluarga Gea ke kediaman Revion, aku malah senang karena itu mempermudah aku untuk membalaskan dendam ku pada kalian," ucap seorang perempuan dati seberang telepon tersebut.
Perempuan tersebut ialah Tante Calista. Namun, Raila yang tidak tahu hanya diam dan tidak menjawab apapun, Raila masih berpikir jika perempuan yang saat ini meneleponnya itu salah sambung.
"Maaf, saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan, sepertinya anda salah sambung," ucap Raila, dengan se-sopan mungkin agar tidak menyinggung Tante Calista.
"Aku gak salah sambung kok, ini Raila istrinya Tuan Zergan bukan yang sedang berbicara denganku," ucap Tante Calista.
"Bagaimana anda tahu kalau ini saya dan juga darimana anda dapat nomor saya, saya tidak pernah memberikan nomor saya pada sembarangan orang?" tanya Raila.
"Kau benar-benar lupa denganku?" tanya Tante Calista.
"Maaf." Raila terkejut dengan pertanyaan Tante Calista yang mengisyaratkan seolah-olah Raila mengenalnya.
"Aku adalah nerakanya Farel, apa kau lupa?" tanya Tante Calista.
Raila melotot saya mendengar perkataan Tante Calista, "Maksud anda apa menelpon saya seperti ini?" tanya Raila.
"Kau tenang saja, aku hanya ingin berbicara santai denganmu. Anggap saja ini sebagai pengenalan sebelum kita ke tahap pertemuan," ucap Tante Calista.
"Anda siapa kenapa saya harus mengenal anda?" tanya Raila.
"Kau harusnya tahu siapa aku, aku ini adalah Tantemu," ucap Tante Calista.
"Apa Farel belum memberitahukannya padamu?" tanya Tante Calista.
"Memberitahukan apa?" tanya Raila.
"Farel itu memiliki Tante lagi dan itu adalah aku," ucap Tante Calista.
"Nama anda siapa?" tanya Raila.
"Wow! akhirnya kau tanya namaku juga, harusnya kau tanya dulu saat pertama kali aku meneleponmu," ucap Tante Calista.
"Kau beritahukan pada keluarga suamimu bahwa Calista baru saja menghubungimu dan akan segera melancarkan aksinya yang sangat luar biasa," ucap Tante Calista.
Baru saja akan merespon perkataan Tante Calista, tapi sambungan telepon tersebut telah terputus, 'Maksudnya apa?' tanya Raila, dalam hati.
"Kakak kenapa?" tanya Lea, yang ngeliat Raila melamun.
"Gapapa kok, oh iya kamu denger Kakak tadi teleponan gak?" tanya Raila.
"Lea tahu tadi Kakak teleponan kok, tapi Lea gak denger. Emangnya siapa yang nelpon Kak?" tanya Lea.
"Oh ini temen Kakak yang nelpon katanya kangen," ucap Raila dan untung saja Lea percaya.
__ADS_1
"Kak kita masuk yuk. Udah mendung ini kayaknya bentar lagi mau hujan deh," ajak Naomi.
"Yaudah ayo, Bagas sama Citra masuk juga ya jangan di luar nanti kalau tiba-tiba hujan gimana, kasihan ibu kalau kalian hujan-hujanan terus sakit ya," ucap Raila.
"Iya, Kak," jawab Bagas dan Citra.
Raila, Lea dan Naomi pun masuk ke dalam rumah, "Farel mana, Ma?" tanya Raila.
"Farel di kamar sayang, baru aja dia naik ke atas," jawab Mama Aurel.
"Yaudah, kalau gitu Raila samperin Farel dulu ya," ucap Raila dan diangguki Mama Aurel.
Raila pun akhirnya naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar, Raila tidak melihat keberadaan Farel, tapi saat Raila mencarinya di balkon kamar, ia dapat melihat punggung tegap suaminya itu. Raila mendekat ke arah Farel dan memeluknya dari belakang.
Farel sendiri awalnya begitu terkejut karena mendapat pelukan tiba-tiba dari seseorang, tapi saat Farel mengusap tangan tersebut dengan cepat ia tahu jika yang sedang memeluknya adalah sang istri.
"Kenapa hm?" tanya Farel dan menggenggam tangan tersebut.
"Kamu kenapa di sini? gak takut dingin apa?" tanya Raila.
"Aku justru lagi pengen di sini," ucap Farel.
"Tapi, di sini dingin loh," ucap Raila.
"Kan ada kamu," ucap Farel.
"Ck, gombal terus," ucap Raila.
"Kamu kenapa naik? bukannya kamu tadi lagi di taman bareng Lea sama Naomi?" tanya Farel.
"Udah mendung, takutnya nanti hujan lagi," ucap Raila dan diangguki Farel.
"Rel," panggil Raila.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Hem, tadi ada perempuan yang nelpon aku dan dia bilang kalau dia itu Tante kamu namanya Calista," ucap Raila.
Farel yang mendengarnya lantas membalikkan tubuhnya dan hal itu membuat Raila terkejut bahkan Raila hampir saja terjatuh jika saja Farel tidak memegang tangannya.
"Dia bicara apa aja sama kamu?" tanya Farel.
"Dia cuma bilang itu aja sih, oh iya dia juga bilang kalau dia tahu keluarganya Tante Gea tinggal disini dan itu justru mempermudah balas dendamnya dan dia akan melancarkan aksinya," ucap Raila.
"Kau masih ada nomornya?" tanya Farel dan diangguki Raila.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.