
Saat ini Raila mendapat pesan dari Lexa jika Kakek Daffa dirawat di ruang sakit, "Kamu udah izin sama Isna?" tanya Farel.
"Iya, udah kok, kamu juga udah izin, kan?" tanya Raila.
"Udah kok, yuk berangkat," ajak Farel.
"Kamu panasin sepeda motor kamu dulu, aku masih harus cek barang-barangku dulu," ucap Raila dan diangguki Farel.
Beberapa saat kemudian, Raila pun keluar dari kamar dan tidak sengaja bertemu dengan Clara yang baru saja datang bersama teman-temannya, Clara berjalan untuk menaiki tangga. Namun, tatapan matanya tetap ke arah Raila bahkan Clara hanya diam di tempat hingga membuat teman-temannya bingung.
Raila yang risih pun menatap balik Clara, "Kenapa lihat-lihat kagum ya sama kecantikan paripurna gue?" tanya Raila dengan sombong.
"Siapa dia, Ra?" tanya salah satu teman Clara.
"Oh kenalkan saya istri dari pria yang kamarnya nomor 9," ucap Raila.
"Bukannya itu kamar pacar lo, Ra?" tanya teman Clara.
"Oh, jadi Mbak Clara juga bilang kalau dia pacarnya ya, hem, ternyata Mbak Clara ini suka halu juga ya," ejek Raila.
"Lo gak tau apa-apa, jadi mending lo diem aja!" bentak Clara yang membalut Raila dan teman-temannya terkejut. Namun dengan cepat Raila menutupi keterkejutannya. Kan, tidak lucu jika Clara tahu Raila terkejut bisa-bisa di ejek habis-habisan Raila.
"Kenapa harus terima sih? malu ya karena ketahuan halu-nya?" tanya Raila.
"Gue bilang Lo diem bego!" bentak Clara.
"Huh, takut," ucap Raila.
"Sayang, ayo ini Lexa dari tadi nelpon loh!" teriak Farel dari depan kos.
"Ups, sebenarnya gue pengen banget bicara lagi sama lo, tapi gue sibuk banget hari ini. Sorry ya, IYA SAYANGKU INI AKU DATANG!" ucap Raila dan sengaja berteriak di akhir kalimat.
.
Farel dan Raila saat ini berjalan menuju kamar inap Kakek Daffa, "Loh! kok gak ada?" tanya Raila saat membuka pintu kamar inap yang seharusnya ditempati Kakek Daffa.
__ADS_1
"Kita tanya suster aja," ucap Farel lalu menghampiri suster yang baru saja keluar dari salah satu ruangan.
"Maaf, Sus. Saya mau tanya," ucap Farel.
"Iya, tanya apa ya?" tanya Suster.
"Kalau boleh tahu kemana ya pasien di kamar inap ini?" tanya Farel.
"Oh Tuan Daffa?" tanya Suster.
"Iya," jawab Raila yang tidak sabar dengan jawaban dari Suster tersebut.
"Tuan Daffa hanya mengalami luka bakar dan itupun tidak terlalu serius, jadi beliau sudah di perbolehkan pulang tadi pagi," ucap Suster.
"Hah! bukannya harus di operasi ya?" tanya Raila.
"Tidak perlu luka bakarnya di beri salep pun akan segera sembuh," ucap Suster.
"Terima kasih ya, Sus," ucap Farel.
"Sayang, kamu gapapa?" tanya Farel.
"Ini ceritanya kita di tipu sama Lexa ya?" tanya Raila.
"Mungkin adik kamu juga gak tahu kalau Kakek Daffa udah di perbolehkan pulang," ucap Farel. Farel tidak ingin terjadi pernah dunia antara istrinya dan keluarganya, cukup saat Raila di usir saja jangan sampai kali ini juga.
"Aku harus temui Lexa kalau kayak gini, dia mau main-main sama aku ceritanya," ucap Raila.
"Sayang, udah gak usah ya, sekarang kita ke kos aja," ucap Farel.
"Gak usah balik deh, kita ke kantor aja, lagian aku izinnya cuma sampai jam 10," ucap Raila dan diangguki Farel.
.
Setelah Farel pergi dari depan kantornya Raila segera masuk ke dalam kantor dan melihat orang yang benar-benar tidak ingin ia lihat untuk saat ini, "Hai! mantan saudaraku," sapa Henry.
__ADS_1
Raila sedang tidak ingin menjawab ataupun merespon apapun perkataan Henry sehingga ia langsung pergi dan menganggap Henry tidak ada, "Jahat banget sih, Rai. Sama keluarga juga masa pura-pura gak kenal," ucap Henry yang menahan tangan Raila.
"Gak usah pegang-pegang najis tahu gak gue di pegang sama keluarga kalian," ucap Raila.
"Lo bener-bener gak ada rasa terima kasih sama keluarga Laksani ya, lo gak akan bisa sekolah dan kuliah di tempat terbaik di negeri ini kalau lo gak menggunakan nama Laksani," ucap Henry.
Apa yang dikatakan Henry memang benar adanya, selama menempuh pendidikan apapun Raila selalu merasa di spesial-kan karena memiliki marga Laksani yang termasuk keluarga berpengaruh. Namun, masyarakat tidak tahu jika selama ini Raila hanya memiliki nama Laksani, tapi tidak termasuk ke dalam keluarga besar Laksani setidaknya itu yang Raila rasakan.
"Gue gak pernah berharap gue masuk ke dalam keluarga terburuk di dunia ini lagian sekarang gue udah bukan lagi termasuk keluarga Laksani, Kan. Sekarang nama gue Raila Anastasya," ucap Raila.
"Rai, lo harusnya inget, suami lo itu cuman pengantar makanan dia gak punya kekuasaan apapun, percuma juga lo ngandelin suami lo, apa lo tahu kalau beberapa hari yang lalu suami lo harus ganti rugi karena dia udah jatuhin ayam goreng yang di pesan sama salah satu karyawan gue, ya lumayan juga sih ganti ruginya," ucap Henry dengan senyum smirknya.
Raila sendiri yang mendengar perkataan Henry diam tanpa bisa menjawab apapun karena ia tidak tahu jika Farel harus mengganti rugi ayam goreng yang jatuh.
"Tunggu, jangan bilang lo gak tahu soal itu, astaga, Rai. Gimana sih lo itu istrinya masa gak tahu masalah kayak gitu sih, apa jangan-jangan Farel emang gak pernah nganggep lo mana waktu itu karyawan gue pesennya lumayan banyak mungkin ada dua ratus ribu," ucap Henry.
"Kalau lo ke sini cuma mau adu domba gue sama suami gue itu artinya lo salah tempat dan salah orang karena gue gak mempan lo omongin kayak gitu, gue tahu gue udah nikah sama Farel, tapi gak sopan kalau gue terlalu ikut campur soal pekerjaannya begitu juga Farel dia gak sopan kalau ikut campur sama pekerjaan gue," ucap Raila.
"Lebih baik lo pergi deh, lo kalau disini ngerusak mata gue," usir Raila lalu meninggalkan Henry.
'Kalau dengan cara ini gak berhasil maka gue masih ada cara buat lo menderita, kalau gue gak bisa misahin lo sama suami lo itu artinya gue harus buat lo berdua menderita,' ucap Henry dalam hati.
Henry pun segera keluar dari tempat kerja Raila, awalnya dia ingin mempengaruhi Raila agar ia tidak percaya dan akhirnya hubungannya dengan suaminya renggang, tapi setelah melihat respon Raila, Henry rasa itu tidak akan berhasil karena baik Raila atau Farel sudah sama-sama bucin (budak cinta).
Saat memasuki mobil Henry pun menghubungi seseorang, "Dia gak terpengaruh sama omongan gue, cara ini bener-bener gak mempan buat Raila atau gak buat si suaminya itu, jadi kita pake cara kedua," ucap Henry.
"Oke, gue rasa cara kedua ini bakal ampuh dan gue yakin akan ada perang ke-tiga," ucap orang tersebut.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1