MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 100_Membakar Api Cemburu


__ADS_3

"Ck..mana bisa aku menolak..ayo" Genie pun pasrah dan akhirnya mandi bersama di sertai 'olahraga' pagi.


Selesai dengan urusan mandi nya..mereka keluar dari kamar menuju meja makan..Ray merangkul pinggang Genie dan berjalan bersama.


"Morning mom,dad" sapa Ray dan Genie tanpa perduli Revya yang menatap kedua nya dengan tatapan iri.


Orangtua Ra menatap Genie dan Ray yang sudah baikan..mereka bersyukur mempunyai menantu yang pengertian seperti Genie,jika saja itu orang lain pasti sudah terjadi guru hara dalam rumah tangga mereka.


"Pagi sayang..sini nak" jawab kedua orangtua Ray tersenyum melihat kemesraan anak mantu nya.


"Sayang duduk lah..mau makan apa hm?" Ray menarik kursi dekat orang tuanya dan menyuruh Genie untuk duduk kemudian dia bertanya kepada Genie mau sarapan dengan apa.


Perhatian sekecil itu mampu membuat Revya panas..dia benar-benar merasa teracuhkan oleh kehadiran Genie..dulu dia masih bisa dekat dengan Ray bahkan mencari perhatian Ray meski Ray jarang menanggapi nya.


Kini semua perhatian telah berpusat pada istri Ray..dia tidak terima di kalahkan oleh orang baru seperti istri Ray itu.. penampilan nya saja biasa saja tidak ada yang menarik dari nya kenapa Ray seakan buta dan memilih nya untuk menjadi istri.


Ck dia tidak terima dengan semua ini..lihat saja nanti akan dia buat perhatian semua orang hanya tertuju pada nya..ya dia akan melakukan apapun agar mendapatkan perhatian dari keluarga ini.


"Em..ka Ray untuk semalam ak__" belum selesai Revya berucap Ray dengan cepat memotong nya.


"Diam" ujar Ray memotong ucapan Revya yang akan membahas lagi masalah tadi malam.


Genie hanya diam memperhatikan sikap Revya..dia tau orang-orang seperti Revya..cih mau bermain-main rupa nya.


'Lihat lah siapa yang akan menang' batin Genie menyeringai menatap Revya yang terlihat kesal.


Trangggg......

__ADS_1


Genie meletakkan sendok makan nya dengan kasar kemudian berdiri dan hendak melangkah hendak meninggalkan meja makan namun langkah nya di tahan oleh Ray.


"Sayang..mau kemana?" tanya Ray bingung melihat Genie hendak meninggalkan ruang makan.


"Pergi" Genie hanya menjawab singkat kemudian menepis tangan Ray dengan cepat dan melangkah pergi.


'Lihat lah bitchh siapa yang akan menang setelah ini' batin Genie tersenyum tipis sambil melangkah menuju kamar.


"Sayang.. Genie..sayang tunggu" Ray mengejar Genie namun kalah gesit dengan gerakan Genie.


"Shitt" Ray mengumpat dan menatap tajam pada Revya yang hanya terdiam menyaksikan pertunjukan Genie.


"Kau..hari ini juga angkat kaki dari rumah ini..jika sampai aku melihat wajah mu lagi jangan salahkan aku mencabik-cabik mu..urus dia mom,dad" ujar Ray menatap Revya dengan tatapan membunuh dan memberi peringatan pada Revya.


"Iya nak..tenang kan lah Genie" ujar mama Ray mengiyakan permintaan Ray.


"Sayang..hey kau mau kemana..jangan bercanda sayang" ujar Ray mencegah Genie yang hendak melangkah keluar kamar.


"Awas" hanya kata itu yang keluar dari mulut Genie.


"Sayang maafkan aku..kumohon tetap di sini..aku sudah bilang pada nya untuk meninggalkan rumah ini secepat nya..sayang please maafkan aku" Ray memeluk Genie erat dan tak melepaskan nya karena takut Genie akan meninggalkan nya.


"Seret dia keluar atau aku yang akan pergi dari mu selama nya" ujar Genie mengancam Ray.


"Sa..sayang..jangan bicara yang tidak-tidak aku tidak suka sayang..baiklah aku akan menyeret nya keluar dari rumah ini..aku janji" Ray benar-benar takut jika Genie pergi dari nya karena Genie bukan lah gadis yang menye-menye dia gadis tangguh yang tak pernah main-main.


Ray menangkup wajah Genie dan mengecup kening serta bibir nya..dia benar-benar takut di tinggal kan genie..dia bisa gila jika itu terjadi bukan hanya gila tapi mati muda.

__ADS_1


Genie memiliki banyak pelindung di keluarga nya..dia tidak mau mati konyol..dia sangat mencintai Genie apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan Genie.. Genie adalah prioritas utama nya.


#


#


Di Ruang Makan......


"Revya bibi mohon pergi lah dari rumah ini..bibi tidak mau rumah tangga mereka hancur karena masalah ini..bibi sudah memperingatkan mu sebelum nya tapi kau seperti nya tidak mendengarkan ucapan bibi..maaf Revya cari lah hotel atau di villa keluarga saja..kau bisa menempati nya" ujar mama Ray yang sedikit kesal dengan tingkah dan sikap Revya.


"Bibi..kenapa kalian jahat sekali padaku.. hanya demi wanita itu kalian tega mengusir ku yang jelas-jelas keluarga kalian..aku akan bilang pada mommy bahwa kalian memperlakukan ku dengan kejam" ujar Revya yang tak terima karena dia di usir hanya demi wanita sialan itu.


Setelah mengucapkan itu Revya menuju kamar nya dan mengemasi barang-barang nya..dia juga menelfon ibu nya tentu saja untuk mengadu domba serta melaporkan kejadian ini pada ibu nya.


Akhir nya dengan berat hati Revya meninggalkan rumah itu dan memilih menempati villa keluarga Cartwright..sementara dia akan di sana dulu sampai mommy nya datang.


"Baiklah aku akan mengalah dulu..lihat saja setelah mommy datang kau akan menyesal telah bermain-main dengan ku wanita sialan" batin Revya mencengkram erat ponsel nya.


Revya pergi dari rumah itu dengan perasaan kesal..api amarah nya benar-benar telah di bakar secara sempurna..dia salah mengira Genie hanya sebagai wanita biasa..dia harus mencari tau siapa Genie sebenar nya.


Setelah kepergian Revya,orangtua Ray kembali duduk dan menikmati sarapan mereka..sedikit tidak berselera karena kejadian tadi..ada perasaan kesal dan dongkol dalam hati mereka.


"Lain kali jika dia datang lagi jangan biarkan dia menginap..seharus nya kau tak biarkan dia menginap kemarin..ck.. untung saja masalah ini tidak sampai terdengar oleh keluarga Genie kalau tidak habis lah kita kau tau sendiri kan bagaimana tuan Rey?" ujar ayah Ray mengingatkan istri nya agar lebih teliti lagi kedepan nya.


"Iya maafkan aku suamiku..aku tidak tau kalau Ray dan Genie akan pulang kemarin..aku juga sudah bilang pada nya bahwa kamar Ray tidak ada yang boleh masuk karena Ray sudah memiliki istri..tapi dia malah tak mendengarkan ku" jelas maka Ray membela diri.


"Ck.. sudah lah lain kali harapan pikir baik-baik" pesan papah Ray pada sang Istri.

__ADS_1


"Iya suami ku..maafkan aku" ujar mamah Ray meminta maaf karena telah lalai.


__ADS_2