
Malam harinya kediaman keluarga Revion benar-benar ramai karena kedatangan para sahabat dari keluarga Revion itu sendiri. Farel dan sahabat-sahabatnya mereka memilih untuk mengobrol di kamar tamu yang cukup luas dan di sana juga terdapat permainan yang biasa mereka gunakan saat berkunjung ke rumah Farel. Sedangkan, untuk orangtua mereka semua berada di ruang tamu. Lea dan Naomi juga sibuk di kamar mereka dengan adik Rafka dan Joven yang juga perempuan.
"Cie, Rafka bawa gandengan," goda Joven.
Raila hanya menatap perempuan yang bersama Rafka, ya tadi Rafka keluar untuk menjemput pacarnya dan betapa terkejutnya Raila saya melihat perempuan yang sempat dikenalkan Rafka tadi kepada semua orang yang ada di sana sebagai pacarnya.
Raila benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Rafka membawa pacarnya yang ternyata lawan mainnya di film photography yaitu Nadia. Raila mengidolakan Nadia karena bagi Raila, Nadia itu cantik alami dan juga ramah bahkan Nadia juga terkenal sebagai salah satu tipe idaman para pengusaha-pengusaha besar.
"Ka, lo beneran pacaran sama Nadia?" tanya Raila.
"Iya dong, gimana cocok gak?" tanya Rafka dan merangkul perempuan yang ada di sebelahnya dengan bangga.
"Wah! gawat nih rumah tangga gue," ucap Raila, lalu menoleh ke arah Farel yang sedang berbicara dengan Marvel.
Raila tiba-tiba memeluk Farel dari samping dan tentunya membuat Farel terkejut, bukan hanya Farel, tapi juga orang-orang yang ada di sana.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Jangan ke goda sama pacar barunya Rafka ya," ucap Raila, dengan pelan dan hanya Farel yang dapat mendengar perkataan Raila.
Farel mengerutkan keningnya dan melihat perempuan yang berada di samping Rafka, setelah melihat sebentar perempuan tersebut Farel pun kembali menatap istrinya yang sepertinya sedang cemburu itu, padahal sejak tadi Farel hanya mengobrol dengan Marvel bahkan Farel tidak tahu siapa perempuan itu.
"Kenapa aku harus ke goda sama pacar barunya Rafka?" tanya Farel.
Ucapan Farel membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan saling menatap bergantian Raila dan pacar Rafka.
"Lo cemburu sama Nadia, Rai. Astaga! Farel gak bakal ke goda kali, Nadia dulu pernah jadi brand ambassador salah satu produk Revion grup dan gak ada apa-apa tuh sama mereka berdua," ucap Joven.
"Tapi, kan pernah dikabarkan dekat," ucap Raila.
"Itu cuma gosip gak usah percaya, lagian buat apa juga aku ke goda kalau aku udah punya yang lebih daripada perempuan lainnya hem," ucap Farel.
"Ya, tapikan Nadia cantik banget," ucap Raila.
"Kau gak sejahat itu kali, Rai. Sampai harus ngerebut suami orang, lagian aku kan udah punya Rafka," ucap Nadia.
"Tuh denger, jadi lo gak usah cemburu lagi oke," ucap Rafka.
"Huh, btw kalian cinlok ya?" tanya Raila.
"Menurut lo gimana?" tanya Rafka, dengan menaik turunkan alisnya.
"Gak tahu, makanya gue nanya," ucap Raila.
"Ck, iya. Gue sama Nadia cinlok," ucap Rafka.
"Sejak kapan kalian pacaran?" tanya Raila.
__ADS_1
"Baru dua Minggu sih," ucap Rafka.
"Nadia katanya kamu lagi deket sama anggota dewan, tapi kok kamu malah pacaran sama Rafka sih?" tanya Raila.
"Astaga, Rel. Istri lo kalau ngomong asal jeplak aja ya gak mikir dulu," ucap Rafka.
"Loh kenapa emangnya? benerkan yang aku tanyain?" tanya Raila.
"Iya, pertanyaan kamu udah bener kok, emang si Rafka aja yang lebay," ucap Farel.
"Gimana, Nadia?" tanya Raila kembali.
"Itu gak bener kok, aku cuma temenan aja sama dia dan gak pacaran. Aku juga gak tahu kenapa sampe kesebar berita kalau aku pacaran sama dia, aku udah kenal sana dia udah hampir 5 tahun karena dia juga Kakak tingkatku dulu di kampus," ucap Nadia dan diangguki Raila.
"Udah gue duga soalnya nih ya dia itu kayak mesum gitu, terus gue denger katanya kalua dia udah hamilin anak orang, tapi dia justru nyuruh si cewek buat gugurin anaknya," ucap Raila.
"Beneran?" tanya Nadia dan diangguki Raila.
Saat ini Raila dan Nadia pindah posisi dimana Raila dan Nadia berada di atas kasur dan para pria duduk di karpet empuk di bawah, "Istri lo kalau masalah gosip gercep juga ya," ucap Joven.
"Jiwa ibu-ibunya udah kelihatan," ucap Evan.
"Lo serius sama Nadia?" tanya Marvel.
"Iya dong, bahkan gue mau nikahin dia," ucap Rafka.
"Beneran?" tanya Joven.
"Nadia tahu kalau lo buaya buntung?" tanya Marvel.
"Yaampun Vel, lo kalau ngomong enak banget," ucap Rafka.
"Lah benerkan emang lo buaya buntung pacaran gak itung-itung," ucap Joven.
"Bernada bung," ucap Evan.
"Papa ngasih kabar kita disuruh ke ruang kerjanya," ucap Farel.
"Lah! terus tuh dua cewek gimana?" tanya Joven.
Farel pun menghampiri Raila yang sedang asik bercerita pada Nadia, "Sayang, aku mau keluar sebentar ya, kamu di sini aja sama pacarnya Rafka, gapapakan?" tanya Farel.
"Iya, gapapa kok," ucap Raila.
"Yaudah kalau gitu kita pergi dulu," ucap Farel dan mengecup singkat bibir Raila.
"Aelah, tahu gini gue daritadi keluar daripada ngelihat adegan 18+," ucap Joven.
__ADS_1
"Bacot," ucap Farel.
Mereka pun pergi meninggalkan Raila dan Nadia yang sama sekali tidak terganggu kegiatannya.
Disisi lain saya ini para pria duduk di ruang kerja Papa Aaron yang terbilang luas, "Sekarang kita harus cari tahu siapa yang udah kerjasama dengan Calista," ucap Om Alex.
"Farel pernah tanya ke Raila dan dia tidak tahu karena saya bicara dengan para pelayan tidak ada yang suara sama seperti yang Raila denger," ucap Farel.
"Kenapa gak pake sidik jari?" tanya Marvel.
"Gak bisa, dia seperti memalsukan sidik jarinya karena saat di cari gak ada sidik jari yang sama kayak punya dia," ucap Farel.
"Ada orang yang dicurigai di rumah ini?" tanya Joven.
"Gak ada sama sekali," ucap Papa Aaron.
"Sekarang kita harus cari kemana si Calista ini?" tanya Om Vano.
"Menurut Farel, Tante Calista pasti berada di dekat ibunya," ucap Farel.
"Tapi, ibunya Calista dijaga ketat oleh para pengawal," ucap Joven.
"Iya, benar kata Joven bahkan setiap malam Papa dan Joven selalu memastikan ada yang mencurigakan atau tidak," ucap Om Zack.
"Apa jangan-jangan Calista berada di gudang tempat dia menculik Aulia dulu," tebak Om Ferdi.
"Kayaknya gak mungkin, bukannya gedung itu terkenal angker," ucap Om Vano.
Saat mereka sedang sibuk memikirkan rencananya tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan raut terkejut Mama Aurel.
"Ini kenapa semuanya di sini?" tanya Mama Aurel.
"Biasa urusan bisnis, Ma," ucap Joven.
"Yaudah, ini Mama cuma mau ngasih cemilan," ucap Mama Aurel, lalu pergi dari ruang kerja tersebut.
Setelah Mama Aurel pergi mereka kembali memikirkan cara untuk mengetahui siapa yang bekerjasama dengan Calista dan juga mencari tahu keberadaan Calista.
"Rumah lama Kakek," ucap Farel.
"Maksud lo?" tanya Marvel.
"Apa jangan-jangan Tante Calista ada di rumah lama Kakek," ucap Farel.
.
.
__ADS_1
.
Tbc