Menikahi Pria Terkaya

Menikahi Pria Terkaya
Pingsan


__ADS_3

"Katanya sih mereka bakal ngadain pertunangan antara cucu keluarga Laksani dan anak dari Lana grup," Om Zack.


"Hah! pertunangan? cucu yang mana nih yang di jodohin?" tanya Papa Aaron, yang akhirnya ikut penasaran.


"Katanya sih cucu perempuan keluarga Laksani, tapi gak ada yang tahu siapa anak dari keluarga Lana yang di jodohin soalnya anak dari keluarga Lana itu cewek semuanya," ucap Om Zack.


"Apa jangan-jangan si keluarga Lana itu punya cucu di luar nikah?" tanya Papa Aaron.


"Bisa jadi, tapi karena ini pertunangan anak diluar nikah jadi gak terlalu banyak orang yang tahu, tapi untungnya lo tanya ke gue," ucap Om Zack.


"Iyalah, orang lo sekeluarga jagonya gosip," ucap Papa Aaron.


"Hehehe, iya dong. Oh iya, Farel gak ke sini ini istri gue sering banget nanyain dia?" tanya Om Zack.


"Gak, katanya dia sibuk," ucap Papa Aaron.


"Iya sih, seorang Farel mana coba gak sibuk dia mah sibuk terus," ucap Om Zack.


"Sayang!" teriak seorang perempuan di sambungan telepon tersebut.


"Gue matiin dulu ya, ini ratu gue udah dateng," ucap Om Zack.


"Hem, semoga lo besok masih hidup ya," ucap Papa Aaron, lalu memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Udah puas?" tanya Papa Aaron, pada Farel.


"Hehehe, makasih, Pa," ucap Farel.


"Kalian berdua masuk, udah malem banget ini. Awas aja kalau besok kalian masuk angin!" teriak Mama Aurel dari pintu samping.


"Iya, sayangku!" teriak Papa Aaron, lalu berlari menuju Mama Aurel dan merangkul pundak Mama Aurel.


"Rel, cepet masuk. Kasihan menantu Mama sendiriian di kamar!" teriak Mama Aurel.


"Iya, Ma!" teriak Farel dan akhirnya masuk ke dalam rumah dan menghampiri Raila yang tengah terlelap di dalam kamarnya.


Pagi harinya Raila bangun dan tidak melihat keberadaan Farel, "Hem, Farel kok gak ada," gumam Raila.


Akhirnya Raila memilih untuk membersihkan dirinya dan setelah itu ia pun turun ke bawah. Namun, saat di meja makan Raila pun tidak melihat Farel.


"Loh, Ma. Farel mana kok gak ada?" tanya Raila.


"Farel udah berangkat duluan katanya ada urusan mendadak tadi," ucap Mama Aurel.


"Kenapa gak bangunin Raila?" tanya Raila, yang merasa bersalah karena Farel harus menyiapkan keperluannya sendiri.


"Gapapa, katanya tadi dia gak tega bangunin kamu yang kelihatannya lelap banget," ucap Mama Aurel.


"Raila jadi gak enak kalau kayak gitu," ucap Raila.

__ADS_1


"Gapapa, yaudah kamu sarapan dulu, katanya kamu mau ke Bu Yeni kan," ucap Mama Aurel dan diangguki Raila.


.


Disisi lain Farel saat ini berada di ruangannya, "Gimana lo mau ngapain mereka?" tanya Joven.


"Gue mau lo publish semua data yang berkaitan dengan kasus pencucian uang si pemilik Lana grup itu, lo publish itu di televisi buat jadi siaran langsung dan publish itu satu hari setelah acara kerjasama dengan Laksani grup," ucap Farel.


"Lo mau hancurin lama grup?" tanya Evan.


"Gaklah, buat apa gue hancurin lama grup kalau gue masih bisa dapetin keuntungan dari perusahaan itu," ucap Farel.


"Terus lo mau apa dengan publish semua bukti itu?" tanya Marvel.


"Gue cuma mau ngasih lihat aja ke dia siapa tahu dia belum lihat datanya kan," ucap Farel.


"Ah, satu kali lo juga beberin semua skandal anak di luar nikahnya," ucap Farel.


"Lo mau buat acara kerjasama mereka gagal?" tanya Joven.


"Gak dong, masa gue setega itu sama mantan keluarga istri gue," ucap Farel.


"Terus?" tanya Evan.


"Lo mau buat mereka tandatangan kontrak terus lo mau jadi penyelamat untuk Laksani grup saat mereka udah di tipu," ucap Marvel.


"Emang sahabat gue yang satu ini bikin gue bangga," ucap Farel.


"Ya gaklah," ucap Farel.


"Sumpah gue gak paham," ucap Joven.


"Van, jelasin ke Joven," ucap Farel.


"Jelasin apa?" tanya Evan.


"Jelasin maksud dari rencana gue," ucap Farel.


"Lah! gue juga gak paham sama rencana lo, gimana gue bisa jelasin ke Joven coba," ucap Evan.


Farel berdecak melihat asisten pribadinya itu, Farel melihat kearah Marvel yang sibuk dengan berkasnya, "Huh, temen gue gak guna semua," ucap Farel.


"Jadi, gini gue jelasin, pagi hari setelah acara kerjasama lo publish semua bukti mengenai pencucian uang yang dilakukan oleh Maulana itu dan lo juga sekalian publish mengenai anak diluar nikahnya Maulana, dihari yang sama kita Revion grup batalkan kerjasama kita karena dengan Lana grup dengan alasannya karena Lana grup sedang dalam keadaan yang tidak baik dan Revion grup tidak ingin mengambil resiko untuk terus bekerjasama dengan Lana grup," ucap Farel.


"Oh iya, paham gue, terus gimana lo bisa jadi penyelamat di kerjasama mereka?" tanya Joven.


"Ya, Farel ambil alih Lana grup. Ck, gitu aja lo gak tahu," ucap Marvel.


"Lo mau ambil alih Lana grup? caranya?" tanya Evan.

__ADS_1


"Karena itu gue butuh pemeran pengganti," ucap Farel.


"Pemeran pengganti?" tanya Joven dan Evan.


"Masuk!" perintah Farel dan masuklah seorang pria yang sudah Farel kenal sejak dulu.


"Hai! Gi, apa kabar lo?" tanya Farel.


"Gue baik, Rel. Rel, lo gila apa nyuruh gue ke Revion grup," ucap Gio.


Ya, pria yang baru saja masuk adalah Gio yang duku merupakan rekan kerja Farel saat Farel menjadi pengantar makanan.


"Duduk dulu, Gi," ucap Farel.


Guo yang melihat orang-orang yang duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut pun tertegun karena semuanya orang yang berpengaruh.


"Oh iya, Gi. Kenalin ini Joven, ini Evan dan ini Marvel," ucap Farel.


"Gue udah kenal kali, Rel. Mana ada yang gak kenal sama mereka, ya walaupun kadang gue lupa, tapi kalau ngelihat secara langsung kayak gini gue langsung inget mereka siapa," ucap Gio.


"Lo tahu siapa yang lo ajak bicara?" tanya Marvel.


Gio langsung membeku saat mendengar suara tajam Marvel yang terdengar menakutkan, "Di - dia Farel, di - dia dulu ker - kerja bersama saya," ucap Gio.


"Salah! dia ini Zergan," ucap Joven.


"Hah! Zergan, eh maksud saya Tuan Zergan," ucap Gio dan menatap Farel.


Namun, karena keterkejutannya itu tiba-tiba Gio pun tidak sadarkan diri, "Ya, dia malah pingsan," ucap Joven.


"Kenapa sih semua yang baru tahu kalau lo itu Zergan malah kaget dan pingsan gak jelas kayak gini, menurut gue ya, muka lo gak kejam, gak ajak orang-orang jahat gitu, datar juga gak, dingin juga gak, cuek ya lumayan sih, tapi gak separah Marvel malah menurut gue lebih nakutin ngelihat wajah Marvel daripada wajah lo, tapi kenapa semua orang malah lebih kaget kalau ngelihat lo?" tanya Joven


"Mana gue tahu," ucap Farel.


"Gue juga aneh padahal banyak orang yang pernah ketemu sama Farel sebagai Zergan, tapi kenapa pas mereka ketemu lo sebagai Farel gak ada yang tahu, lo pake sihir ya?" tanya Evan.


"Makin aneh pikiran lo," ucap Farel.


Beberapa saat kemudian, Gio pun membuat matanya dan kembali terkejut akan ingatannya, "Maafkan saya Tuan, saya tidak tahu kalau anda adalah Tuan Zergan. Maaf atas kelancangan saya selama in" ucap Gio.


"Udah gapapa, gue mau lo ke sini bukan untuk minta maaf, tapi ada hal lain yang harus lo lakuin," ucap Farel.


"Apa itu?" tanya Gio.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2