
Pagi ini Ray, Genie dan kedua orangtua Ray sudah bersiap menuju rumah sakit tempat mereka membuat janji dengan salah satu dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan Genie dan memastikan benar atau tidak nya kata-kata dokter kemarin.
"Honey siapa yang sakit sebenarnya..dari tadi aku tanya kenapa kau hanya menjawab nanti juga tau..ck kau membuatku kesal honey" ujar Genie yang sangat penasaran.
"Sst tidak boleh marah-marah nanti cantik nya luntur..cups" Ray hanya tersenyum melihat kekesalan Genie.
Akhirnya Genie diam dan menurut saja entah di perlakukan seperti ini oleh Ray membuat nya menjadi tenang.. Ray seperti membuat nya bagaikan ratu di hidup nya.
Mereka berangkat menuju rumah sakit dengan Ray yang masih terus memeluk nya enak membiarkan Genie mengendus aroma nya..orangtua Ray hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat betapa Genie lengket sekali dengan Ray.
Genie tak membiarkan Ray menyetir mobil alhasil ayah Ray yang menyetir mereka tak masalah keinginan bumil memang nomor satu dan tak bisa di debat kalau mendebat pasti akan kalah.
Sampailah mereka di rumah sakit..mereka turun dan melangkah menuju suatu ruangan..Genie tak lepas dari memeluk Ray dan tak melihat bahwa mereka masuk ke sebuah ruangan untuk poli kandungan.
Ray hanya terkekeh melihat betapa lengket nya Genie hari ini.. seperti nya dia harus bersiap tak kerja jika seperti ini terus tapi dia suka berarti Genie masih mengandalkan nya.
"Selamat pagi tuan,nona,nyonya" sapa dokter wanita yang berusia separuh baya.
"Pagi juga dok" balas mereka serempak.
"Kalau boleh saya tau ada keperluan apa yang membawa anda sekalian datang beramai-ramai ke sini?" tanya dokter sopan dengan senyum ramah nya mempersilahkan duduk para tamu nya.
"Begini dok saya mau memeriksakan keadaan menantu saya..seperti nya dia sedang berbadan dua" ujar mama Ray menjelaskan maksud kedatangan nya.
"Begitu kah..baiklah untuk memenuhi rasa penasaran anda sekalian mari nona iku saya" jawab dokter diri ramah mengajak Genie ke brankar pasien untuk melakukan pemeriksaan.
Genie bingung dengan semua orang di dalam ruangan itu..dia menatap suami nya dan melihat Ray menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayo honey ikuti saran dokter" ujar Ray meyakinkan.
"Memang aku kenapa honey..aku sehat-sehat saja" tanya Genie yang merasa diri nya memang sehat-sehat saja.
"Sudah ayo aku temani ke sana" ajak Ray.
Genie hanya pasrah dan mengikuti Ray..dia benar-benar bingung dengan sikap semua orang..huhh turuti saja Genie.
Genie berbaring di brankar itu namun tangan nya masih mencengkram erat lengan Ray hingga Ray terbungkuk karena tarikan Genie.
"Jangan pergi..temani aku honey" ujar Genie pelan dan lirih.
"Iya sayang aku di sini..tenang saja" jawab Ray sambil tersenyum mengusap lembut pipi Genie.
"Baiklah nona..kenalkan saya dokter Merghi jangan takut saya tidak akan membuat anda sakit..saya hanya akan memeriksa keadaan nona demi menjawab rasa penasaran keluarga anda" ujar dokter Merghi mengenalkan diri nya serta menjelaskan.
"Tidak begitu nona..baiklah untuk lebih jelasnya mari tuan silahkan di bantu nona untuk menyingkap baju nona sebatas dada kebawah saja" ujar dokter tak mau berlama-lama lagi.
"Baik dok"
Ray menyingkap baju genie sebatas dada kebawah serta celana kain yang Genie kenakan sebatas pinggang..dokter mengoleskan gel khusus yang aman untuk Genie.
Genie meringis karena sensasi dingin saat gel itu menyentuh perut nya benar-benar membuat mau merinding.
Dokter langsung meletakkan alat untuk USG yang bernama transducer yang ditempelkan di kulit. Alat ini memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi..saat dokter tengah menggerakkan alat itu tampak seperti titik hitam di layar monitor.
Dokter itu tersenyum karena jawaban dari dugaan keluarga pasien adalah benar ada nya..setelah nya dokter mencetak hasil USG nya.
__ADS_1
"Lihat lah jawaban nya sudah pasti dan dugaan anda sekalian benar adanya..selamat nona anda tengah hamil" ujar dokter menjelaskan.
"Apa..ha..hamil dok.. benarkah?" Genie terkejut dan melihat ke arah monitor yang tepat berada di samping nya.
Benar..ada satu titik yang tidak lain adalah bakal anak mereka..ya tuhan Genie sangat senang dengan kabar ini.
"Honey.. terimakasih.. terimakasih sayang" ujar Ray terharu melihat layar monitor yang menampakkan bakal anak nya.
Ray memeluk Genie dengan perasaan haru dan bahagia..setelah dokter selesai membersihkan perut Genie Dokter kembali ke tempat nya dan mengambil hasil cetak USG nya dan memberikan nya pada Ray.
Ray membantu Genie turun dari brankar dan membantu nya duduk kembali di kursi yang berada di depan meja dokter..Ray menerima hasil USG nya dengan tangan gemetaran.
"Selamat tuan,nona..janin nya sangat sehat dan semua nya juga normal mengenai usianya baru memasuki 3 minggu..di sarankan untuk jangan melakukan aktivitas berat dulu karena di kehamilan trimester pertama ini sangat rentan dengan keguguran..jaga pola makan anda serta olahraga yang ringan serta konsumsi vitamin dan sayur serta makanan bergizi lain nya untuk menunjang tumbuh kembang janin" jelas dokter memberi selamat dan juga menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan selama masa kehamilan.
Ray menyimak dengan seksama..dia tak akan melewatkan apapun untuk kebaikan calon anak nya dan juga Genie..dia sudah mencatat semua ucapan dokter di otak cerdas nya.
"Baiklah tuan,nona apa ada yang ingin anda tanyakan?" tanya dokter pada Genie dan Ray.
"Emm..begini dok..apa kami masih bisa melakukan hubungan suami istri selama masa kehamilan ini?" tanya Ray sangat antusias dengan pertanyaan nya.
Genie hanya tertunduk malu sementara orangtua Ray hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak nya..ck dasar laki-laki.
"Bisa tuan asal tidak terlalu besar dan tidak banyak gaya yang di lakukan..karena usianya masih sangat muda jadi di sarankan satu Minggu 3 kali saja tapi jika anda dan nona bisa mengatur nya tidak apa-apa,asalkan nona tidak kelelahan saja tidak masalah" jelas sang dokter.
Ray tersenyum manis dan berterimakasih kepada dokter itu kemudian mereka meninggalkan ruangan tempat dokter itu.. Ray mengandeng tangan Genie dengan lembut serta menuntun nya agar tak tersandung atau terpeleset.
"Sebaik nya kalian tinggal di rumah orangtua mu saja Genie..mommy tidak mau kau tertekan atau kenapa-kenapa jika di rumah kami..di rumah mu kau banyak yang menjaga sementara di rumah kami hanya ada mommy dan daddy saja di tambah adik mommy dan anak nya juga masih di rumah..bukan nya mommy mengusir mu nak tapi kau tau sendiri kan..harap kau memaklumi nya" ujar mama Ray mengusap kepala Genie dengan penuh sayang.
__ADS_1