Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Flashback I


__ADS_3

"Sayang, kamu gapapa?" tanya Mama Aurel.


"Saya gapapa kok, Nyonya," ucap Raila.


"Sayang, jangan panggil Nyonya, panggil Mama, kamu itu menantu kesayangan Mama, maafin Mama dan seluruh keluarga Mama yang udah sembunyiin semuanya, hiks hiks hiks," ucap Mama Aurel.


"Mama kok nangis, seharusnya Raila yang minta maaf ke Mama, Mama gak salah apa-apa kok," ucap Raila.


"Kamu hari ini sama Mama aja ya," ucap Mama Aurel.


"Iya, hari ini Raila sama Mama aja," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kita ke kamar Mama," ucap Mama Aurel.


"Loh, Ma. Terus Farel sama siapa dong kalau Raila sama Mama?" tanya Farel.


"Kamu sama Papa kamu sana, Mama mau girls time sama Raila," ucap Mama Aurel, lalu membawa Raila masuk ke dalam kamar.


"Kamu sih, jadi Papa gak bisa berduaan sama Mama" ucap Papa Aaron.


"Loh kok Farel sih, di sini Farel juga gak bisa berduaan sama Raila, padahal Farel sama Raila baru aja baikan," ucap Farel.


"Itu sih salah kamu sendiri," ucap Papa Aaron.


"Kamu mau kemana?" tanya Papa Aaron, yang melihat Farel berjalan menuju kamar Mama Aurel.


"Ya, mau jemput bidadari hatinya Farel dong," ucap Farel.


"Kamu kenapa amsuk ke sini?" tanya Mama Aurel.


"Farel gak bisa, Ma. Kalau gak ketemu sama bidadari hatinya Farel," ucap Farel, lalu naik ke ranjang king size milik Mama Aurel dan memeluk Raila dari belakang.


"Apa sih, Rel. Ada Mama tahu," ucap Raila, yang mencoba melepaskan pelukan Farel.


Tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka dan menampilkan seorang pria yang umurnya cukup jauh dengan Farel. Namun, kelakukannya sama dengan Farel siapa lagi kalau bukan Papa Aaron.


Papa Aaron pun menghampiri Mama Aurel dan memeluknya dari belakang, sama seperti Farel yang saat ini memeluk Raila.


"Sayang, kamu coba cerita kenapa kamu bisa di pecat dan di tuduh mencuri di kos, tadi katanya kamu mau cerita?" tanya Mama Aurel.


Raila yang memang tadi sempat ingin menceritakan semuanya pada Mama Aurel pun bingung karena di kamar Mama Aurel saat ini ada Farel dan juga Papa Aaron.


"Gapapa sayang, cerita aja. Anggap aku sama Papa gak ada di sini," ucap Farel.


'Huh, mungkin ini saat yang tepat buat aku ceritain semuanya ke keluarga Farel,' ucap Raila dalam hati.

__ADS_1


Jadi waktu itu...


# Flashback On #


Setelah Farel pergi dari kos, Raila merasa bersalah apalagi setelah Lita menelponnya dan mengatakan semuanya, "Jadi semua ini cuma salah paham, aku ngerasa bersalah banget sama Farel, aku yakin Farel pasti sekarang sedih dan kecewa ke aku," gumam Raila


.


Sudah dua hari Raila ingin sekali mengubungi Farel, tapi gengsinya yang terlalu tinggi. Jujur saja Raila berharap Farel kembali ke kos hari ini, tapi sepertinya semuanya sia-sia karena saat Raila bangun dari tidurnya di pagi hari, ia tidak melihat tanda-tanda atau keberadaan Farel.


"Apa Farel bener-bener pergi dari aku ya, harusnya dia berusaha lagi buat aku gak marah, tapi ini apa. Dia malah nyerah dan ninggalin aku, ck dasar Farel suami gak peka," gumam Raila.


Setelah bersiap-siap Raila pun menuju tempat kerja karena ia sudah izin selama dua hari, saat sampai di sana Raila melihat kantor masih sepi padahal sudah jam 8 pagi, biasanya kantor ramai sejak jam 7, "Ini kemana semuanya kok gak ada ya?" tanya Raila pada dirinya sendiri.


Raila pun menaruh tasnya dan melihat ke sekeliling kantor dan juga mengambil beberapa berkas mengenai novel yang akan ia bimbing, baru saja berhenti di ruang kerja Pak Gibran yang sedikit terbuka.


"Tumben ruangan Pak Gibran kebuka biasanya kan gak pernah kebuka, orang kalau kebuka dikit aja orangnya langsung koar-koar gak jelas," ucap Raila dan memegang gagang pintu tersebut.


Namun, gerakannya terhenti saat ia melihat seseorang berada di ruangan tersebut, "Pak Gibran jam segini udah dateng kayaknya gak mungkin deh, biasanya Pak Gibran kalau dateng siang loh," gumam Raila.


Saat orang yang berada di dalam ruangan tersebut menghadap ke kiri barulah Raila tahu siapa orang itu meskipun orang itu tidak melihatnya, "Bukannya itu Dandi, kenapa dia ke ruangannya Pak Gibran, tanya ah," gumam Raila.


Baru saja akan masuk ke dalam ruangan tersebut, Raila dikejutkan dengan suara Dandi yang sedang menelepon seseorang yang entahlah Raila pun tak tahu siapa itu.


"Tenang aja kantor gak bakal bangkrut kalau gue curi segini, uang kantor banyak kok," lanjut Dandi.


Raila yang awalnya ingin menghampiri Dandi pun mengurungkan niatnya dan kembali ke ruangannya lalu mengerjakan berkas-berkasnya, "Oke, Rai. Anggap kalau lo gak tahu dan gak ngelihat semuanya," gumam Raila.


.


Disisi lain, Dandi yang baru saja keluar dari ruangan Pak Gibran dan berniat untuk mengirimkan uang tersebut kepada orang yang tadi ia telepon pun dikejutkan saat seorang perempuan cantik berdiri di depannya, "Siapa lo?" tanya Dandi.


"Lo udah ketahuan nyuri uang bos lo," ucap perempuan tersebut.


"Siapa lo?" tanya Dandi.


"Kenalin gue Angel," ucap Angel.


"Ada urusan apa lo sama gue?" tanya Dandi.


"Slow aja gak usah ngegas, gue cuma mau ngasih tahu ke lo, kalau Raila tadi lihat lo ngambil uang ini di ruang kerja bos lo," ucap Angel, yang membuat Dandi terkejut.


"Hah! Raila tahu kalau gue ngambil uang ini," ucap Dandi.


"Tapi, lo gak perlu khawatir lo bisa ngelakuin sesuatu supaya lo gak di curigai oleh orang kalian lo yang ngambil uang itu," ucap Angel.

__ADS_1


"Gimana caranya?" tanya Dandi.


"Lo ambil 20 juta dan yang 7 juta lo taruh di loker Raila," ucap Angel.


"Hah! caranya gimana gue bisa taruh uangnya di lokernya Raila secara kan yang bisa buka lokernya cuma Raila soalnya kuncinya cuma di pegang Raila?" tanya Dandi.


"Ini," ucap Angel dan memberikan sebuah kunci pada Dandi.


"Lo yakin ini gapapa?" tanya Dandi dan diangguki Angel.


"Lo, gak perlu khawatir sisanya 7 juta bakal gue kirim ke rekening selingkuhan lo itu, tapi lo harus berhasil buat orang-orang percaya kalau Raila itu yang nyuri uangnya, gimana?" tanya Angel.


"Oke," ucap Dandi dan mengambil kunci tersebut.


"Tapi, gue harus hapus rekaman cctv di kantor," ucap Dandi.


"Lo gak perlu khawatir soal itu, karena anak buah gue udah nyelesain semuanya," ucap Angel.


.


Kembali ke Raila, hari ini ia benar-benar tidak fokus sampai ia harus melewatkan makan siang, "Siapa yang nyuri uang saya?" tanya Pak Gibran dengan suara lantangnya.


Sontak membuat Raila dan beberapa pegawai yang sedang bekerja pun terkejut dan melihat kearah Pak Gibran yang baru saja masuk ke ruang editor.


"Ada apa, Pak?" tanya Dandi.


"Uang saya 27 juta hilang, siapa yang ambil cepat ngaku?" tanya Pak Gibran.


"Kayaknya gak ada dari kita deh, Pak," ucap Isna.


"Mungkin aja salah satu dari kita, soalnya kan yang sering masuk ke ruang kerjanya Pak Gibran itu tim editor," ucap Dandi.


"Benar kata Dandi," ucap Pak Gibran.


"Yaudah, gimana kalau kita periksa meja semua tim editor, Pak?" tanya Dandi.


"Iya, saya setuju," ucap Pak Gibran.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2