
Sore harinya Raila dan Farel tidak kembali ke rumah terlebih dahulu, saat ini mereka akan pergi ke rumah Tante Gea karena Mama Aurel dan Lea masih ada di sana.
Setelah menempuh kurang lebih 25 menit mereka berdua pun sampai di kediaman Tante Gea, "Kita langsung masuk aja," ucap Farel, setelah memarkirkan sepeda motornya.
Raila dan Farel pun masuk ke dalam ruang Tante Gea, "Loh! sayang kamu kok ada di sini? kenapa gak ngabarin Mama?" tanya Mama Aurel.
"Tadi Raila habis jalan-jalan sama Farel yaudah sekalian aja kan ke sini soalnya Raila denger Thalita sakit," ucap Raila dan memberikan buah-buahan yang tadi sempat ia beli sebelum datang ke rumah Tante Gea.
"Makasih ya udah jenguk Thalita," ucap Claudia dengan menirukan suara anak kecil.
"Sama-sama cantik, Thalita sakit apa?" tanya Raila.
"Thalita alergi sama bedak yang Baisa dia pake," ucap Claudia.
"Kenapa gak di rawat di rumah sakit takutnya makin parah alerginya?" tanya Raila.
"Kemarin waktu di periksa dokter katanya gak perlu di rawat karena alerginya Thalita belum parah, mungkin dua hari lagi rasa gatal dan panasnya bakal hilang kok, tapi kalau bintik-bintiknya mungkin semingguan baru hilang," ucap Claudia dan diangguki Raila.
"Mama sama Lea mau balik?" tanya Raila.
"Belum, ini kita pulang nanti kalau dijemput Papa kamu," ucap Mama Aurel.
"Loh! Papa masih kerja?" tanya Farel.
"Katanya cuma ketemu sama Alex," ucap Mama Aurel.
"Kenapa gak bilang ke Farel?" tanya Farel.
"Emangnya kenapa?" tanya Mama Aurel.
"Soalnya Farel juga ada urusan sama Papa Alex, kalau tahu Papa ketemu sama Papa Alex kan Farel bisa ikut," ucap Farel.
"Ada urusan apa lo sama sama Om Alex?" tanya Rendy, yang baru saja turun dari tangga dan duduk di lantai lebih tepatnya di sebelah Claudia dan Thalita yang tertidur di pangkuan Claudia.
"Kepo," ucap Farel.
"Gue serius tahu, soalnya gue juga ada urusan sama Om Alex," ucap Rendy.
"Urusan? urusan apa lo sama Papa Alex?" tanya Farel.
"Kepo," jawab Rendy
"Ck, dasar," gerutu Farel.
__ADS_1
"Gue mau urus tanah yang ada di deket rumah sakit," ucap Rendy.
"Kenapa emangnya? bukannya tanah itu mau kamu bangun rumah sakit lagi diatasnya?" tanya Mama Aurel.
"Awalnya emang gitu Tante, tapi Rendy berubah pikiran dan mau jual tangan itu," ucap Rendy.
"Lo yakin mau jual tanahnya, menurut gue tanah itu lumayan menguntungkan loh kalau lo buat rumah sakit atau gak lo bangun apa gitu terus lo sewain soalnya nih ya tempatnya strategis," ucap Farel.
"Tapi, entahlah gue juga masih bingung makanya gue mau ketemu Om Alex, mau minta saran dari dia," ucap Rendy.
Farel merasa ada yang sedang di sembunyikan oleh Rendy, tapi entah Farel pun tidak tahu. Tapi, Farel yakin jika Rendy tidak ingin keluarganya tahu mengenai hal itu.
"Gimana kalau kita ke ruang kerja lo," ucap Farel.
"Kenapa?" tanya Rendy.
"Gapapa, gue cuma pengen bahas masalah pekerjaan," ucap Farel dan diangguki Rendy.
Farel dan Rendy pun pergi dari ruang tamu dan meninggalkan para perempuan yang sedang mengobrol santai di sana.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Hah! kenapa maksudnya?" tanya Rendy.
"Lo ada masalah apa? lo gak mungkin milih buat ngejual tangan itu kan, dulu saat pelelangan lo itu orang yang paling gencar buat dapetin tanah itu dan sekarang malah lo milih mau jual tanya itu, pasti ada sesuatu yang terjadi?" tanya Farel.
"Apa ini ada sangkut pautnya sama Tante Calista?" tanya Farel.
Rendy melotot mendengar nama yang baru saja di sebut Farel dan tiba-tiba diam tidak bisa berkata apapun. Farel sendiri yang melihat respon dari Rendy pun tersenyum karena tebakannya benar. Awalnya Farel tidak yakin jika itu karena Tante Calista, tapi Farel coba saja dan respon Rendy justru menjawab semuanya.
"Apa yang Tante Calista lakuin ke lo?" tanya Farel.
"I - ini bukan soal Tante Calista kok," ucap Rendy.
"Kenapa lo gak kaget gitu saat gue bilang soal Tante Calista? bukannya harusnya lo kaget karena Tante Calista yang menghilang gitu aja terus gue tadi tiba-tiba bicara soal Tante Calista, lo pasti udah di hubungi sama Tante Calista bukan?" tanya Farel.
"Gue gak tahu maksud lo," ucap Rendy.
"Raila udah di hubungi sama Tante Calista dan gue juga yakin keluarga Tante Gea juga bakal di hubungi dan itu pasti Claudia, apa jangan-jangan Thalita sakit juga karena Tante Calista?" tanya Farel.
"Gue selalu gak bisa bohong kalau di depan lo," ucap Rendy.
Farel tersenyum karena ternyata semua tebakannya benar, "Apa yang dilakuin Tante Calista?" tanya Farel.
__ADS_1
"Dia nyuruh gue buat jual tanah di deket rumah sakit itu ke dia," ucap Rendy.
"Apa yang bakal Tante Calista lakuin kalau lo gak ngejual tanah itu?" tanya Farel.
"Tante Calista bakal celakain keluarga gue," ucap Rendy. Farel memang sudah curiga pasti Tante Calista berniat untuk mencelakai keluarga Revion.
"Lo udah nolak buat ngejual tanah itu ke Tante Calista?" tanya Farel dan diangguki Rendy.
"Gue udah nolak dua hari yang lalu dan karena itu juga anak gue kemarin sakit," ucap Rendy.
"Thalita alergi apa?" tanya Farel.
"Thalita gak punya alergi apa-apa," ucap Rendy.
"Terus kenapa Thalita bisa alergi kalau dia gak alergi apa-apa?" tanya Farel.
"Tante Calista yang udah ngelakuin semuanya, saat Thalita lagi tidur sendirian di kamarnya tiba-tiba Tante Calista masuk ke kamar Thalita dan memasukkan sesuatu ke mulut Thalita. Setelah itu Tante Calista pergi dan beberapa jam setelah itu Thalita mulai rewel dan sakit kayak sekarang," ucap Rendy.
"Terus kata dokter gimana?" tanya Farel.
"Dokter tahu kalau itu bukan alergi dan dokter juga bilang kalau itu efek dari obat yang di tekan Thalita, tapi untungnya Thalita gapapa kadar obat-obatan yang diberikan Tante Calista tidak terlalu tinggi bagi Thalita. Gue juga yang nyuruh dokter buat bilang kalau itu alergi Gue gak mau keluarga gue khawatir masalah ini apalagi Mama, lo tahukan gimana Mama kalau denger nama Tante Calista," ucap Rendy.
" Gue paham maksud lo, kalau saran gue. Mendingan keluarga lo tinggal di rumah Papa dulu," ucap Farel.
"Gue bisa kok jaga keluarga gue," ucap Rendy.
"Lo yakin? lo itu sendirian Om Frans juga sekarang lagi ke Jepang buat urusan bisnisnya yang bermasalah kan, lo gak boleh egois. Setidaknya kalau keluarga lo di rumah Papa mereka bakal aman," ucap Farel.
"Gimana caranya gue bilang ke Mama soal ini?" tanya Rendy.
"Gue bakal nyuruh Mama buat bujuk Tante Gea," ucap Farel.
"Thanks, Rel," ucap Rendy.
"Sama-sama, lo itu juga keluarga gue. Gak mungkin gue biarin keluarga lo di usik sama Tante Calista, tapi lo harus bilang semua ini ke Om Frans. Gue gak mau kalau Om Frans belum tahu semua ini," ucap Farel.
"Lo tenang aja, Papa udah tahu kok soal ini, tapi emang dia bener-bener sibuk makanya dia masih belum bisa pulang," ucap Rendy.
"Gue tahu kok, karena gue dapet kabar kalau masalah yang di Jepang itu bener-bener panjang, makanya sampe sekarang Om Frans belum bisa pulang," ucap Farel dan diangguki Rendy.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.