
"Jadi lo sengaja," ucap Farel dengan dingin bahkan aura Farel sudah terlihat benar-benar menakutkan bagi Lita.
"Rel, a aku gak -," belum sempat Lita menyelesaikan perkataannya, Farel sudah menyelanya.
"Gue selama ini diem aja karena lo gak ngerugiin gue, tapi tindakan lo tadi bener-bener bikin gue muak, lo uda bikin rumah tangga gue di ambang kehancuran, lo manusia terburuk di dunia, Ta!" teriak Farel.
"Rel, tenang, Rel. Jangan teriak-teriak kayak gitu kasihan Lita dia udah mau takut," ucap Gio dan menahan Farel yang siap memukul Lita.
"Gue gak pernah ganggu lo, Lit. Tapi, lo tega ngelakuin hal rendahan kayak gitu kali lo butuh uang lo bilang gue bakal bantu lo!" teriak Farel.
"Rel, sabar jangan emosi," ucap Gio.
"Gak bisa, Gi. Nih cewek sengaja meluk gue pas tahu Raila datang ke restoran, sekarang Raila marah ke gue," ucap Farel.
"Lo kan bisa jelasin baik-baik sama Raila," ucap Gio.
"Kalau gue hsia jelasin baik-baik ke Raila gak bakal ke sini," ucap Farel yang sangat kentara jika ia saat ini frustasi.
"Rel, maaf," ucap lirih Lita.
"Lo tahu, Lit. Raila itu satu-satunya perempuan yang sangat gue sayangi setelah keluarga gue, Raila itu perempuan yang selalu ada buat gue dia terima gue apa adanya bahkan dia rela belain gue sampai dia harus di usir sama keluarganya, gue sayang sama dia, Lit. Gue tahu lo suka sama gue, tapi sayang gue cuma buat Raila seorang," ucap Farel yang membuat Lita terkejut pasalnya ia tidak pernah memberitahukan perasaannya pada siapapun apalagi pada Farel.
"Kok kamu bisa tahu, Rel?' tanya Lita.
"Anak kecil juga bakal tahu, Lit. Dari sikap lo sama gue selama ini, tapi gue gak pernah Suak sama lo sedikitpun, Lit. Jadi gue harap lo bisa lupain gue karena gue cuma sayang dan mau bahagia sama Raila," ucap Farel.
Mendengar jika sudah tidak ada tempat lagi bagi dirinya di hati Farel membuat Lita sadar jika selama ini ia salah, "Maaf, Rel," ucap Lita.
"Maaf lo juga gak bakal bisa balikin semuanya, Lit," ucap Farel.
"Mau kemana lo?" tanya Gio.
"Gue juga gak tahu, tapi untuk sekarang gue mau sendiri dulu," ucap Farel lalu pergi dari restoran dan menuju penthouse miliknya.
Farel juga memiliki apartemen, tapi itu hanya untuk barang-barang yang tidak ia gunakan. Sedangkan, untuk tempat tinggalnya ia lebih sering ke penthouse miliknya yang terletak di pusat kota dan termasuk ke dalam penthouse termahal di dunia.
Saat sedang beristirahat tiba-tiba ponselnya berdering, "Apa?" tanya Farel tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
"Apa! ini Mama kalau kamu lupa," ucap Mama Aurel.
"Huh, maaf, Ma. Apa ada?" tanya Farel.
"Mama itu mau tanya kamu kapan nih sama Raila ke rumah?" tanya Mama Aurel.
"Kapan-kapan, Ma," jawab Farel.
__ADS_1
"Kamu itu ya, kalian udah nikah dua bulan loh, tapi kalian belum ke rumah," ucap Mama Aurel.
"Farel gak tahu, Ma. Kapan waktu yang tepat buat ngajak Raila, nanti Farel pasti bakal ajak Raila kok," ucap Farel.
"Yaudah, kalau gitu Mama pengen denger suaranya Raila dong," ucap Mama Aurel.
"Gak bisa, Ma," jawab Farel.
"Kenapa gak bisa?" tanya Mama Aurel.
"Farel lagi gak di kos dan gak bareng sama Raila," ucap Farel.
"Terus kamu dimana?" tanya Mama Aurel.
"Farel lembur," ucap Farel.
'Maafin Farel, Ma. Farel udah bohong sama Mama, tapi Farel mau selesain semuanya dulu, Ma. Setelah itu Farel bakal bilang semua ke Raila,' ucap Farel dalam hati.
"Kamu jangan sering lembur, Rel. Kasihan istri kamu dia harus sendirian di kos," ucap Mama Aurel.
"Iya, Ma. kalau gitu Farel mau lanjut kerja," ucap Farel.
"Yaudah, hati-hati ya," ucap Mama Aurel dan diangguki Farel padahal Mama Aurel tidak lama tahu hal itu.
"Kenapa lo sama Bu Bos" tanya Joven yang duduk di sofa mahal milik Farel.
"Gue lagi berantem sama Raila," ucap Farel.
"Berantem kenapa?" tanya Marvel.
Farel pun menceritakan semua yang terjadi dan sahabatnya pun mendengarnya dengan seksama tidak ada yang menyelanya hingga Farel menceritakan semuanya.
"Berarti sekarang Raila di kos sendirian dong?" tanya Evan.
"Hem," jawab Farel.
"Saran gue lo pulang kasihan Raila sendirian di kos," ucap Marvel.
"Gue pengennya gitu, tapi gue gak bisa, gue bakal pulang setelah amarahnya Raila reda," ucap Farel.
"Emang lo tahu kapan amarahnya Raila bakal reda?" tanya Marvel.
"Seminggu, maybe," ucap Farel.
"Ck, gue terserah lo deh, emang ya lo itu susah kalau di kasih saran," ucap Marvel.
__ADS_1
.
Disisi lain, setelah kepergian Farel, Raila hanya melamun tanpa melakukan apapun, "Apa keputusanku buat mengajukan perceraian itu bener ya?" tanya Raila pada dirinya sendiri.
Raila hanya diam di kamar tidak melakukan apa-apa hingga nada dering ponselnya pun membuyarkan lamunannya, "Halo," sapa Raila.
"Hem, apa ini Raila?" tanya seorang perempuan melalui sambungan telepon tersebut.
"Iya, ini siapa ya?" tanya Raila.
"Saya Lita rekan kerjanya Farel," ucap Lita. Ya, Lita lah yang menelpon Raila.
"Ada perlu apa ya?" tanya Raila. Matanya tiba-tiba perih saat mendengar nama Farel apalagi seorang perempuan yang menelponnya.
"Saya minta maaf atas semua yang saya lakukan terhadap kamu apalagi karena saya rumah tangga kamu dan Farel saya ini tidak baik-baik saja hiks hiks hiks," ucap Lita dan akhirnya mulai meneteskan air mata.
"Maksudnya apa ya, maaf saya masih tidak mengerti dengan apa yang anda katakan?" tanya Raila.
Sebenarnya Raila mengerti, tapi ia ingin mendengar penjelasan dari kita secara langsung, jujur saja Raila mulai takut karena perkataannya tadi pasti membuat Farel sakit hati dan marah padanya.
"Maaf, saya memeluk Farel dengan sengaja karena melihat anda yang akan masuk ke dalam restoran," ucap Lita.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Raila.
"Karena saya di suruh seseorang, jika saya memeluk Farel saya anda akan masuk ke dalam restoran maka saya akan mendapat uang, maaf. Karena saya butuh uang saat ini untuk biaya operasi kakak saya," ucap Lita yang tidak bisa menahan tangisannya.
"Siapa yang menyuruh anda?" tanya Raila.
"Nona Angel dan Tuan Henry dari Laksani grup," ucap Lita.
'Angel, kau benar-benar keterlaluan,' ucap Raila dalam hati.
"Maafkan saya," ucap Lita.
"Saya maafkan, terima kasih karena sudah menjelaskan semuanya," ucap Raila lalu memutuskan sambungan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari Lita.
"Jadi itu semua hanya salah paham, maaf, Rel. Aku udah nuduh kamu yang gak-gak, aku yakin saat ini kamu pasti kecewa dan wajar kalau kamu milih pergi," gumam Raila.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1