
"BERANI SEKALI KAU MEMBENTAK ISTRIKU HAH?" teriak Ray dengan wajah memerah menahan amarah nya.
"Tuan Ray maafkan saya..maafkan kelalaian saya..Carla minta maaf pada nyonya Genie" ujar tuan Barsal meminta maaf pada Ray.
"Maafku Tergantung Istriku" ujar Ray dingin dan datar menatap tajam Carla seakan ingin dia cabik-cabik.
"Carla minta maaf atau kau rasakan sendiri akibat nya" ancam tuan Barsal pada sekertaris nya yang sudah membuat masalah.
"Tidak mau tuan..aku tidak salah dia yang salah..dia yang__arkhhhh" Carla bersikeras tidak ingin meminta maaf kepada Genie sebelum Carla bisa menyelesaikan ucapannya Ray sudah melempar nya dengan wadah bulpoin yang ada di atas meja.
"Berani sekali kau mengatakan yang tidak-tidak pada istri ku..kau tak tau sedang berhadapan dengan siapa nona..kau akan menyesal telah membuat masalah dengan ku.. mengganggu Istri ku berarti mengganggu ku juga..tuan Barsal kerjasama kita cukup sampai di sini mulai sekarang kita tak ada lagi hubungan apapun..Malvin bayar penalti pemutusan kontrak dengan perusahaan tuan Barsal" ujar Ray membela sang istri karena dia tau sang istri bukan tipe orang yang suka memulai keributan.
Tuan Barsal gelagapan..dia mana mungkin mau kehilangan lahan uang nya.. perusahaan nya bisa maju juga karena bekerjasama dengan perusahaan Ray tidak bisa di biarkan.
"Tuan Ray saya mohon..jangan begini..maafkan sekertaris saya..mungkin dia tidak bermaksud untuk menghina dan menuduh istri anda..tolong tuan maafkan kesalahan nya" ujar tuan Barsal tak mau kehilangan lahan uang nya.
"Tiada kata maaf untuk kalian..apapun alasan nya aku tau istri ku bukan lah tipe orang yang suka membuat keributan terlebih dahulu..saya mengenal mau jauh sebelum jallang itu bertemu istriku..dan satu lagi jangan terkejut jika nanti akan ada hal lebih besar lagi yang menimpa kalian terutama kau jallang murahan..terima lah akibat dari perbuatan mu" ujar Ray dingin menatap tajam pada tuan Barsal dan sekretaris nya.
Dua orang itu langsung meremang mendengar kata-kata Ray..meski bukan Ray yang membalaskan tapi masih ada Wilson famili yang selalu melihat setiap pergerakan keluarga nya.
"Sayang kau tak apa-apa kan..apa baby baik-baik saja?" ujar Ray bertanya kepada Genie dan mengusap perut nya.
"Tadi sedikit melilit tapi sekarang sudah tidak terlalu honey..aku ingin istirahat" jelas Genie ingin menggantung nasib tuan Barsal dana sekertaris nya.
"Baiklah ayo..Malvin kau hubungi tuan Gian untuk memutuskan hukuman apa yang pantas bagi mereka berdua..aku serahkan urusan mereka berdua pada tuan Gian" Ray memberi perintah pada Malvin untuk menghubungi Gian kakak ipar nya untuk mengganti kan nya menghukum kedua manusia busuk itu.
"Baik taun laksanakan" jawab Malvin tersenyum menyeramkan menatap dua manusia busuk yang masih was-was menantikan hukuman dari Gian.
__ADS_1
"Tuan..maafkan saya tuan..tolong jangan seperti ini" mohon tuan Barsal ingin mengejar Ray.
"Stop..selangkah lagi kalian maju maka kami kalian yang akan aku potong" uajr Malvin menatap tajam pada kedua manusia itu.
Tuan Barsal dan Carla sekertaris nya masih bingung karena mereka belum tau betul hubungan antara Ray dengan Gian..setau mereka memang Gian adalah rekan bisnis Ray tapi sampai sekarang mereka belum tau seperti apa hubungan antara masalah ini dengan Gian Wilson.
"Tuan Malvin apa urusan nya dengan tuan Gian Wilson..ini murni masalah pribadi tidak harus melibatkan keluarga Wilson..saya tau bahwa sekertaris saya salah tapi apa tidak bisa di bicarakan baik-baik toh istri tuan Ray baik-baik saja" uajr tuan Barsal salah menilai masalah yang sekertaris nya timbulkan.
Malvin tak menjawab tapi dia menunjukkan sebuah rekaman dimana Genie dan Carla berdebat dan siapa yang memulai lebih dulu.
Tuan Barsal melihat dengan seksama memang lah pihak nya yang salah tapi ini berlebihan karena harus melibatkan keluarga Wilson yang tak ada hubungan nya sama sekali.
Carla juga berpikir demikian..ini berlebihan karena wanita itu juga tidak apa-apa tidak terluka juga..cih benar-benar manja dan mendrama.
"Kalian akan mengerti nanti jika tuan Gian sudah datang..duduk dan siapkan mental kalian agar kuat menghadapi fakta nya nanti" uajr Malvin memilih keluar dna mengunci pintu ruang pertemuan.
*
*
"Jangan banyak bicara dan turuti apa yang aku katakan..kau adalah peliharaan ku sejak kau di jual orangtuamu" jelas Billy yang masih memacu tubuh Hailey.
Hailey begitu tersiksa..lahir batin nya tak sanggup lagi menahan semua perlakuan Billy..andai waktu bisa di putar pasti dia memilih tidak menjadi anak dari orangtuanya.
'Siapapun tolong bebaskan aku dari iblis ini..hiks siapapun tolong aku' batin Hailey yang sudah begitu pasrah akan takdir nya.
Billy selesai dengan menikmati tubuh Hailey..dia beranjak menuju kamar mandi dan meninggalkan Hailey yang sudah tak berdaya hanya mampu menutupi tubuh nya dengan selimut.
__ADS_1
"Aku benci kalau mom,dad..aku membenci kalian hiks" ujar Hailey begitu membenci kedua orangtuanya.
Hailey memakai pakaian nya kembali dan merebahkan tubuh mau di atas ranjang.. keseharian nya adalah makan dan menghangatkan ranjang Billy tuan yang sudah membeli nya dari orangtua nya.
Air mata nya kembali luruh dengan sendirinya..tak ada yang bisa dia lakukan selain menerima takdir nya..kabur pun tak bisa karena pengawasan dan penjagaan di rumah itu sangat ketat.
#
#
"Dimana adik ku?" tanya Gian yang baru sampai di lantai dimana ruangan Ray berada.
"Nona dan tuan ada di ruangan tuan Ray..mari" ujar Malvin memberitahu.
"Hm" balas Gian singkat.
Gian dan Malvin menuju ruangan Ray..Gian geram mendengar kabar bahwa Genie di ganggu oleh seseorang..dia bahkan belum melihat orang yang sudah berani menggangu dan bahkan menilai jelek adik nya.
"Tuan ini saya Malvin" ujar Malvin membuka pintu.
Tampak lah Genie dan Ray tengah duduk di sofa.. Ray memijit kaki Genie dengan Genie bersandar berbaring di sofa.
"Ka Gian" panggil Genie dan Ray bersamaan.
"Sayang nya kakak..apa yang terjadi..siapa yang berani melakukan hal bodoh ini hm katakan?" ujar Gian memeluk adik mau dan melihat kaki Genie sedikit merah.
"Kakak Genie baik-baik saja" Genie berujar menenangkan Gian.
__ADS_1
"Baik bagaimana nya hah..lihat lah kalau sampai Daddy melihat kaki mu kau tau bukan apa yang akan dia lakukan..ck antar aku bertemu dengan pelaku nya" ujar Gian minta di antarkan bertemu dengan Carla.