Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Melihat Hewan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Revion lebih tepatnya Papa Aaron dan Mama Aurel, pernikahan mereka yang telah memasuki 29 tahun sangat di syukuri oleh mereka. Banyak cobaan yang mereka hadapi, tapi dengan komunikasi dan saling percaya terhadap pasangannya membuat mereka bisa bertahan sampai saat ini.


Perayaan anniversary pernikahan Papa Aaron dan Mama Aurel sebenarnya diadakan nanti malam di hotel Flowersun yakni salah satu hotel terbaik di Asia bahkan hotel ini layak mendapat julukan hotel bintang 7 karena kemewahan dan kemegahan yang ada di dalamnya. Selain itu, hotel ini juga termasuk ke dalam cabang hotel milik Revion grup yang tentunya tidak heran jika perayaan akan diadakan di hotel tersebut.


"Mama cantik banget pake gaun ini," ucap Raila.


"Kamu bisa aja sih sayang," ucap Mama Aurel.


Saat ini Raila dan Mama Aurel berada di kamar Mama Aurel, Raila dimintai oleh Mama Aurel untuk melihat apakah gaun yang akan digunakan nanti malam bagus atau tidak.


Raila sendiri yang melihat gaun mewah milik Mama Aurel hanya mampu membatin karena menurutnya gaun tersebut sangatlah mewah dan tentunya cantik. Raila juga ingin, tapi ia merasa untuk membeli gaun bukanlah hal yang penting sebab itu Raila lebih memilih menggunakan gaun yang sudah pernah ia beli sebelumnya.


"Pokoknya nanti malam Mama itu adalah orang yang paling bersinar dan jadi pusat perhatian di acara," ucap Raila.


"Mama rasa kayaknya nanti kamu deh yang bakal jadi pusat perhatian," ucap Mama Aurel.


"Sayang," panggil Farel, dari luar kamar Mama Aurel.


"Ck, suami kamu itu ya ganggu terus deh, gak bisa apa dia lihat Mama sama kamu bentar aja," ucap Mama Aurel.


"Hehehehe, namanya juga Farel, Ma," ucap Raila.


"Sayang," panggil Farel dan mulai meninggikan suaranya.


"Raila keluar duku ya, Ma," ucap Raila.


"Iya, kamu keluar aja gapapa kok, bisa-bisa telinga Mama sakit denger suara suami kamu itu," ucap Mama Aurel.


Raila pun akhirnya memutuskan untuk keluar kamar Mama Aurel dan saat ia keluar dari kamar Mama Aurel, Raila tidak melihat Farel, "Farel mana?" tanya Raila, pada dirinya sendiri.


Raila pun berjalan hingga melihat Farel yang sedang duduk santai di ruang tamu sendirian, "Kamu kenapa manggil aku?" tanya Raila.


"Eh, sayang. Ini aku tadi habis dari luar terus aku beliin kamu ini," ucap Farel dan memberikan sebuah permen pada Raila.


"Hah, kamu beliin aku permen? buat apa?" tanya Raila.


"Iya, kamu kan suka permen rasa Anggur kan," ucap Farel.


"Terus apa urusannya? kamu aneh deh, kamu kepentok sesuatu ya waktu pulang?" tanya Raila.


"Gak sama sekali sayang, aku emang sengaja pengen beliin kamu ini. Kamu inget gak dulu waktu pacaran kamu pengen banget beli permen ini, tapi dulu aku masih gak punya uang makanya aku gak beliin kamu dan karena sekarang aku udah punya uang jadi aku beliin kamu deh," ucap Farel.


"Tapi, kok cuma satu harusnya kamu kan beliin kamu banyak kalau kamu punya uang," ucap Raila.


"Gak baik makan permen banyak-banyak, udah kamu cukup satu aja," ucap Farel.


"Oh iya, kamu udah lihat gaun Mama? gimana menurut kamu?" tanya Farel.


"Bagus banget gaunnya Mama pasti kelihatan cantik dan elegan nanti malam terus nih ya aku yakin kalau Mama pasti bakal jadi pusat perhatian," ucap Raila.

__ADS_1


"Kalau kamu Suak gaunnya nanti biar aku kasih tahu designernya dan buatin gaun yang kayak gitu juga," ucap Farel.


"Ish, gak perlu. Aku pake gaun yang ada di lemari aja lagian gaunku juga banyak yang belum pernah aku pake juga dan kalau beli baru juga belum tentu nanti di pake lagi jadi kayak percuma gitu," ucap Raila dan diangguki Farel.


"Kalau emang menurut kamu kayak gitu yaudah, oh iya besok kita berangkat ke Belanda ya," ucap Farel.


"Langsung besok?" tanya Raila.


"Iya, langsung besok," ucap Farel.


"Jam berapa berangkatnya?" tanya Raila.


"Mungkin sore-an," ucap Farel.


"Terus kalau pengobatan Papa jadinya gimana?" tanya Raila.


"Papa jadi pengobatan di Belanda dan nanti kita yang akan urus selama Papa melakukan pengobatannya," ucap Farel.


"Beneran Papa di Belanda juga?" tanya Raila dan diangguki Farel.


Radial sangat senang sampai ia memeluk Farel dengan erat, "Aku seneng banget tahu gak," ucap Raila.


"Syukurlah kalau kamu seneng," ucap Farel.


"Papa berangkatnya jua bareng kita?" tanya Raila.


"Kenapa gak bareng kita aja? atau gak kita yang bareng Papa?" tanya Raila.


"Kan aku paginya masih harus ke kantor sebentar," ucap Farel.


"Oh iya lupa," ucap Raila.


"Semoga Papa cepet sembuh dan gak sakit lagi," ucap Raila, yang masih setia berada di pelukan Farel.


"Sama aku juga berharap begitu, aku berharap setelah ini Papa gak ngerasa sakit lagi," ucap Farel.


"Nanti Papa sama Mama kan?" tanya Raila.


"Iya dong, kasihan Mama kamu kalau harus sendirian di sini," ucap Farel.


"Kamu yakin anak buah kamu bisa urus masalah Lexa?" tanya Raila.


"Kamu gak perlu khawatir, anak buahku pasti bisa urus semuanya," ucap Farel dan diangguki Raila.


"Kamu kenapa?" tanya Farel, saat melihat Raila yang terus bergerak dalam pelukannya.


"Aku juga gak tahu, tapi kok aku ngerasa kayak ada yang gak beres ya," ucap Raila.


"Kok bisa?" tanya Farel.

__ADS_1


"Gak tahu, aku ngerasa kayak ada sesuatu yang gak beres atau ada sesuatu yang janggal," ucap Raila.


"Apa?" tanya Farel dan Raila hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau kamu gak tahu gimana aku tahu," ucap Farel.


"Nah itu, aku aja gak tahu," ucap Raila.


"Mungkin cuma perasaan kamu aja kali, udah gak usah dipikirin lagi," ucap Farel.


"Iya, mungkin cuma pikiranku aja kali ya," ucap Raila.


"Atau mungkin kamu kecapean," ucap Farel.


"Tapi, aku kecapean kenapa orang aku gak ngapa-ngapain selama di rumah," ucap Raila.


"Nah, aku juga gak tahu. Gimana kalau kita istirahat aja dulu pasti nanti malam kamu bakal capek," ucap Farel.


"Tapi, ini masih termasuk pagi gak sih," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu kamu mau gimana dong?" tanya Farel.


"Kita lihat-lihat hewan yang ada di belakang yuk, aku pengen banget ke sana sama kamu dari dulu, tapi lupa mau ngajak," ucap Raila.


"Yaudah, kalau gitu ayo kita ke sana. Sebelum kita pindah ke Belanda kota harus lihat-lihat ke sekeliling rumah," ucap Farel.


Mereka berdua pun berjalan menuju halaman belakang dengan bergandengan tangan, "Kayak mau nyebrang aja pake gandengan tangan segala!" teriak Lea.


"Makanya cari pasangan sana biar ada yang bisa digandeng," ucap Farel.


"Lea mah sekarang fokus kuliah dulu nanti kalau udah lulus batu ke acara pasangan!" teriak Lea.


Baru saja Farel akan menjawab tiba-tiba mulutnya sudah dibungkam dengan tangan Raila terlebih dahulu, "Udah gak usah diladeni ucapannya Lea, kamu kayak gak tahu Lea aja dia mah malah suka kalau kamunya jawab," ucap Raila.


"Aku bingung," ucap Farel.


"Bingung kenapa?" tanya Raila.


"Kok bisa ya aku punya adik kayak dia," ucap Farel yang tentunya membuat gelak tawa dari Raila.


Mereka berdua pun melihat hewan-hewan yang sejak dulu dipelihara oleh keluarga Revion, sejak dulu Raila ingin melihat hewan tersebut, tapi ia takut jika harus sendirian dan selalu lupa untuk mengajak Farel. Saat ini akhirnya bisa melihat hewan-hewan tersebut bersama Farel sebelum mereka pindah besok.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2