Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Mengalami Kebakaran


__ADS_3

"Aku lanjut ya, jadi setelah itu bisnis Kakek dihancurkan oleh keluarga Revion, ia benar-benar tidak memiliki apapun dan selingkuhannya juga stress karena jatuh miskin, lalu beberapa tahun setelah itu, aku juga lupa tepatnya berapa tahun yang jelas saat itu aku udah SMA dan Tante Calista datang untuk meminta bantuan pada keluarga Revion, tapi sayang dia justru membuat Tante Gea keguguran," ucap Farel.


"Hah! Tante Gea keguguran!" Raila benar-benar terkejut mendengar cerita Farel.


"Semua itu karena Tante Calista, Tante Calista datang untuk meminta bantuan, tapi keluarga Revion terlanjur sakit hati dengan Kakek dan juga keluarganya sebab itu keluarga Revion tidak ada yang mau membantu hingga saat Tante Gea yang batu saja turun dari mobil dan tidak menyadari Tante Calista pun menjadi korban. Tante Calista mendorong Tante Gea hingga perut Tante Gea bersentuhan dengan tanah dan Tante Gea mengalami pendarahan hebat. Akhirnya Tante Gea pun di bawa ke rumah sakit, tapi sayang anaknya tidak bisa di selamatkan," ucap Farel.


"Usia kandungan Tante Gea berapa?" tanya Raila.


"Kalau gak salah 16 Minggu," ucap Farel.


"Anak yang di kandung Tante Gea itu Kakak Rendy atau adiknya?" tanya Raila.


"Adiknya," ucap Farel.


"Rel, hem. Keluarga Revion itu dari Kakek atau Nenek kamu?" tanya Raila.


"Dari Kakek, tapi karena mereka melihat kelakuan b***t Kakek, maka semua harta warisannya diganti atas nama Papa karena Kakek anak tunggal dan tidak punya saudara. Jadi sekarang keturunan keluarga Revion itu hanya Papa dan Tante Gea. Sedangkan keluarga Kakek itu udah gak ada lagi," ucap Farel.


"Ehm, terus selingkuhannya Kakek kamu itu sekarang gimana?" tanya Raila.


"Dia di rumah sakit, lebih tepatnya rumah sakit jiwa. Setelah Kakek bangkrut dia stress apalagi beberapa bulan setelah bangkrut Kakek meninggal karena stroke," ucap Farel.


"Kenapa Tante Calista sampai sekarang pengen balas dendam ke keluarga Revion? kalau menurutku di sini malah Kakek kamu dan ibunya Tante Calista sendiri yang salah," tanya Raila.


"Namanya juga orang gila harta," ucap Farel.


"Kayak keluargaku ya, hahahaha," ucap Raila dan tertawa.


"Oh iya, kapan mau jenguk orangtua kamu?" tanya Farel.


"Emang harus ya, aku males banget ketemu sama mereka. Nanti malah aku di hina kayak dulu lagi atau gak nih ya mereka pasti bakal cari perhatian ke kamu," ucap Raila.


"Gak boleh gitu, gimanapun mereka itu mertuaku," ucap Farel.


"Ish, aku yang anaknya aja gak nganggep mereka," ucap Raila.


"Kamu mau maafin mereka?" tanya Farel.


"Ya, gaklah," ucap Raila.


"Kamu tahu gak aku itu pengen banget bisa akrab sama mertuaku, aku pengen banget manggil mertuaku dengan sebutan Papa dan Mama karena selama ini aku manggil mertuaku Om dan Tante," ucap Farel.


"Maaf," ucap Raila.


"Loh, kok kamu malah minta maaf sih, kamu itu gak salah apa-apa kok," ucap Farel.

__ADS_1


"Tapi, kan semua ini gara-gara keluargaku, kalau aja kamu dapet perempuan dengan keluarga yang lebih baik mungkin keinginan kamu bakal terwujud," ucap Raila.


"Kalau seandainya aku malah ketemu perempuan lain dan bukan kamu justru hidupku akan hancur, aku gak akan bisa melanjutkan hidup lagi. Kamu itu segalanya untuk aku, Rai," ucap Farel.


Raila yang mendengar perkataan Farel itu tiba-tiba merasakan panas di pipinya, "Ini kenapa pipinya merah-merah kayak gini hm?" tanya Farel.


"Aku mau tidur ngantuk," ucap Raila.


"Silahkan tidur tuan putri," ucap Farel dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Lepas dulu," ucap Raila.


"Gak mau, aku gak bisa tidur kalau gak kamu peluk," ucap Farel.


Raila hanya memutar bola matanya karena Farel yang saat ini sedang manja.


"Rai, aku jadi pengen deh tinggal kayak dulu," ucap Farel.


"Kayak dulu maksudnya?" tanya Raila.


"Iya, kayak dulu sebelum kamu tahu siapa aku, dulu kita tidur dempet-dempetan di kos," ucap Farel.


"Gara-gara kamu bicara soal kos, aku tiba-tiba kepikiran kasurku dulu ya Yanga ku diusir dari kos," ucap Raila.


Mendengar perkataan Raila, Farel baru ingat jika kasus Raila belum selesai sepenuhnya, ia harus mencari tahu siapa yang sudah menuduh istrinya itu, "Sayang bentar ya, aku mau ke tempat Evan dulu," ucap Farel.


"Aku lupa ada kerjaan yang belum aku periksa, kamu tidur aja dulu. Aku cuma sebentar kok," ucap Farel dan diangguki Raila.


Setelah mendapat izin dari Raila, Farel pun keluar dari kamar dan menuju kamar yang Evan gunakan. Farel masuk begitu saja membuat Evan dan Joven yang sedang bermain game online di ponselnya pun terkejut.


"A****g lo! gara-gara lo gue salah nembak gebetan gue kan," ucap Joven.


"Van," panggil Farel.


"Hem," Evan benar-benar fokus dengan gamenya dan menjawab panggilan Farel hanya dengan deheman saja.


"Kalau sampe hitungan ke 3 lo gak berhenti main, gue bakal pastiin posisi lo gue ganti," ancam Farel.


Evan yang mendengar ancaman maut dari Farel pun menghentikan gamenya dan menatap tajam Farel, "Apa sayangku Farel," ucap Evan, dengan manja.


"Ih, jijik," ucap Joven.


"Ck, kenapa?" tanya Evan.


"Lo udah cari tahu soal kasus Raila di kos dulu?" tanya Farel.

__ADS_1


"Batu inget lo kalau ada kasus itu, gue kirain lo gak mau tahu soal kasus itu," ucap Evan.


"Gimana hasilnya?" tanya Farel.


"Percuma juga lo mau hancurin kos itu," ucap Evan.


"Kenapa emangnya? mereka pantes kok hancur bahkan kalau bisa tutup aja kos itu," ucap Farel.


"Gak usah lo suruh kos itu juga udah tutup kali," ucap Evan, dengan santai.


"Hah! maksud lo apa?" tanya Farel.


"Ck, kos lo yang dulu itu mengalami kebakaran dan semua bangunannya ludes dan pemiliknya juga ikut kebakar," ucap Evan, yang membuat Farel dan Joven terkejut bukan main.


"Lo tahu dari mana?" tanya Farel.


"Gue yang cari tahulah, kan lo pernah nyuruh gue buat cari tahu soal kasusnya Raila di kos itu," ucap Evan.


"Sejak kapan kos itu kebakaran?" tanya Farel.


"Kalau gak salah sekitar seminggu setelah Lana grup bangkrut dan identitas lo ketahuan," ucap Evan.


"Terus siapa aja korbannya?" tanya Joven.


"Yang meninggal itu ada tiga orang yaitu pemilik kos, sama perempuan yan suka sama lo dan ibu-ibu yang waktu itu ngegas ke Raila dan lo tahu mereka itu meninggal di tempat yang sama yaitu di kamar lo dulu," ucap Evan.


"Kenapa mereka bisa di kamar gue yang dulu, setauku gue kamar mereka jauhan?" tanya Farel pada dirinya sendiri.


"Lo mau tahu siapa yang ngelakuin semua ini," ucap Evan.


"Kenapa?" tanya Farel dan Joven.


"Semua ini perbuatannya dua saudaranya Raila itu," ucap Evan.


"Dua saudaranya Raila siapa? Lexa sama Kak Keanu?" tanya Farel.


"Bukan yang saudara kandungnya, tapi yang si Angel Angel itu loh," ucap Evan.


"Angel sama Henry?" tanya Farel dan diangguki Evan.


"Mereka benar-benar Laur biasa, tapi kenapa mereka ngelakuin itu semua?" tanya Farel.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2