
Raila menenangkan dirinya setelah menangis karena mengingat sahabatnya itu, "Mona, gue kangen banget sama lo, bahagia di sana ya," ucap Raila.
Raila merasa hati mulai gelap, Raila pun melihat jam yang ada di tangannya, "Udah mau malem aja," gumam Raila.
Raila pun pergi dari danau tersebut dan pulang menuju kediaman Revion, sesampainya di rumah Raila langsung menuju kamarnya. Baru saja masuk ke dalam kamar tiba-tiba Raila melihat Farel yang terdiri tepat di depannya.
"Kamu habis nangis?" tanya Farel, saat melihat mata Raila bengkak.
"Gak kok tadi cuma habis tidur aja," ucap Raila.
"Kenapa hm?" tanya Farel, pada Raila.
"Gapapa kok, udah aku mau mandi dulu," ucap Raila.
"Yaudah, kalau gitu kamu mandi dulu aja," ucap Farel.
Mau tidak mau Farel pun pergi dari hadapan Raila dan membiarkan Raila membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian, Raila selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, "Mau makan di bawah atau aku suruh pelayan bawain makanan ke sini?" tanya Farel.
"Makan di bawah aja," ucap Raila dan diangguki Farel.
"Yaudah, kalau gitu ayo," ucap Farel dan menggenggam tangan Raila.
Farel dan Raila pun turun ke bawah dan sampainya mereka di meja makan, mereka sudah melihat ramainya meja makan.
"Halo! Kak Raila yang cantik," sapa Lea.
"Halo juga, ini tumben banget rame kayak gini," ucap Raila.
"Tadi Kak Marvel baru aja pulang dari Hawaii dan bawa banyak banget oleh-oleh terus sama Mama dimasakin banyak banget kayak gini," ucap Lea.
"Terus Marvel mana sekarang?" tanya Farel.
"Kak Marvel ke ruang kerjanya Papa sekarang," ucap Lea.
"Sayang, aku temuin Marvel dulu ya," izin Farel dan diangguki Raila.
Setelah mendapatkan izin dari Raila, Farel pun menuju ke ruang kerja Papa Aaron. Sebelum masuk Farel terlebih dahulu mengetuk pintu ruang kerja Papa Aaron dan setelah diperbolehkan masuk barulah Farel masuk ke dalam.
"Dari kapan lo pulang? katanya lo pulang seminggu lagi?" tanya Farel, secara to the point.
"Duduk dulu Rel, baru tanya gituloh astaga sahabat gue yang satu ini," ucap Rafka.
"Ngapain lo ada di sini?" tanya Farel dan duduk di sebelah Marvel.
"Pengen lah, gue selama ini sibuk jadi gak tahu apa-apa soal lo dan gue kaget banget pas Papa Zack bilang semuanya ke gue, makanya gue langsung ke sini aja Marvel dan untungnya Marvel juga udah selesai kerjanya," ucap Rafka.
"Lo sendiri tahu darimana atau lo tahu dari nih anak?" tanya Farel, dan menunjuk Rafka.
"Gue tahu dari Joven, dia bilang semuanya ke gue," ucap Marvel.
__ADS_1
"Gak Papa gak anak sama aja ternyata suka ember," gumam Farel.
"Gimana lo udah tahu dimana Tante Calista sekarang?" tanya Marvel.
"Gue masih belum tahu dimana keberadaan Tante Calista," ucap Farel.
"Pasti Tante Calista gunain kekuasaan pacarnya buat nyembunyiin keberadaannya," ucap Rafka.
"Maksud lo?" tanya Farel.
"Nih ya, gue pernah denger dulu kalau Tante Calista itu punya pacar seorang polisi gitu," ucap Rafka.
"Darimana lo tahu?" tanya Marvel.
"Gue itu punya banyak temen dan salah satu dari artis yang pernah gue temuin dia bilang kalau dia itu ngincar cewek, tapi sayang ceweknya itu pacaran sama temennya yang kerjanya itu polisi, terus gue penasaran dong ceweknya kayak gimana dan pas gue lihat ternyata itu fotonya Tante Calista," ucap Rafka.
"Kapan itu?" tanya Papa Aaron.
"Kalau gak salah tiga bulan yang lalu pokoknya setelah Farel nikah," ucap Rafka.
"Kenapa lo gak ngasih tahu soal ini ke gue?" tanya Farel.
"Gue aja lupa," ucap Rafka.
"Pasti Calista manfaatin pacarnya buat nyembunyiin identitasnya," ucap Papa Aaron.
"Tapi, gimana kita cari soal Tante Calista kalau polisi udah nyembunyiin identitasnya?" tanya Rafka.
"Kalau Tante Calista bisa kerjasama dengan kepolisian, maka kita juga harus kerjasama dengan kepolisian bukan," ucap Farel.
"Gue bakal hubungin pimpinan di kepolisian biar lo gampang kerjasamanya," ucap Marvel.
"Gak salah emang gue punya sahabat pengacara," ucap Farel.
"Ka, lo cari tahu tentang pacarnya Tante Calista. Supaya kita cepat bertindak," ucap Rafka.
"Siap," ucap Rafka.
Meskipun ia tidak tahu apa-apa, tapi ia menyetujuinya saja. Lagipula hanya mencari informasi mengenai pacar Tante Calista. Itu mah mudah bagi Rafka bahkan Rafka bisa mencari tahu informasi mengenai presiden sekaligus.
"Tapi, gue denger juga ada orang yang bantu Tante Calista di rumah ini," ucap Marvel.
"Hem."
"Lo tahu orangnya siapa?" tanya Rafka.
"Kalau gue udah tahu orangnya siapa, tuh orang pasti udah tinggal nama sekarang," ucap Farel.
"Jadi?" tanya Marvel.
"Ck, gue belum tahu siapa orangnya, yang tahu cuma Raila dan itupun cuma suara," ucap Farel.
__ADS_1
"Uda kita bahas lagi nanti, nanti semua orang bakal datang ke rumah dan saat itu kita bahas untuk rencana kita selanjutnya yang jelas kita harus segera bergerak sebelum Calista melancarkan aksinya yang gila itu," ucap Papa Aaron.
Setelah pembahasan singkat tadi mereka berempat pun keluar dari ruang kerja Papa Aaron, "Kak Marvel makasih ya sepatunya bagus banget," ucap Naomi.
"Iya, sama-sama," ucap Marvel.
"Kak Marvel ke Hawai ngapain aja?" tanya Lea.
"Ya kerja Lea masa mau main petak umpet sih," ucap Rafka.
"Ck, Kak Rafka diem dulu kan Lea tanyanya ke Kak Marvel," ucap Lea.
"Udah jangan ganggu Kak Marvel dulu, kamu belajar sana katanya mau ada ulangan," ucap Mama Aurel.
"Nanti ajalah, Ma. Lea masih males buat gerak nih," ucap Lea.
"Udah sana cepetan," ucap Mama Aurel.
"Nanti aja Mamaku cintaku," ucap Lea.
"Tapi, awas loh ya kalau kamu sampe ngerengek ke Mama gara-gara soal ulangannya susah," ucap Mama Aurel.
"Gak akan, Ma. Lea janji," ucap Lea.
Saat ini Mama Aurel dan Raila berada di taman belakang. Sedang, keluarga lainnya berada di dalam rumah mengobrol satu sama lain. Awalnya hanya Raila yang berada di taman, tapi tiba-tiba Mama Aurel datang.
"Sayang, tadi kamu ke rumah Mama kamu. Terus gimana mereka ngelakuin sesuatu ke kamu?" tanya Mama Aurel.
"Gak kok, Ma. Raila gapapa," ucap Raila.
"Syukurlah kalau kamu gapapa, Mama khawatir kamu di apa-apain sama mereka," ucap Mama Aurel.
"Ma, Raila udah baikan sama keluarga Raila," ucap Raila.
"Kok bisa baikan sama mereka? mereka udah minta maaf sama kamu?" tanya Mama Aurel
"Papa Raila sakit, Ma," ucap Raila.
"Sakit apa?" tanya Mama Aurel, yang terlihat cukup panik saat mendengar perkataan Raila.
"Stroke," ucap Raila.
"Terus gimana keadaan Papa kamu? parah kah penyakitnya?" tanya Mama Aurel.
"Radial juga gak tahu, tapi yang jelas Papa gak bisa ngapa-ngapain sekarang dan juga semua harta keluarga ludes buat biaya pengobatan Papa," ucap Raila, yang mencoba untuk tersenyum dan tidak menahan tangisannya.
"Mama akan suruh Farel buat cari rumah sakit terbaik buat Papa kamu," ucap Mama Aurel.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.