
Teriakam nyaring mulai terdengar di ruangan itu tentu dari kedua orangtua Devani yang anak buah Gian siksa..Genie hanya duduk diam sambil menikmati pemandangan di depan nya.
"Lepaskan orangtua ku sialan..mereka tidak tau apapun huhuhuhu" ujar Devani meminta belas kasih.
"Apa waktu itu kau melepaskan Aneta ku..saat dia bahkan memohon agar di lepaskan.. bagaimana rasanya,sakit kan melihat nya?" tanya Genie memutar pertanyaan pada Devani yang langsung diam.
"Ray aku mohon Ray lepaskan mereka hiks..ini bukan kesalahan mereka Ray..aku mohon" Devani beralih pada Ray dengan memohon setidak nya memikirkan Ray berhati baik pasti akan melepaskan orangtuanya.
Ray tak menjawab..dia malah asik dengan Leon yang sedang bermain lempar kayu dengan nya..dia tak perduli dengan permohonan Devani..sudah tidak ada lagi pintu maaf atau belas kasih bagi mereka sejak kekejian mereka pada putri tercinta nya yaitu Aneta.
Melihat Ray yang hanya diam dan tak menggubris perkataan nya Devani semakin kalang kabut dan tak tega melihat orangtuanya di siksa di depan mata nya tanpa bisa melakukan apapun.
"Ray aku mohon Ray..ingat lah setidaknya ingat bahwa kau pernah berhubungan baik dengan keluargaku.. kita pernah jadi keluarga Ray kau tak bisa lupa akan hal itu" ujar Devani masih mencoba berbagai cara agar orangtuanya selamat.
__ADS_1
"Leon buat dia diam..dia berisik" ujar Ray masih tak perduli.
Leon berjalan mendekati Devani yang ada di balik sel..Leon masuk kedalam sel dan berjalan dengan mata yang terus memicing ke arah Devani seakan ingin menerkam nya hidup-hidup.
Devani tentu saja menjerit ketakutan melihat leopard salju itu masuk kedalam ruangan dimana dia berada bahkan berjalan dengan menatap nya seakan dia adalah makanan nya.
"Arghhhhhh keluar.. arghhhhhh kalian biadab.. arghhhhhh" teriak Devani mengusir Leon yang masih duduk diam tak jauh dari posisi Devani yang masih mengumpat Ray dan Genie.
Sudah cukup rasa kasihan mereka pada iblis berkedok manusia itu..tidak akan ada rasa belas kasih lagi kedepan nya pada manusia seperti mereka..Genie membulatkan tekad nya untuk membalaskan rasa sakit anak nya.. begitupun dengan Ray yang juga sepemikiran dengan Genie.
"Jika kita bicara mengenai kebiadaban maka aku rasa kau lebih biadab dari si biadab itu sendiri..kau tau kenapa karena kau adalah orang yang bahkan tak memiliki hati sama sekali bahkan belas kasih pada anak kecil saja kau tak memiliki nya maka sudah bisa di pastikan bukan bahwa kau lebih biadab dari kami..asal tuan dan nyonya Hector tau anak kalian Devani Hector yang seorang model kelas atas ini tidak lebih dari seorang pembunuh..kalian tau kenapa aku menyebutnya sebagai pembunuh..karena dia telah merencanakan pembunuhan atas anak kecil yang bahkan tidak tau apa kesalahan nya dan kalian tau siapa anak kecil itu..ya anak kecil itu adalah anak ku Aneta Cartwright..dia di habisi dengan begitu baidab oleh para manusia itu..memang mereka tidak menyentuh anakku tapi mereka lah yang mendalangi kematian anakku Aneta..bagaimana jika keadaan kita di balik tuan dan nyonya Hector..apa yang kalian rasakan jika anak kalian yang berada dalam posisi anakku dan kalian yang berada di posisi ku..kalian tau bagaimana cara si biadab itu membunuh anakku..orang suruhan nya yang bernama Frances telah melecehkan anakku yang masih sangat belia..setelah itu dia bahkan menyiksa anakku tanpa ampun setelah aku dan kekasihku datang ke tempat dimana anakku di sekap kami mendapati pemandangan yang menyesakkan dada dan membuat jantung serta tulang-tulang kami menjadi lemas..kalian tau kenapa bisa seperti itu....
Anakku..Aneta Cartwright..dia di jatuhkan dari lantai tiga gudang dimana dia di sekap..dengan tidak berperikemanusiaan nya para biadab itu menyiksa dan menghabisi anak sekecil itu..dia bahkan baru berusia 8 tahun..kami mengadopsi nya dari panti asuhan karena kami sayang dengan tulus pada nya..kami sudah menganggap nya sebagai anak kami sendiri meski tak ada hubungan darah di antara kami..tapi anak kalian yang bak malaikat itu tidak terima atas apa yang tidak bisa dia gapai..dia tidak bisa memiliki ku maka dari itu dia menghabisi satu-satunya penghalang yang menandingi penyatu antara aku dan kekasihku yaitu Genie Arlette Wilson..dia tidak menerima kekalahan bahkan dengan tidak tau malu nya dia sempat merencanakan pembunuhan atas kekasihku Genie tapi beruntung kekasihku bukan kah gadis sembarangan jadi dia bisa dengan mudah nya lolos dari jerat maut yang anak kalian buat..
__ADS_1
Jadi sekarang aku tanya pada anda sekalian tuan dan nyonya Hector..apakah aku pantas memaafkan si biangnya biadab itu..?" tanya Ray setelah menjelaskan pokok masalah nya kenapa dia mengapa mereka bisa berada di markas menyeramkan itu.
Orangtua Devani hanya diam..mereka cukup terkejut mendapati sebuah kenyataan yang tidak ingin mereka percaya tapi memang itu adanya..apa yang harus mereka lakukan..anak yang mereka bangga-banggakan ternyata tidak lebih dari otak pembunuhan gadis kecil yang tak berdosa..jika mereka ada di posisi Ray dan Genie maka jawaban nya sudah dapat kalian tebak bukan..tidak akan ada maaf selain kematian menyakitkan sebagai balasannya.
"Nona..nona Genie..saya tau anda orang yang baik hati..mohon maafkan kesalahan anak saya nona..saya tau perasaan anda sebagai ibu meski hanya ibu angkat tapi saya mohon maafkan anak saya nona..dia sedang khilaf dan hilang arah" ujar nyonya Hector menambah bara dalam api yang sudah membakar amarah nya.
"Aku bukan malaikat nyonya Hector jadi jangan samakan aku dengan para malaikat yang baik hati itu karena aku adalah malaikat maut anak kalian Devani..mata di bayar mata maka nyawa di bayar nyawa..kalian akan menjadi saksi kematian anak kalian di depan mata kalian sendiri agar kalian tau bagaimana rasa nya, bagaimana remuk nya perasaan kalian saat tak bisa berbuat apa-apa meski kalian melihat kematian nya" ujar Genie tersenyum devil menatap ibu Devani yang seperti nya memiliki sikap egois seperti Devani.
'Cih.. orang-orang seperti mereka harus di musnahkan kalau tidak pasti akan tumbuh lagi bibit baru yang lebih egois' batin Genie
"Kurung mereka secara terpisah dan siksa satu persatu agar mereka tau bagaimana rasa nya sakit dan sesak nya perasaan seseorang yang kehilangan namun tak bisa berbuat apapun" ujar Ray pada anak buah Gian.
"Baik tuan nona"
__ADS_1