
Setelah perempuan itulah pergi.. Genie menuju ke atas tentu saja ruangan Ray yang Genie tuju dia hendak meminta bayarannya..tidak ada yang gratis di dunia ini pemirsa.
Sampailah Genie di lantai teratas..dia melihat sekretaris Ray tampak melihatnya dengan tatapan tak suka..dia bodoh amat bukan levelnya meladeni sekertaris murahan itu.
Genie hanya melewati sekertaris Ray tanpa menoleh..dia terlihat angkuh di depan sekertaris itu tapi jika di depan yang lainnya yang juga ramah padanya dia akan ikut ramah.
Ceklek......
"Mana bayaran ku?" tanya Genie saat sudah di dalam ruangan Ray.
"Astaga..kau ini..bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk..kau itu seperti setan saja" gerutu Ray yang kaget dengan kehadiran Genie yang dadakan kedalam ruangan nya.
"Ck..sudahlah mana bayaran ku?" tanya Genie sekali lagi.
"Kau mau yang bagaimana..kurasa uang kau tidak membutuhkan nya..lalu?" tanya Ray
"Shopping" ucap Genie dengan senyum smirk nya.
"Kenapa perasaan ku tidak enak ya Dnegan melihat senyuman mu itu" ucap Ray sedikit curiga dengan senyuman Genie.
"Sudahlah..cepat ikut atau aku indnag lagi perempuan itu" ucap Genie sedikit menggertak.
"Ck..iya..sebentar ku bereskan pekerjaan ku..10 menit" Ray.
__ADS_1
"Baiklah" Genie duduk di sofa dengan mengangkat satu kakinya bertumpu pada kaki lainnya.
Selama Ray menyelesaikan pekerjaan nya Genie memeriksa hasil kerja keras nya selama acara fashion show kemarin..banyak yang memesan baju-baju yang dia design sendiri..tak kalah dengan baju snag Kaka ipar nya yaitu Alana..tentu saja dia kan menthor Genie dalam berkarir.
10 Menit kemudian Ray telah selesai dengan pekerjaan nya..dia melihat Genie duduk bersandar di kepala sofa..dia melihat nya intens hingga dia tersadar dan mengalihkan tatapannya.
'Ingat Ray hubungan mu dengannya hanya sekedar saling memanfaatkan tidak lebih' batin Ray seakan ada rasa sakit.
"Hey..sampai kapan aku akan bermain ponsel hah?" tanya Ray menormalkan kembali perasaan nya yang tengah kacau.
"Oh kau sudah selesai..baiklah ayo" Genie bangkit dan berjalan menuju pintu meninggalkan Ray di belakangnya.
Ray sendiri hanya bisa berdecak kesal melihat Genie pergi tanpa menunggunya..astaga dia benar-benar gadis yang lain daripada yang lain.
"Ck..dasar lamban" ejek Genie dengan entengnya.
"Kau ini..huhhh ke mall mana?" tanya Ray ketika mereka melewati ruangan sekertaris Ray.
Genie menempel pada Ray dan bergelayut manja di lengan Ray sambil membisikkan sesuatu.
"Dia am dan ikuti alurnya" bisik Genie.
"Ck.. baiklah kau hutang penjelasan nona" ucap Ray tersenyum dan memeluk pinggang Genie.
__ADS_1
Sebenarnya Genie ingin sekali menghajar Ray tapi dia tahan demi membasmi satu lagi hama yang tengah berkembang..dia dan Ray sudah menjadi rekan..rekan yang sama-sama memanfaatkan demi kepentingan pribadi.
Sampailah mereka di dalam lift..Genie langsung menyikuti perut Ray dengan sekuat tenaga..Ray hanya bisa terkekeh dan meringis merasakan kenikmatan sikutan Genie..astaga gadis gila ini benar-benar kuat.
"Kau benar-benar kasar..bisa sedikit lebih lembut tidak..kau itu perempuan nona astaga" kesal Ray setelah mereka berada di dalam mobil Ray.
"Diam atau ku sikat mulut mu" ucap Genie melotot kesal.
"Ok baiklah aku diam" Ray memilih mengalah jika tidak bisa habis seluruh tubuhnya di aniaya Genie.
Mereka telah sampai di pusat perbelanjaan.. Genie menyeret Ray ke toko pakaian anak-anak..Ray tau pasti Genie ingin membelikan pakaian untuk keponakan nya yang tak lain adalah anak dari Gio, Gian,Gia,dan Via.
"Genie" panggil seseorang.
Genie yang merasa di panggil namanya menoleh dan mendapati seorang wanita yang sangat dia hindari malah mendekatinya dengan menatap lapar Ray..sial.
"Genie..astaga kita bertemu lagi rupanya" ucap wanita itu.
"Ck..aku tidak berharap bertemu parasit" ucap Genie pedas.
"Hey kau tak boleh bicara begitu" tegur Ray menasehati Genie.
"Sebaiknya kau diam dan jangan banyak bicara..ayo pergi" Genie menarik tangan Ray menuju outlet lain karena dia sudah kehilangan mood berbelanja di sana.
__ADS_1