Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Baju Renang


__ADS_3

Farel pun mengendarai sepeda motor maticnya dengan Raila yang memeluk Farel dari belakang, "Udah lama ya kita gak kayak gini, kalau naik sepeda motor kayak gini aku jadi inget dulu waktu kita pacaran," ucap Raila.


"Kamu inget gak sih kalau dulu kamu sering di suruh ke dokter sama temen-temen kamu," ucap Farel.


"Inget banget karena aku pacaran sama kamu kan," ucap Raila.


"Padahal dulu aku gak pernah berpikir bakal pacaran dengan kamu loh yang bisa di bilang idaman semua pria di kampus," ucap Farel.


"Ku kan tahu, kalau aku dulu deketin kamu itu cuma karena tantangan dari temen-temenku, eh ternyata aku malah ngejar-ngejar kamu ya," ucap Raila.


"Kalau seandainya aku nolak kamu waktu itu gimana respon kamu?" tanya Farel.


"Kalau aku mah santai aja. Kamu kan tahu dari dulu banyak yang suka sama aku," ucap Raila.


Bertepatan dengan lampu merah Farel pun menghentikan sepeda motornya, "Kamu gak masalah gitu kalau aku nolak kamu?" tanya Farel lagi.


"Gak, kan masih banyak yang mau sama aku," ucap Raila.


"Beneran?" tanya Farel.


"Iya, lagian kamu juga gak nolak kan. Kalau kamu nolak mana mungkin aku bisa kayak gini sama kamu," ucap Raila dan mengeratkan pelukannya.


"Rai, kamu itu bisa aja buat aku gak bisa marah sama kamu kalau kayak gini," ucap Farel dan Raila hanya cekikikan mendengarnya.


Setalah lampu berubah warna menjadi hijau, Farel pun mengendarai sepeda motor miliknya tersebut sampai di sebuah pantai yang jaraknya tidak jauh dari kota. Farel hanya perlu menempuh perjalanan kurang lebih 35 menit dari rumahnya.


"Padahal ke sini deket loh, tapi kenapa aku gak pernah ke sini ya selama aku hidup," ucap Raila, yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Farel yang sedang memarkirkan sepedanya.


"Wah! bagus banget sih di sini!" terima Raila.


Farel yang melihat Raila bahagia pun tersenyum dan menghampiri istirnya itu lalu memeluk Raila dari belakang, "Kapan-kapan kita liburan lagi ya, mau?" tanya Farel.


"Mau! tapi aku gak mau ya kalau liburannya kayak yang di Dubai, kalau sampai kejadian di Dubai terulang lagi. Aku bakal milih pergi ninggalin kamu," ucap Raila.


"Gak sayang, aku gak akan sebodoh itu buat ngelakuin hal kayak gitu lagi," ucap Farel.


"Alah, kamu tahu kalau kata Lea, kamu itu bodoh kalau masalah percintaan," ucap Raila.


"Lea bilang kayak gitu, wah! kayaknya Lea bakal kehilangan vitaminnya deh," ucap Farel.


"AW, sakit Yang," ucap Farel dan mengusap tangannya yang dipukul Raila.

__ADS_1


"Makanya jangan ancam Lea sampe kamu hilangin vitaminnya Lea, awas aja kalau sampai Lea ngadu ke aku soal vitaminnya yang hilang," ucap Raila.


"Kamu kok kayak lebih sayang gitu sih sama Lea," ucap Farel.


"Jangan bilang kalau kamu cemburu sama Lea?" tanya Raila.


"Mana ada aku cemburu sama Lea. Ya, gaklah," ucap Farel.


"Yaudah, aku kirain kamu cemburu sama Lea," ucap Raila.


"Ish, aku itu gak cemburu, tapi aku iri sama Lea karena dia kayak di sayang banget sama kamu. Aku aja jarang di sayang," ucap Farel.


"Kata siapa kamu jarang di sayang?" tanya Raila, dengan melepaskan pelukan Farel dan menatap garang ke marah Farel.


"Hehehehe, bercanda Yang, jangan marah-marah ih. Padahal kita jalan-jalan mau mempererat hubungan kita loh bukan buat berantem," ucap Farel.


"Kamu sih kalau ngomong ngawur," ucap Raila.


"Iya iya, maafin aku ya sayang," ucap Farel dan diangguki Raila.


"Rel, kita main air yuk," ajak Raila.


"Tapi, kita gak bawa baju ganti loh, gimana kalau kita main pasir aja, kapan-kapan deh kita ke sini, terus bawa baju ganti," ucap Farel.


"Mau gimana lagi," ucap Farel.


"Di sana ada yang jual baju renang gimana kalau kita beli di sana aja," ucap Raila.


"Jangan beli baju renang deh," ucap Farel.


"Loh! kenapa emangnya?" tanya Raila.


"Kamu gak lihat itu baju renangnya kayak gitu, gak bagus buat kamu," ucap Farel.


"Kenapa gak bagus buat aku? malahan menurutku baju renangnya bagus. Aku pasti kelihatan seksi kalau pake baju renangnya," ucap Raila.


"Gak boleh!" teriak Farel, yang tentunya membuat Raila terkejut.


"Gak boleh? maksudnya gak boleh apa?" tanya Raila.


"Kamu gak boleh kelihatan seksi di luar kamar, kamu hanya boleh di dalam kamar. Pokoknya kamu gak boleh pake baju renang itu titik gak pake koma," ucap Farel.

__ADS_1


Raila paham maksud Farel,m dan ia pun tersenyum, "Kamu gak mau tubuh aku jadi tontonan publik ya," goda Raila.


"Ya iyalah, suami mana yang mau tubuh istrinya dilihat banyak orang. Aku aja ngeliat tangan kamu kebuka kayak gini gak rela loh jadi suami," ucap Farel dan memegang punggung tangan Raila.


"Terus aku harus gimana dong, ya masa aku harus pake baju yang nutupin semua tubuhku termasuk telapak tangan sana kaki, gak sekalian aja aku kamu karungin bait gak kelihatan," ucap Raila.


"Gak sampe di karungin juga sayang," ucap Farel.


"Udah ah gak usah lebay, pasti di sana juga ada baju tenang yang tertutup kok, mendingan kita ke sana dulu dan tanya ke penjualnya," ucap Raila dan menarik tangan Farel untuk mengikutinya.


Saat sampai di toko yang menjual macam-macam baju renang pun Raila segera masuk dan melihat beberapa baju renang yang menggoda bagi matanya.


"Bagus banget ya baju renangnya," ucap Raila, saat melihat baju renang berwarna biru langit terpajang cantik di toko tersebut.


"Kamu kalau mau beli itu, beli aja gapapa kok," ucap Farel.


Raila dengan cepat menoleh ke arah Farel dengan tatapan dan senyuman indahnya, "Tapi, kamu pake nya pas di kamar aja jangan di pantai," ucap Farel.


Raila hanya berdecak mendengar perkataan Farel, padahal banyak suami yang membiarkan istrinya memakai baju renang yang terbuat saat di pantai, tapi kenapa suaminya yang ini berbeda dengan para suami lainnya.


"Mbak, saya mau cari baju renang yang tertutup ada gak ya?" tanya Raila, pada penjaga toko.


"Maaf Mbak, untuk baju renang yang tertutup sudah habis dan yang tersisa hanya baju renang yang model seperti ini," ucapnya.


"Kalau gitu kita gak jadi beli Mbak, ayo sayang kita main pasir aja gak usah main air," ucap Farel dan menarik lembut tangan Raila.


"Aku pengen banget main air loh," ucap Raila.


"Tapi, kita gak bawa baju ganti sayang," ucap Farel.


"Oh! ada siapa ini," ucap seorang perempuan yang memakai bikini dan berdiri tepat di hadapan Raila.


"Huh, tiba-tiba mood-ku buat main di pantai hancur sudah," ucap Raila.


"Gimana kalau kita santai-santai di sana," ucap Angel dengan menunjuk tempat kursi panjang di pinggir pantai.


"Ogah, kita pergi aja jangan di sini, bisa pecah kepalaku kalau ketemu sama dia," ucap Raila.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2