MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 128_Mencoba Semakin Dekat


__ADS_3

"Honey aku mau kiwi keju" ujar Genie meminta di buatkan kiwi keju.


"Kiwi keju.. maksud nya kiwi dan keju honey?" tamat Ray belum paham maksud dari kiwi keju yang Genie minta.


"Ck..kiwi di balut keju lalu di panggang campur mayonaise..gitu aja nggak tau" uajr Genie menjelaskan keinginan nya.


"Sayang tapi mana ada makanan aneh kaya gitu..yang lain aja gimana hm..baby jangan aneh-aneh dong sayang Daddy bingung loh jadi nya" ujar Ray mencoba bernegosiasi dengan anak nya.


"Ck mau buatin nggak kalau nggak aku bakal ngambek sama kamu" ujar Genie dengan nada mengancam.


"Sayang..astaga baiklah aku buatin ya..janji jangan marah lagi hm..nanti mommy jelek loh kalau marah-marah..yuk ke dapur kamu lihat sendiri cara pembuatan nya oke biar kamu nggak nyangka aku beli atau di buatin" ujar Ray mengajak Genie ke dapur agar melihat secara live prosesi pembuatan makanan yang dia minta.


"Baiklah benar juga kata mu..ayo" Genie membenarkan ucapan Ray dan ikut ke bawah.


Sampai di bawah Ray memasuki dapur namun dia melarang Genie untuk ikut karena dia tak mau ada sesuatu yang buruk terjadi..bagi nya dapur adalah musuh ibu hamil.


Bisa saja dia terkena cipratan minyak panas,bisa saja dia terpeleset karena tumpahan minyak di lantai,bisa saja dia teriris pisau,bisa saja bla..bla..bla..masih banyak lagi bisa saja yang lain nya bagi suami posesif seperti Rayano Cartwright.


Genie cukup menunggu nya di meja minibar yang ada di depan dapur..dia tak ingin bumil nya berdekatan dengan dapur..dia bagaikan memasang garis polisi di dapur untuk Genie seorang.


Terkesan lebay memang tapi itu lah sifat Ray yang tak ingin wanita yang dia cintai terluka bahkan kesakitan meski itu hanya di gigit nyamuk sekali pun.


"Kau duduk di sana saja dan jangan sekali-kali nya kau mendekati area terlarang ini mengerti sayang?" ujar Ray tegas terhadap larangan nya.


"Iya honey" jawab Genie sambil memakan cemilan yang tersedia di meja itu.

__ADS_1


Ray mulai mengeluarkan satu buah kiwi dan satu bungkus keju mozzarella..Ray mulai mengiris kiwi itu menjadi 4 potongan berukuran sedang..setelah nya dia memarut keju mozzarella nya di atas kiwi itu dan dia panggang di atas teflon yang sudah dia beri butter sebelum nya.


Setelah jadi Ray meletakkan nya di atas piring lalu dia olesi mayonaise di atas nya..setelah nya Ray menghidangkan makanan aneh itu kepada Genie.


Genie tampak memperhatikan makanan yang Ray hidangkan..dia melap mulut nya yang sudah basah akan liur yang hendak menetes.. Genie mengambil satu potong kiwi itu kemudian dia masukkan kedalam mulut nya enak dia kunyah.


"Hmmm..enak sekali honey..kau hebat" ujar Genie memuji Ray.


Ray hanya tersenyum melihat Genie tampak berselera memakan makanan itu..dia ingin mencicipi nya tapi dia ragu..apakah rasa nya enak atau oh god semoga Genie baik-baik saja setelah memakan nya.


"Honey jika kau sakit perut atau tidak enak badan langsung katakan padaku ya" ujar Ray mengingatkan Genie.


"Hm.. maksud nya?" tanya Genie bingung.


"Ck..baiklah"


Genie hanya pasrah dengan ucapan Ray entah apa maksud nya dia tidak begitu perduli yang dia mau hanya menikmati makanan yang begitu dia damba.


Selesai dengan makanan nya kini Genie beralih ke kamar nya lagi..dia jadi ngantuk lagi huhh seperti nya anak nya ini mau membuat nya seperti babi makan tidur terus agar cepat melar.


"Honey aku mau tidur lagi..ngantuk" ujar Genie berpamitan pada Ray.


"Baiklah..ayo aku antar" Ray mengantar Genie ke kamar mereka yang ada di lantai dua.


Ya Genie bersikeras ingin tidur di lantai dua untuk satu bulan ini..dari awal mereka sudah tidur di lantai dasar tapi entah lah beberapa waktu ini Genie begitu ingin tidur di atas.

__ADS_1


Ray tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan bumil nya karena pasal satu bumil selalu menang..tak ada yang bisa mengalahkan bumil..memang kah the power of bumil tiada dua nya.


#


#


Sementara itu di apartemen Marvel kini tengah sedikit tegang..bukan karena apa hanya saja Marvel sedikit kesal dengan Hailey..dia sudah mewanti-wanti nya agar tak melakukan apapun tapi lihat lah dia bahkan membuat nasi goreng ck..entah lah ingin marah tapi niat Hailey baik tidak takut perut Hailey kembali sakit.


"Maaf..aku__" belum selesai ucapan Hailey sudah di potong Marvel.


"Tidak apa-apa..lain kali jangan lakukan lagi karena bukan apa hanya saja luka mu belum sembuh total Ely.. aku hanya tidak ingin kau kesakitan lagi dan itu malah akan semakin menyiksa mu..kau paham bukan..aku tidak marah aku malah berterimakasih kepada mu karena sudah mau memasak kan nasi goreng untuk ku tapi lain kali tidak perlu karena kau harus banyak beristirahat kau ingat kan kata-kata dokter waktu itu?" ujar Malvin pelan agar Hailey tak takut padanya.


"Iya aku mengerti..sekali lagi maafkan aku" ujar Hailey tampak lega.


Skip....


"Bisakah kau ceritakan kepada ku bagaimana mantan suami mu itu Hailey..aku ingin tau" Malvin tampak ingin tau kisah Hailey sebelum bertemu dengan nya.


Hailey yang tadi nya tengah menatap layar televisi kini tampak tegang dan menatap wajah Malvin dengan tatapan sendu penuh kesakitan dan mata yang sudah berkaca-kaca.


Di ingatkan kembali akan rasa sakit yang dia alami waktu itu tampak membuat Hailey tak ingin membahas nya tapi karena lelaki di depan nya ini serius dengan perkataan nya mau tak mau dia berusaha sekuat tenaga untuk melawan sakit itu.


"Kau yakin ingin tau kisah kelam ku Malvin..kau tak jijik dengan wanita seperti ku?" tanya Hailey menatap mata Malvin yang tampak tenang.


"Iya Ely..aku ingin tau kehidupan seperti apa yang kau jalani sebelum bertemu dengan ku..aku bisa saja mencari tau semua tentang mu tapi aku ingin tau dari mulut mu sendiri..aku tak ingin tau dari orang lain karena akan berbeda cerita nya.. aku tidak akan menghakimi seseorang hanya dari masa lalu nya karena setiap orang memiliki masa lalu nya sendiri begitu juga dengan ku..aku memiliki masa lalu yang tak ingin aku ingat lagi karena itu begitu sesak untuk ku mengingat nya..tenang saja Ely..aku tidak akan menilai buruk diri mu hanya karena kau seorang janda" ujar Malvin menjelaskan bahwa dia tidak akan menilai orang sebelum tau kebenaran nya.

__ADS_1


__ADS_2