
"Heh! gak usah pegang-pegang ya. Gue tahu lo nyesel, tapi lo percuma aja nyesel karena gak akan ngerubah apapun. Asal lo tahu ya Van, gue pergi dari lo bukan karena kemauan gue sendiri, tapi lo yang nyuruh gue buat pergi dan sekarang setelah semuanya terungkap lo dengan entengnya minta maaf ke gue, punya otak gak lo!" ucap Raila.
"Maafin gue Rai, hiks ... hiks ... gue nyesel udah ngelakuin semuanya ke lo," ucap Vanya.
"Lo gak usah khawatir gue udah maafin lo kok," ucap Raila.
"Beneran Rai, berarti kita bisa kayak dulu lagi kan?" tanya Vanya.
"Gue emang maafin lo, tapi kalau buat kita kayak dulu lagi gue gak bisa dan gak mau. Gue gak mau lagi kita kayak dulu karena gue terlanjur sakit hati dengan apa yang udah lo lakuin ke gue," ucap Raila.
"Maafin gue Rai, Rai lo lupa sama Mona, dia pasti sedih kalau kita kayak gini," ucap Vanya.
"Lo juga lupa kenapa kita bisa kayak gini, mungki Mona juga sedih karena sikap lo yang buat kita kayak gini. Udah ah gue males buat ngurusin lo, lebih baik lo pergi dan jauh-jauh dari gue, gue males kalau harus berurusan sama lo," ucap Raila.
"Gue harus apa Rai biar lo mau maafin gue kecuali lo nyuruh gue jauh dari lo, sorry Rai gue gak bisa?" tanya Vanya.
"Yaudah, kalau gitu bye," ucap Raila dan memegang gagang pintu lalu membukanya dan melangkah pergi dari kamar mandi meninggalkan Vanya yang saya ini tengah menangis.
Namun, langkah Raila terhenti lantaran perkataan Vanya selanjutnya yang benar-benar membuat Raila membeku di tempat.
"Gue hamil, Rai. Hiks ... hiks ... hiks," ucap Vanya.
Raila yang sudah diluar kamar mandi pun langsung masuk kembali ke kamar mandi agar percakapannya dengan Vanya tidak di dengar oleh orang-orang, "Apa itu anaknya Dandi?" tanya Raila.
"I ... iya," ucap Vanya.
"Selamat atas kehamilan lo, gue juga turut bahagia kok dengan kabar baik ini. Semoga anak lo nanti lahir dengan sehat tanpa kekurangan apapun ya dan juga lo harus sayang terus sama dia karena lo termasuk orang yang beruntung memiliki anak padahal lo belum nikah. Banyak pasangan suami istri yang menikah belum memiliki anak ada juga yang istrinya udah hamil, tapi sayang Tuhan justru ambil anaknya contohnya kayak gue," ucap Raila.
"Tapi, gue gak tahu Dandi dimana Rai, dia perlu tahu soal anak ini," ucap Vanya.
"Ya, lo cari sendiri sana," ucap Raila.
"Rai, tolongin gue buat ketemu sama Dandi, Farel pasti tahu dimana Dandi. Rai, bantu gue, gue gak mau anak gue gak punya ayah. Gue gak mau anak gue ngalamin hal yang sama kayak yang gue alami, gue gak mau anak gue kurang kasih sayang jangan gue, gue pengen anak gue kayak anak-anak lainnya yang punya orangtua lengkap, hiks ... hiks ... hiks, cuma lo Rai yang bisa bantu gue, gue gak tahu harus minta tolong ke siapa lagi," ucap Vanya.
__ADS_1
"Lo minta tolong si setan Angel aja, dia itu bisa nyelesain semua masalah kok. Kalau yang masalah lo ini kemungkinan Angel bakal ngajak lo aborsi kalo, hahahahaha. Udah ah gue lagi gak mau ketawa, jadi lo cari cara sendiri ya sayangku cintaku manisku," ucap Raila, lalu kelaut dari kamar mandi dan benar-benar meninggalkan Vanya sendirian.
Bohong jika Raila tidak sedih mendengar kabar kehamilan Vanya, bagaimanapun kelakukan Vanya, Raila tetap menganggap Vanya sahabatnya. Raila ingi memeluk Vanya dan menenangkan Vanya, Raila ingin Vanya menjaga kesehatannya dan tidak berpikir jika anaknya kelak akan bernasib sama dengan dirinya. Namun, rasa gengsinya yang membuat Raila harus mengurungkan keinginannya itu dan justru merendahkan Vanya. Bukankah saat ini Raila juga tampak seperti Vanya dulu?.
Raila menenangkan dirinya dan menghapus sisa air matanya agar Mama Aurel dan Lea tidak curiga. Setelah semuanya di rasa cukup Raila pun menuju tempat istirahat dan melihat Mama Aurel yang tidur santai di kursi pijat dan Lea yang bermain ponsel.
"Kak Lea udah selesai?" tanya Lea.
"Iya, udah. Mama tidur daritadi atau udah lama?" tanya Raila.
"Mama tidur udah lama malah baru duduk aja udah molor," ucap Lea.
"Hehehe, yaudah kalua gitu gimana kalau kita tunggu Mama bangun aja kasihan kalau dibangunin," ucap Raila dan diangguki Lea.
Sambil menunggu Mama Aurel bangun, Raila dan Lea saling mengobrol satu sama lain dan sesekali mereka memainkan ponselnya. Saat Lea sedang asik dengan ponselnya dan Raila fokus dengan keadaan sekitar tiba-tiba matanya fokus pada Vanya yang baru saja masuk ke dalam tempat istirahat dan duduk di samping Raila.
Radial sebenarnya sedikit risih karena Vanya terus menatapnya, tapi Raila tidak mau ambil pusing dan lebih memilih mengabaikannya, "Kak, kemarin Guc*i baru ngeluarin produk terbaru loh Kak, temanya itu beruang gitu lucu," ucap Lea.
"Kok tumben beruang," ucap Raila.
"Yaudah, kamu beli aja," ucap Raila.
"Lea udah beli kok Kak," ucap Lea.
"Terus kenapa kamu malah bilang Kakak kalau kamu pengen beli harusnya kamu bilang ke Kakak kalau kamu udah beli," ucap Raila.
"Hehehehe, sama ajalah Kak," ucap Lea.
"Kakak tahu gak, Lea pernah lo bilang kalau Lea pengen liburan berdua aja sama Kak Raila," ucap Lea.
"Oh iya, bagus dong Kakak juga pengen liburan berdua sama kamu. Terus gimana tanggapan Farel?" tanya Raila.
"Masa nih ya, aku bilang kayak gitu Kak Farel gak setuju," ucap Lea.
__ADS_1
"Kenapa gak setuju?" tanya Raila.
"Soalnya Kak Farel gak suka tempat liburannya," ucap Lea.
"Menangnya kamu bakal liburan kemana sama Kakak?" tanya Raila.
"Ke Amazon," ucap Lea.
Raila terkejut dan menatap tidak percaya pada Lea, "Kamu mau ajak Kakak ke Amazon?" tanya Raila, sekali lagi. Ia ingin memastikan jika apa yang ia dengarkan salah.
"Iya, kak," ucap Lea.
"Kamu serius?" tanya Raila dan diangguki Lea.
"Le, masih banyak tempat di dunia ke apa harus ke Amazon, Kakak gak mau kalau ke Amazon. Kakak takut nanti kalau ada piranha yang datang gimana hiiii serem bisa-bisa Kakak mati disana jadi santapan hewan-hewan sana," ucap Raila.
"Seru tahu Kak, nanti sekalian kita belajar flora fauna yang ada di sana," ucap Lea.
"Umur Kakak bukan diumur yang apa buat belajar kayak gitu, masih banyak tempat yang bisa kita datangi buat belajar flora fauna contohnya aku kebun bintang atau gak ke taman nasional daripada harus ke Amazon nakutin tahu," ucap Raila.
"Kak Amazon itu gak nakutin kok percaya sama Lea," ucap Lea.
"Gak mau. Kamu sama pacar kamu sana Kakak mah lebih milih di rumah daripada harus ke sana," ucap Raila.
"Kakak mah sama kayak Kak Farel," ucap Lea.
Vanya sendiri yang mendengar percakapan Antara Raila dan Lea benar-benar meras Airi karena ia tidak bisa seperti itu bahkan buruknya Raila tidak menganggapnyavada saat ini. Vanya hanya tersenyum getir saat melihat Raila dari samping. Ternyata kehidupan rumah tangga Raila baik-baik saja bahkan sangat harmonis, apalagi semenjak identitas Farel terungkap Vanya benar-benar menyesal telah menghina dan merendahkan Farel dan saat ini Vanya sedang memasuki tahap karma.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.