
"Jadi alasan saya menyuruh kamu ke sini, mungkin kamu sudah tahu jadi saya hanya akan menegur kamu supaya tidak berbuat seperti itu lagi karena pria yang memesan tadi salah satu putra keluarga Laksani yang bisa di bilang cukup berpengaruh di negara ini," ucap Pak Adam. Karena Farel sedang malas membahas pria itupun, Farel hanya mengiyakan saja.
"Selanjutnya saya juga memercayakan untuk bonus perayaan seminggu lagi kamu yang urus," lanjut Pak Adam.
"Kenapa harus saya, Pak. Menurut saya masih banyak karyawan yang lebih mampu untuk mengurusnya," ucap Farel.
"Tapi, kamu belum pernah kan, saya hanya ingin semua karyawan saya pernah memimpin bonus perayaan saja," ucap Pak Adam.
"Huh, baik Pak. Saya akan lakukan semampu saya," ucap Farel.
Bonus perayaan adalah salah satu event yang di adakan oleh restoran tempat Farel bekerja, biasanya dalam event itu akan ada beberapa bonus seperti diskon untuk beberapa menu makanan dan juga akan ada menu baru setiap bonus perayaan, karena Farel yang menjadi koordinator dalam event kali ini maka Farel harus mencari menu terbaru untuk restoran tersebut. Namun, dalam event kali ini bukan hanya bonus untuk para pembeli, tapi juga untuk pegawai, nanti Pak Adam pemilik restoran akan memilih tiga orang untuk mendapatkan bonus, untuk besaran bonusnya tidak ada yang tahu, yang tahu hanya Pak Adam.
"Kenapa lo, Rel. Lemes banget tuh muka?" tanya Gio saat melihat Farel yang baru saja datang ke tempat istirahat para pegawai.
Bukan hanya Gio, tapi beberapa pegawai pun bertanya-tanya ada apa dengan Farel karena raut wajahnya sangat tidak bersahabat. Saat ini restoran sedang istirahat sehingga cukup banyak pegawai yang ada di sana.
"Gue di suruh jadi koordinator buat bonus perayaan," ucap Farel.
"Wah! beneran lo! gue dari dulu pengen banget loh padahal, tapi gue gak pernah kepilih," ucap Gio.
"Yaudah, kalau emang lo mau banget, gue bakal bilang ke Pak Adam biar lo yang gantiin gue buat jadi koordinator," ucap Farel.
"Eh, gak usah, Rel. Pak Adam ngasih tanggungjawab ini ke lo karena dia percaya sama lo, lo gak boleh nyia-nyian kepercayaannya Pak Adam, kalau gue mah gampang nanti juga gue ada lah kesempatan buat jadi koordinator," ucap Gio.
Padahal Gio bicara seperti itu karena harus menyemangati Farel, kalau Gio sendiri sangat malas mengemban tanggungjawab itu walaupun hanya menjadi koordinator untuk bonus perayaan, Gio bukan tipe orang yang aktif saat sekolah maupun di masyarakat sehingga ia lebih suka dengan hal-hal yang lebih santai seperti rebahan.
"Kamu gak usah khawatir nanti biar aku bantu, aku dulu kan jadi ga pernah jadi koordinator bonus perayaan," ucap Lita.
"Hem," jawab Farel yang tiba-tiba saja ia malas saat melihat Lita.
__ADS_1
.
Malam harinya Raila tengah tidur santai di kasur, ia sedang menunggu Farel pulang kerja karena barusan Farel mengabarinya jika ia sudah pulang. Sebenarnya Raila sedang menunggu titipannya, tadi Raila meminta Farel untuk membelikan keju padahal Raila tidak menyukai keju, tapi tiba-tiba saja ia ingin memakan keju.
Setelah menunggu berabad-abad bagi Raila, akhirnya terdengarlah suara suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar, "Mana keju yang aku pesan?" tanya Raila yang langsung berdiri dan menghadang Farel.
"Astaga sayang sabar sedikit ya ini aku baru aja datang langsung di tagih kejunya," ucap Farel dan membuka kantong plastik putih yang ia bawa.
Mata Raila berkaca-kaca saat melihat Farel mengeluarkan keju yang ia pesan. Sedangkan, Farel langsung terkejut bahkan sampai panik melihat Raila yang sebentar lagi akan meneteskan air mata.
"Kamu kenapa sayang kok kayak mau nangis gitu? aku ada salah ya sama kamu? maaf ya, kamu boleh kok marahin aku, aku gak akan balas janji, tapi kamu jangan nangis, ayo sini cerita ke aku kenapa kamu sedih sampe mau nangis gitu?" tanya Farel yang membawa Raila ke pelukan hangatnya.
Raila memberontak saya Farel memeluknya, Farel pun mengerutkan keningnya melihat penolakan dari istrinya karena biasanya Raila akan dengan senang hati berada di pelukannya, "Aku gapapa kok, aku cuma terharu aja akhirnya aku bisa ngeliat keju secara langsung, kalau gitu kamu bersih-bersih dulu, aku mau panggang kejunya," ucap Raila.
Farel sampai bengong dan tidak tahu harus merespon apa perkataan dari istrinya itu hanya karena keju sampai membuat Raila terharu, ingin sekali Farel protes karena Raila terlalu berlebihan dengan perkataannya tadi, tapi ia urungkan saat melihat binar bahagia dari mata istrinya itu.
Raila tidak memedulikan Farel, ia hanya fokus untuk melelahkan keju yang ia pesan tadi, beberapa saat kemudian Farel pun sudah bersih dan segar karena ia memang baru saja mandi, "Udah?" tanya Farel yang melihat Raila membawa keju yang sudah meleleh di piring.
"Terus ceritanya badanku harus keras atau empuk nih?" tanya Farel.
"Empuk aja gimana biar gak ada cewek-cewek yang ngeliat kamu penuh nafsu," ucap Raila.
Farel mencubit pelan hidung Raila hingga membuat sang empunya mendengus kesal, "Kenapa di cubit sih udah tahu hidungku itu mancung?" tanya Raila dengan mengerucutkan bibirnya.
"Gemes aku tuh," ucap Farel.
"Udah ah males sama kamu mending aku makan kejunya," ucap Raila dan membawa keju tersebut ke atas pangkuannya.
"Bukannya kamu gak suka sama keju ya, tapi kok kamu malah doyan gini?" tanya Farel.
__ADS_1
"Aku juga tahu tiba-tiba pengen, mungkin karena tadi aku lihat mukbang orang Korea, dia lagi makan ayam pake keju gitu, tapi anehnya aku malah pengen kejunya bukan ayamnya terus kamu tahu tadi aku lihat masa ada yang makan gurita mentah ih jijik, tapi aku kan jadi pengen," ucap Raila yang semakin ngawur menurut Farel. Farel tidak akan membiarkan Raila memakan makanan yang tadi dia bilang, tidak akan.
"Kamu mau?" tanya Raila.
"Gak, kamu makan aja aku lihat kamu makan juga udah kenyang," ucap Farel.
"Dasar gombal," ucap Raila dan kembali memakan kejunya.
"Oh iya, mungkin aku akhir-akhir ini bakal sering telat pulangnya," ucap Farel.
"Kenapa?" tanya Raila dengan mengerutkan keningnya.
"Karena aku di pilih jadi koordinator bonus perayaan untuk tahun ini," ucap Farel.
"Emangnya kapan bonus perayaannya?" tanya Raila.
"Kira-kira Minggu depan," ucap Farel.
"Acara yang pernah kamu bilang ke aku dulu kan?" tanya Raila dan diangguki Farel.
"Aku juga mau bilang kalau dua hari lagi tim editorku bakal di undang ke acaranya novel Photography," ucap Raila.
"Bukannya kamu suka banget sama novel itu?" tanya Farel dan diangguki Raila.
"Makanya aku merasa beruntung karena bisa ketemu langsung sama penulis sama visualnya Anggara," ucap Raila.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.