
Hari ini adalah hari dimana Malvin dan Hailey akan melangsungkan pernikahan mereka..di dampingi oleh kedua orangtua Ray Malvin tampil dengan percaya diri.
Ray juga tak kalah penting nya dalam acara pernikahan Malvin..dia menjadi pendamping Malvin sementara Hailey dia di dampingi oleh Rey dan Laura sebagai wali pengganti.
Hailey tak ingin orangtuanya mengacau di hari istimewa nya..dia tau watak orangtuanya seperti apa..biarlah dia di katakan durhaka atau tidak tau terimakasih tapi dia hanya tidak ingin mempermalukan Malvin.
Kedua orangtuanya juga pasti akan mengatakan pada Billy jika mereka tau pernikahan ini..kedua orangtuanya hanya mementingkan uang daripada anak sendiri.
"Ely apa kau sudah siap?" tanya Grace sebagai pengantar Hailey.
"Sudah..siapa yang akan mengantar ku ke altar Grace?" tanya Hailey sendu.
"Tenang saja uncle Rey yang akan mengantarkan mu ke altar bertemu calon suami mu" ujar Grace mengatakan sejujur nya.
"Benarkah..syukurlah setidak nya aku tak sendirian saat menemui calon suamiku" ucap Hailey tersenyum kecil.
"Jangan sedih..kami adalah keluarga mu..aku saudara mu dna Malvin itu kakak ku..kau adalah kakak ipar ku meski aku dan kamu Malvin tak sedarah tapi keluarga ku tak pernah membeda-bedakan nya.. tersenyum lah dan sambut hidup baru mu" ujar Grace memberi semangat pada Hailey yang tampak rapuh.
"Terimakasih sudah mau menerima ku yang tak ada apa-apa nya" ujar Hailey terisak berterimakasih kepada keluarga Wilson yang sudah mau menerima nya.
"Sudah jangan menangis sebentar lagi uncle datang menjemput mu.. tersenyum lah" ujar Grace merapikan lagi riasan Hailey.
Hailey tampak tersenyum..dia tidak boleh sedih di hari istimewa nya..meski tidak ada keluarga nya di sisi nya tapi dia memiliki keluarga baru yang sangat menyayangi nya meski tak terikat ikatan darah.
Tak berapa lama kemudian pintu kamar ganti terbuka dan tampak lah seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan tengah berdiri di depan pintu dan menatap dua gadis cantik yang sedang bercengkrama.
"Hay girls apa kalian sudah siap?" sapa Rey masuk kedalam ruangan itu dan bertanya pada kedua gadis itu.
__ADS_1
"Hay uncle..kami sudah siap" ujar Grace mewakili Hailey yang masih tampak canggung.
"Baiklah..ayo Ely kita sambut calon suami mu" ujar Rey mengulurkan tangan nya.
"Terimakasih uncle" balas Hailey menyambut uluran tangan Rey dan berjalan mengaitkan tangan nya pada lengan Rey.
Hailey berjalan beriringan dengan Rey dan Grace tampak mengikuti nya dari belakang untuk memegang ujung gaun pengantin nya agar tidak kotor atau mengganggu Hailey yang tengah berjalan.
Sampailah mereka di pintu penghubung..Rey membuka pintu itu dengan perlahan hingga terbuka sempurna.
Tampak lah di ujung altar tengah berdiri seorang laki-laki tampan yang akan menjadikan Hailey istri dan menjalani kehidupan berumah tangga bersama-sama.
Rey dan Hailey beserta Grace berjalan menuju Malvin..tatapan Malvin tampak tak pernah lepas dari Hailey.
Calon istri nya itu benar-benar cantik..dia tidak bisa berlama-lama membiarkan mata nya menatap wajah cantik Hailey karena dapat menyebabkan kecanduan.
"Aku serahkan putriku untuk kau jaga dan sayangi..jangan pernah membuat nya menangis dan jangan pernah kau menyakiti nya..kembalikan dia padaku jika kau tidak lagi sanggup menjaga nya" ujar Rey menyerahkan Hailey pada Malvin.
"Terimakasih akan ku jaga Hailey sepenuh hati dan jiwa ragaku" balas Malvin menggenggam tangan Hailey.
Rey turun dari altar di ikuti Grace..mereka kembali ke tempat nya semula bersama orang-orang tercinta nya.
Hailey dan Malvin tampak berdiri di depan pendeta..sang pendeta pun mulai mengucapkan kata-kata yang akan mereka ucapkan sebagai janji suci pernikahan kedua nya.
"Aku Malvin Hollands mengambil engkau Hailey Garcia Vargos menjadi istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya..Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit..Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum agama kita, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" ujar Malvin mengucapkan janji suci pernikahan nya.
Hailey tampak berkaca-kaca kemudian dia menatap mata Malvin dan membalas ucapan Malvin.
__ADS_1
Aku Hailey Garcia Vargos menerima engkau Malvin Hollands menjadi suamiku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya..Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit..Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum agama kita, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Hailey pun membalas janji suci pernikahan Malvin dengan janji suci pernikahan nya.
Pendeta pun menyatakan bahwa keduanya telah resmi menjadi suami istri yang sah..Malvin mencium Hailey dengan lembut hangat kecupan sebagai bukti awal keseriusan nya dalam menjalani biduk rumah tangga bersama Hailey.
Ray menyerahkan cincin pernikahan Malvin dana menepuk pundak nya serta memberikan semangat dan selamat untuk Malvin.
Malvin mengangguk dan mengambil cincin itu kemudian menyematkan nya di jari manis Hailey..lihat lah sangat cantik bukan.
*
*
"Selamat Malvin jadilah laki-laki yang bertanggung jawab..jangan menyakiti nya atau kau akan berurusan dengan kami.. Hailey selamat ya katakan pada ku jika si brengsek ini menyakiti mu" ujar Ray memberi selamat pada Malvin.
"Ck jangan mengada-ada Ray..aku tak akan menyakiti nya karena dia adalah sumber kebahagiaan ku" ujar Malvin mencebik kesal karena ucapan Ray.
"Hahaha..sudah lah nikmati waktu honeymoon kalian selama 2 Minggu di Aussie..ingat jangan pulang sebelum berhasil mencetak setidak nya satu bibit agar anak ku ada teman nya" ucap Ray menyerahkan tiket liburan untuk honeymoon pada Malvin.
"Thanks Ray..thanks Genie..kalian memang yang terbaik" ujar Malvin berterimakasih kepada Ray dan Genie.
"Sama-sama" jawab Ray dan Genie bersamaan.
Hailey juga mengucapkan terima kasih pada kedua pasangan itu..dia beruntung memiliki keluarga batu yang menyayangi dan menerima nya meski dia tidak memiliki apa-apa yang bisa di banggakan.
Acara masih berlangsung Genie lapar jadi Ray dan dia menuju dimana banyak makanan tersedia..Ray mengambilkan Genie makanan kemudian membawa nya duduk di salah satu meja kosong khusus untuk mereka.
Di saat Genie sedang asik makan..tampak sepasang mata menatap nya dengan tatapan kebencian yang begitu membara
__ADS_1
"Aku sangat membenci mu wanita sialan..tunggu sebentar lagi hingga aku berhasil menemukan celah untuk membalas mu" ujar nya bergumam menatap Genie yang masih asik menyantap makanan di hadapan nya.