
"Jadi kenapa kamu ke kantor?" tanya Raila.
Farel pun mulai menceritakan semuanya, mulai dari ia yang ingin menjemput Raila dan meminta maaf hingga saat sampai di kantor Farel dikejutkan dengan kabar jika Raila yang sudah di pecat dan Farel pun menceritakan jika ia sudah mencari Raila kurang lebih selama satu bulan. Namun, tetap tidak membuahkan hasil.
Bahkan Farel pun menceritakan pada Raila bahwa ia menyuruh Evan untuk membuat iklan di web dan benar saja karena unggahan web tersebut akhirnya Farel dapat bertemu Raila.
Raila sendiri yang mendengar semua cerita Farel sampai menatap cengo suaminya itu. Bagaimana tidak Farel sampai harus membuat iklan untuk mencarinya dan yang lebih gila lagi Farel membayar iklan bahkan orang yang memberikan kabar keberadaan Raila dengan harga yang bisa dibilang fantastis.
"Jadi, kamu juga beliin dia rumah?" tanya Raila.
"Iya, aku udah beliin dia semua kebutuhannya," ucap Farel.
"Kamu gak selingkuh sama dia kan, Rel?" tanya Raila, dengan memicingkan matanya.
"Astaga sayang, ya gaklah. Lagian aku udah gak tahu dia dimana, semuanya itu diurus sama Evan, aku mah tinggal tahu aja," ucap Farel dan dan diangguki Raila.
"Menurutku bukan hanya Dandi yang terlibat dalam masalah ini deh," ucap Raila.
"Emangnya kamu curiga sama siapa lagi?" tanya Farel.
"Angel sama Henry, mereka itu orang yang paling gencar buat aku menderita, entahlah. Tapi, aku aku yakin kalau semua Yanga kau alami ini pasti ada sangkut pautnya dengan mereka berdua," ucap Raila.
"Kalau yang di kos kira-kira kamu ada curiga ke siapa gitu?" tanya Farel.
Sebenarnya untuk masalah di kos, Farel sudah mencurigai beberapa orang karena memang Farel menyuruh orang untuk menyelidiki mengenai kasus tersebut.
"Hem, kalau di kos jujur aja, aku gak curiga ke siapapun. Tapi, aku tetep yakin kalau Angel dan Henry dibalik semuanya," ucap Raila.
"Jadi, mereka berdua yang ada di balik kejadian di kantor dan juga di kos?" tanya Farel dan diangguki Raila.
"Terus kamu mau apakan mereka? atau kamu mau aku yang balas semua perbuatan mereka?" tanya Farel.
"Aku masih bisa sendiri Rel. Aku bakal buat mereka merasakan seperti yang aku alami selama ini dan kamu hanya perlu mengawasi aku, Rel. Saat aku mulai gak kuat dengan semuanya, baru kamu bantuin aku," ucap Raila.
"Apapun yang kamu mau sayang," ucap Farel.
Meskipun Farel mengiyakan perkataan Raila, tapi Farel tidak akan dia saja dan membiarkan Raila melakukannya sendirian. Farel sudah memiliki rencana untuk menghancurkan orang-orang yang sudah melukai Farel.
Selama ini Farel diam saja karena bagi Farel Raila adalah fokus utamanya, tapi sepertinya mereka tidak mengerti arti diam bagi Farel dan dengan seenaknya mereka melukai orang yang selama ini Farel sayangi.
__ADS_1
"Tapi, aku nanti boleh kan pake nama besar keluarga kamu?" tanya Raila.
Farel mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan aneh itu dari mulut Raila, "Sayang, sekarang kamu itu juga bagian dari Revion, jadi kamu gak perlu tanya boleh atau gak kamu pake nama itu, kamu lupa kalau nama kamu sekarang itu bukan lagi Raila Anastasya Laksani, tapi Raila Anastasya Revion," ucap Farel dan mencubit pelan hidung mancung Raila.
"Ish, sakit tahu hidung aku," ucap Raila.
"Makanya jadi orang itu jangan gemesin, kan akhirnya jadi kayak gini," ucap Farel.
"Rel," panggil Raila.
"Kenapa hm?" tanya Farel.
"Hem, kamu punya mantan gak?" tanya Raila.
"Kayaknya dulu aku pernah cerita ke kamu deh, aku gak punya mantan. Orang kamu aja pacar pertamaku," ucap Farel dan Raila menganggukkan kepalanya.
"Kayaknya aku udah mula pikun deh, masa aku udah lupa sih terus juga aku akhir-akhir ini mulai gampang capek," ucap Raila.
"Makanya kamu harus mulai kesehatan, kamu kan gak pernah olahraga gimana kalau kapan-kapan kita olahraga bareng, kamu juga gak pernah nemenin aku olahraga kan," ucap Farel.
"Gak mau, aku lebih suka kasur daripada olahraga," ucap Raila.
Raila memicingkan matanya pada Farel, "Itu mah mau kamu," ucap Raila.
"Emang kamu gak mau?" tanya Farel.
"Eh, ya - ya gimana ya," ucap Raila, yang mulai gugup.
"Kamu kalau mau bilang aja aku dengan senang hati kok bakal ngelakuinnya, bahkan setiap hari pun aku rela begadang," ucap Farel dan mendapat cubitan di tangan kekarnya.
"Awsh, sakit Yang," rengek Farel dan mengusap lengannya yang dicubit radial cukup kuat.
Sebenarnya tidak terlalu sakit, tapi Farel harus mencari perhatian Raila bukan agar dapat di manja-manja, "Rel, kata Mama tadi tuh ya kamu itu sebelum kenal sama aku orangnya kayak kulkas berjalan, tapi kok pas sama aku kamu malah kayak orang gila gini sih, aku tuh pengen deh ngelihat gimana kamu sebelum ketemu sama aku," ucap Raila.
"Ck, kamu aku aku diemin terus, kamu mau aku dingin ke kamu terus aku cuek ke kamu gak perhatian ke kamu. Kamu mau kita kayak pasangan di atas kertas doang gak ajak pasangan lain?" tanya Farel.
"Kalau aku sih mau-mau aja soalnya aku penasaran gimana kalau kamu kayak dulu sebelum ketemu sama aku," ucap Raila.
"Kamu yang mau, tapi aku gak mau ya. Aku gak mau kalau sampe harus buat jauh dari kamu," ucap Farel dan memeluk Raila erat untuk mencari kehangatan.
__ADS_1
"Mulai deh manjanya," ucap Raila.
"Hehehehe,"
Farel semakin memeluk erat Raila hingga Raila terbatuk-batuk dan dengan cepat Farel melepas pelukannya, "Kamu mau buat aku mati ya, keceng banget pelukannya," ucap Raila.
"Maaf Yang, habisnya anget sih," ucap Farel.
Raila hanya memutar bola matanya malas karena sikap Farel yang semakin hari seperti anak kecil saja bahkan kadang Raila merasa jika ia tidak memiliki suami, tapi ia sudah memiliki anak.
"Tapi, kamu hampir buat aku mati tahu, emangnya kamu mau aku tinggal terus kamu jadi duda?" tanya Raila.
"Berarti nanti aku jadi duda hot dong kalau kamu gak ada," ucap Farel.
Raila yang mendengar penuturan Farel pun melotot lalu menatap tajam kearah Farel yang sedang menggerakkan tangan kanannya di dagunya seolah-olah sedang membayangkan atau berpikir sesuatu.
Raila mengambil bantal dan melemparkannya tepat di wajah Farel, Farel yang terkejut pun terjatuh karena ia belum siap akan lemparan banyak dari istrinya itu.
"Kok kamu lempar bantal ke aku si, Yang?" tanya Farel yang berdiri dan mengambil bantal tersebut lalu duduk di samping Raila.
"Makanya jangan mikir yang gak-gak, kalau sampe mikir kayak gitu lagi, bukan hanya banyak yang melayang, tapi semua barang yang ada di kamar ini pun melayang ke wajah kamu," ya o radial, dengan tatapan mengintimidasi.
Bukannya takut, Farel justru gemas dengan istrinya itu. Farel semakin mendekat ke arah Raila dan memeluk Raila kembali, "Yang olahraga malam yuk," ajak Farel.
"Kamu nih, aku lagi antah malah ngajak yang gak-gak," ucap Raila.
"Masa aku harus olahraga malam sama cewek lain sih Yang kalau kamu gak mau," ucap Farel.
Raila yang mendengarnya pun segera melepaskan pelukan tersebut dan menatap tajam Farel, "Awas aja kalau sampe olahraga malam sama cewek lain," ucap Raila, dengan penuh penekanan setiap katanya.
"Makanya aku ngajak kamu," ucap Farel.
"Ck, yaudah cepetan," ucap Raila, yang membaut senyum bahagia di wajah tampan Farel.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.