
Raila saat ini sedang duduk santai di halaman belakang dengan Mama Aurel. Sedangkan, Farel sendiri sudah berangkat kerja sejak tadi bersama dengan Papa Aaron. Raila sangat penasaran Farel kerja apa karena yang Raila ketahui Farel sudah tidak lagi bekerja di restoran ayam, tapi Raila terlalu gengsi untuk bertanya mengenai hal itu dan juga takut jika nanti ia disebut terlalu ikut campur dalam hal pekerjaan Farel.
"Sayang, kamu mau temenin Mama gak?" tanya Mama Aurel.
"Temenin kemana, Ma?" tanya Raila.
"Ke salah satu butik tempat Mama pesen pakaian, kan sebentar lagi salah satu temen Mama ada uang aku anniversary nah makanya Mama mau ngasih hadiah gitu ke dia, nanti kamu yang pilih pas di butik gimana mau, kan?" tanya Mama Aurel.
"Mau dong, Ma, yaudah Raila kalau gitu kita berangkat sekarang atau nanti siang?" tanya Raila.
"Sekarang aja gimana, terus nanti kita jalan-jalan ke mall soalnya butiknya deket mall," ucap Mama Aurel.
"Yaudah, Ma. Raila siap-siap dulu," ucap Raila.
Beberapa saat kemudian, Raila pun sudah siap dan menunggu Mama Aurel di ruang tamu, "Sayang, kamu udah bilang ke Farel?" tanya Mama Aurel.
"Udah kok, Ma. Tadi Raila udah telpon Farel katanya gapapa yang penting aku gak sendirian," ucap Raila.
"Yuk," ajak Mama Aurel.
Saat ini Raila dan Mama Aurel sedang berada di mobil mewah miliki keluarga Farel, "Sayang, kamu nanti kau beli pakaian juga gak?" tanya Mama Aurel.
"Gak deh, Ma. Pakaian Raila masih banyak banget yang belum ke-pake masa udah beli yang baru aja," ucap Raila.
"Gapapa sayang, nanti kamu beli aja pakaian itu hadiah dari Mama soalnya kamu udah bantu Mama gimana?" tanya Mama Aurel.
"Gak usah, Ma. Raila seneng kok bisa bantu Mama," ucap Raila.
"Yaudah deh kalau kamu gak mau Mama juga gak maksa," ucap Mama Aurel.
.
Raila dan Mama Aurel saat ini berada di salah satu butik terkenal di Jakarta, 'Inikan butik punyanya Waode salah satu designer terbaik dunia, pasti mahal harganya,' ucap Raila dalam hati.
Sejujurnya Raila tidak percaya saat melihat gedung butik yang elegan di depannya, interior serba putih dan gold terlihat dari luar bahkan saat Raila masuk ke dalam butik pun langsung di suguhi pemandangan gaun-gaun yang terlihat cantik.
__ADS_1
'Inikan gaun yang pernah ada di new York fashion week,' ucap Raila dalam hati saat melihat sebuah gaun berwarna merah maroon dengan kesan sederhana, elegan dan misterius.
"Kamu kenapa, sayang? kamu mau gaun ini?" tanya Mama Aurel.
"Gak kok, Ma. Raila cuma kaget aja kalau gak salah gaun ini pernah ada di new York fashion week, kan," ucap Raila.
"Iya, kamu bener di sini juga masih banyak gaun yang pernah di pake sama artis luar negeri," ucap Mama Aurel.
"Wah, pasti harganya mahal di sini," ucap Raila.
"Apa sih yang gak untuk orang terdekat Mama, termasuk temen-temen Mama dan juga termasuk kamu menantu kesayangan Mama, kalau kamu mau kamu bisa ambil biar nanti Farel yang akan bayar," ucap Mama Aurel.
"Hah! gak perlu, Ma. Raila di sini cuma buat bantu Mama aja kok," ucap Raila.
Raila pun memilihkan beberapa gaun dan kain yang cocok untuk teman Mama Aurel, tentunya setelah mendengar penjelasan Mama Aurel tentang temannya yang akan merayakan anniversary tersebut.
Setelah puas berada di butik, Mama Aurel dan Raila pun memutuskan untuk menuju mahal terdekat, tidak sampai 15 menit Mama Aurel dan Raila sudah sampai di mall.
"Kamu aku beli apa sayang?" tanya Mama Aurel.
"Hem, Raila mau lihat-lihat dulu sih, Mama kalau capek istirahat aja dulu nanti Raila nyusul," ucap Raila.
"Iya, Ma. Yaudah Raila ke sana dulu ya," ucap Raila dengan menunjuk sebuah toko alat tulis.
"Oke, Mama juga ke lantai 5 dulu," ucap Mama Aurel.
Raila dan Mama Aurel pun berpisah sejenak karena Raila ingin melihat-lihat beberapa alat tulis. Raila memang sangat menyukai bentuk bolpoin bahkan bisa di bilang Raila sebagai kolektor bolpoin. Bahkan Raila pernah memiliki hampir 100 buah bolpoin. Namun, saat itu Mama Sena marah dan membuang semua bolpoin milik Raila.
"Wah! bagus banget bolpoin-nya, gue udah lama gak koleksi bolpoin," gumam Raila.
Setelah peperangan batin yang sangat sengit akhirnya Raila pun memutuskan untuk membeli dua buah bolpoin yang menurutnya menarik, setelah membeli bolpoin Raila pun memutuskan untuk menuju lantai 5. Namun, sayang Raila melihat sebuah pajangan high heels dan Raila pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" tanah salah satu pegawai toko dengan ramah.
"Hem, saya mau lihat-lihat dulu ya, Mbak," ucap Raila.
__ADS_1
"Iya, Mbak. Tapi, jangan lupa beli ya, Mbak," ucap pegawai tersebut dengan tersenyum. Namun, Raila tidak bodoh ia tahu dengan nada dan juga kata-kata pegawai tersebut.
Raila berkeliling melihat beberapa model sepatu dan high heels yang menurutnya sangat cantik, saat Raila menemukan high heels yang tadi ia lihat saat di luar toko pun segera menghampiri high heels tersebut dan berniat untuk mengambilnya.
Namun, tiba-tiba seseorang terlebih dahulu mengambil high heels tersebut bahkan orang itu mendorong Raila ke samping hingga Raila harus agak bungkuk untuk tidak terjatuh dan yang lebih parahnya lengannya terkena meja dan hal itu cukup menyakitkan bagi Raila.
"Kalau mau ambil barang jangan asal dorong dong," ucap Raila dan melihat orang yang tadi mendorongnya.
Dalam beberapa detik, Raila tidak tahu harus merespon apa hingga suara orang yang tadi mendorongnya membuat lamunannya buyar, "Kalau gak sanggup beli gak usah sok-sokan masuk ke toko mahal kayak gini deh," ucap Angel.
Ya. Orang yang berbicara adalah Angel sepupunya, namun bukan Angel yang mendorong Raila melainkan orang lain yang berada tepat di samping Angel. Raila menatap orang yang berada tepat di samping Angel dengan tatapan rumit.
Raila ingin sekali memanggil namanya dan memeluknya seperti dulu, tapi Raila masih teringat betapa jahatnya dia data memperlakukan Raila.
"Hem, dasar pengganggu, sana pergi ganggu pemandangan sepatu-sepatu mahal aja, Upik abu mana pantes ada di mall mahal ini apalagi di toko ini, toko yang paling mahal di mall," ucap orang itu.
"Mbak!" panggil Angel.
"Maaf, Mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pegawai toko.
"Mbak, tolong usir dia, dia ini gak punya uang untuk beli barang-barang di sini, terus juga takutnya nanti barang-barang di sini malah hilang di ambil sama dia, soalnya dia itu udah ngambil beberapa barang-barang orang Mbak," ucap Angel.
"Bener Mbak usir dia kalian Mbak gak usir dia kita berdua yang pergi dari sini," ucap orang tersebut.
"Ba - baik, Mbak," ucap pegawai tersebut.
"Mbak, maaf apa Mbak bisa pergi dari toko ini," ucap pegawai tersebut dengan ketus.
Raila tidak merespon apapun, ia justru menatap orang yang berada di samping Angel.
"Vanya," panggil lirih Raila.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.