Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Mengabaikannya


__ADS_3

"Tuan Zergan tolong maafkan saya, tolong ampuni saya," ucap Maulana, dengan bersimpuh di hadapan Farel.


"Ck, dasar tidak tahu diri," maki Farel.


"Tuan Maulana anda menipu saya!" bentak Kakek Daffa.


Maulana tidak merespon perkataan Kakek Daffa, dia tetap bersimpuh di depan Farel, "Tuan Maulana bisa anda jelaskan semua yang ada di video tadi, apa benar bahwa Dahri adalah anak diluar nikah anda dengan asisten anda sebab itu anda tidak ingin pertunangan ini diketahui media?" tanya Kakek Daffa.


"Ya, kenapa memangnya?" tanya Maulana.


"Jadi anda membohongi saya dengan mengatakan jika Dahri seorang yang pemalu sebab itu dia tidak pernah di kenalkan oleh Tuan Maulana, kalau begitu saya anggap kerjasama kita batal dan saya tidak akan menjodohkan cucu saya dengan anak anda," ucap Kakek Daffa.


"Saya tidak peduli!" teriak Maulana.


"Tuan, maafkan saya, saya janji saya akan melakukan apapun yang anda inginkan," ucap Maulana.


"Tidak ada yang aku inginkan darimu," ucap Farel dan menggenggam tangan Raila.


"Kamu capek?" tanya Farel, dengan mengusap lembut wajah Raila dan Raila menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


Setelah mendapat jawaban dari Raila, Farel pun mendekatkan dirinya pada Raila dan memeluknya erat, "Sekarang semuanya sudah tahu identitasku dan semua orang juga tahu siapa yang berhasil merebut hati seorang Zergan," ucap Farel.


"Semua ini gara-gara aku ya, andai aku gak bilang semuanya," ucap Raila, yang merasa bersalah karena identitas Farel terungkap.


"Gak sayang, kamu gak salah. Aku memang berniat untuk memberitahukan identitasku hari ini, tapi ternyata keduluan sama kamu," ucap Farel.


Saat Farel sedang memeluk Raila tiba-tiba seseorang melepaskan pelukan tersebut, Farel pun menatap orang itu, "Gue gak akan biarin lo ngerebut Raila dari gue!" terima Dahri.


"Jangan bodoh kamu, kamu mau perusahaan kita hancur," ucap Maulana.


"Semuanya udah hancur, Pa. Semua perusahaan Papa dan juga harta milik Dahri hilang semua karena dia," ucap Dahri, dengan menunjuk Farel.


"Wow, ternyata Gio cepat juga kerjanya padahal aku pikir dia butuh watu dua hari untuk mengambil semuanya, tapi ternyata hanya butuh waktu kurang dari 24 jam," ucap Farel.

__ADS_1


Ya, tadi saat sedang melihat keuwuhan Farel dan Raila tiba-tiba Dahri di hubungi tim pengacaranya dan mengatakan jika dalam waktu 10 menit semua perusahaan Lana grup bangkrut karena berita yang tersebar luas di televisi dan dijaga media sosial dan yang lebih membuat Dahri terkejut ternyata semua properti miliknya sudah dipindahtangankan atas nama Zergan hanya dalam watu 3 menit.


Dahri bingung bagaimana bisa semua properti miliknya bisa dipindahtangankan bukankah harus atas persetujuannya dan ternyata tim pengacaranya mengatakan jika semua surat kepemilikan sudah ia menandatangani.


Dahri awalnya bingung, tapi setelah melihat seorang pria yang tadi mengatakan jika ia merupakan anak buah dari Dante grup dan meminta tandatangannya untuk kerjasama.


Dahri sebenarnya sedikit ragu saat akan menandatangani kertas tersebut bagaimana bisa saat acara seperti ia ia dimintai tandatangan, tapi karena obsesinya terhadap Dante grup membuatnya melupakan semua keraguannya.


"Lo yang hancurin semuanya, jadi lo harus bertanggungjawab," ucap Dahri.


"Bertanggungjawab?" tanya Farel.


"Lo harus menyerahkan Raila ke gue karena hanya gue yang bisa bahagiain Raila," ucap Dahri.


"Lo gila!" terima Raila.


"Ya, gue gak karena lo, Rai. Rai, gue sayang sama lo!" teriak Dahri.


"Van, bawa dia ke ruang bawah tanah gue belum puas sama dia," ucap Farel pelan pada Evan dan tentunya hanya dapat didengar Evan.


Sejujurnya Evan terkejut karena sudah hampir 2 tahun Farel tidak membawa orang ke ruang bawah tanah, tapi kali ini dia menyuruhku untuk membawa Dahri ke ruang bawah tanah, itu artinya Dahri adalah pengunjung pertama di ruang bawah tanah tersebut setelah 2 tahun lamanya ruang bawah tanah tersebut dibiarkan kosong dan tidak diurus.


Namun, karena Evan adalah asisten pribadi Farel, maka Evan pun membawa Dahri menuju ruang bawah tanah yang dikatakan Farel tadi.


Dahri yang sudah lemah pun hanya pasrah saat anak buah Farel menyeretnya di depan banyak orang, Maulana yang melihat anak di seret diam saja seolah tidak peduli. Maulana hanya memikirkan perusahaannya yang saat ini benar-benar akan hancur.


"Kita pulang ya," ucap Farel, dengan lembut pada Raila.


"Tunggu," ucap Raila.


"Kenapa?" tanya Farel.


Raila tidak menjawab pertanyaan Farel, Raila justru menghampiri Kakek Daffa yang saat ini benar-benar memprihatinkan karena terlihat dari raut wajahnya jika ia sedang frustasi.

__ADS_1


"Saya sudah berhasil menggoda Tuan Zergan bahkan saya sudah menikah dengannya. Itu artinya sekarang saya termasuk pemegang saham di Laksani grup bukan, seperti yang anda katakan tadi 45 persen saham Laksani grup menjadi milik saya. Saya akan membawa perwakilan saya untuk mengambil hak saya besok ke kantor Laksani grup secara langsung, kalua begitu saya permisi Tuan Daffa, Nyonya Maria," ucap Raila.


"Jangan lupa anda harus berlutut dan meminta maaf pada saya bukan, sekarang saatnya anda menepati apa yang anda ucapkan tadi," ucap Raila.


Kakek Daffa melihat Raila seolah meminta pengampunan, tapi hati Raila sudah tertutup akan dendam sehingga ia tidak dapat merasakan perasaan Kakek Daffa.


Mau tidak mau Kakek Daffa pun akhirnya berlutut, "Maafkan Kakek yang sudah melakukan banyak kesalahan padamu cucuku," ucap Kakek Daffa.


'Ck, kalau kayak gini aja manggilnya cucu,' ucap Raila dalam hati


Raila tidak merespon perkataan Kakek Daffa, ia lebih memilih untuk pergi, biarlah Kakek Daffa merasakan malu saat ini dan Raila tidak peduli akan hal itu. Bagaimana tidak malu, saat Kakek Daffa berlutut dan meminta maaf Raila justru pergi dan mengabaikannya.


Raila berjalan dan pergi dari ballroom hotel tersebut, namun pandangan Raila tidak sengaja bertemu dengan Papa Alvan dan Mama Sena, Raila hanya menatap mereka sekilas lalu kembali menghampiri Farel dan menggenggam tangan kekar suaminya itu.


"Aku udah capek kita pulang ya," ucap Raila.


"Tentu sayang," ucap Raila.


Farel dan Raila pun pergi dari acara yang benar-benar berantakan itu, jangan lupakan Joven, Rafka dan Marvel yang mengikuti Farel dan Raila.


"Tuan tolong saya, saya tidak tahu harus melakukan apa lagi, hanya Tuan yan bisa membantu saya," ucap Maulana, yang bergelayut di kaki kiri Marvel.


"Itu urusanmu, makanya sebelum bertindak pikirkan dulu, kau kali ini salah memilih lawan dan kalau kau berpikir keluargaku berada di pihakmu itu salah, kau tahu bagaimana keluarga Dante dengan keluarga Revion bukan," ucap Marvel dan menendang maulan begitu saja hingga terjatuh.


"Untuk anda, jangan menilai seseorang hanya karena dia terlihat tidak memiliki apa-apa. Anda tidak tahu bukan bagaimana kehidupannya yang sesungguhnya, untung anda bertemu dengan Farel bagaimana jika orang yang anda pandang rendah ternyata benar-benar orang yang hidupnya susah, maka itu artinya anda sama saja dengan manusia yang menjadi beban di dunia ini karena apapun yang keluar dari mulut anda adalah sampah," ucap Marvel, lalu pergi dari ballroom hotel tersebut.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2