
Di saat Genie sudah selesai dengan urusan toilet nya,dia hendak keluar ketika dia baru beberapa langkah tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang yang sangat dia kenal dan amat sangat membuat nya jengah..siapa lagi kalau bukan Sammy.
Ya Sammy si pria tak kenal lelah yang selalu mengejar nya..dia sudah jengah dengan sikap Sammy yang tak mau menyerah..haruskah dia meminta Daddy nya untuk mengubur Sammy hidup-hidup.
"Kau lagi..ck sial sekali aku bertemu dengan mu lagi" ujar Genie malas karena bertemu dengan Sammy lagi.
"Hey baby kita seperti nya di takdirkan untuk bersama maka dari itu kita selalu bertemu dimanapun..bukankah begitu?" ucap Sammy dengan wajah yang terlihat menyebalkan di mata Genie dan membuat nya malas.
Tanpa mau menjawab ucapan Sammy Genie memilih pergi tak menghiraukan panggilan dari Sammy..dia sudah benar-benar jengah dengan sikap terlalu percaya diri nya.
Genie telah sampai di meja dimana Aneta dan Ray telah menunggu nya..makanan juga sudah terhidang di atas meja lengkap dengan minuman nya..mata nya berbinar seketika setelah melihat makanan menggiurkan itu..mereka memutuskan untuk makan lagi sebelum pulang..toh Aneta juga sudah bangun juga tentu saja anak itu pasti lapar lagi.
"Wah sudah datang makanan nya?" ucap Genie setelah dekat dengan meja nya.
"Hey kau sudah selesai..ayo makan lah" ajak Ray menarik kursi untuk Genie.
Perlakuan Ray tentu saja membuat Genie berdebar-debar.. astaga bisa jantungan dia lama-lama jika Ray masih terus memperlakukan nya seperti itu.
Genie duduk dan berterimakasih kepada Ray..dia mulai makan bersama dengan Aneta dan Ray.. kebahagiaan mereka tentu saja menjadi api amarah bagi sepasang mata yang tengah menatap mereka lekat.
"Sialan kenapa bukan aku yang berada di antara mereka..aku akan singkirkan penghalang yang memperlambat jalanku mendapatkan Genie..lihat saja nanti" ujar Sammy sedari tadi melihat kebahagiaan Genie dan Ray.
Sammy memilih pergi dari restoran itu karena napsu makan nya telah hilang sejak melihat keharmonisan Genie dan Ray..dia benar-benar di buat cemburu akan pemandangan menyesakkan yang dia lihat.
*
__ADS_1
*
"Sebaiknya kita pulang lihat lah anak kita sudah sangat mengantuk seperti nya" ujar Ray yang melihat Aneta sudah berbaring di kursi belakang mobil Ray.
"Ya kau benar.. ayo aku juga lelah" ujar Genie mengiyakan.
"Baiklah..kalau kau lelah tidur lah..nanti jika sampai aku akan membangun kan mu" ujar Ray menyuruh Genie tidur saja.
"Baiklah" Genie parah dan memilih memejamkan mata nya duduk di samping kursi kemudi.
Ray menjalankan mobil nya dengan stabil..dia tak mau membuat dua wanita yang dia sayangi terusik tidur nya..lebih baik dia yang kelelahan daripada dua wanita kesayangan nya itu.
Selama perjalanan menuju rumah nya Ray hanya fokus dengan kemudi nya sesekali dia juga melihat ke samping nya untuk memastikan Genie masih nyaman dalam tidur nya juga sesekali dia melihat spion untuk memastikan Aneta juga nyaman dalam tidur nya.
Dia tersenyum karena kedua wanita kesayangan nya itu masih nyaman dengan tidur nya..dia semakin menekan pedal gas mobil nya agar cepat sampai di rumah agar kedua wanita nya bisa beristirahat di empuk nya rajang.
Sampai lah dia di kamar nya..Ray membuka pintu kamar nya dengan perlahan tentu di bantu salah satu pelayan di rumah nya..setelah nya Ray membaringkan tubuh Genie di ranjang nya dan menyelimuti nya.
Dia terkekeh melihat wajah Genie yang damai-damai saja seakan tak terusik saat dia mengangkat dan memindahkan mau ke kamar..lucu dan menggemaskan sekali astaga bagaimana jika ada orang jahat yang berniat jahil dengan nya..ck gadis ini.
"Good night gadis gila ku..have a nice dream" ucap Ray mengecup kening Genie dan berlalu menuju kamar mandi setelah memastikan pintu kamar nya terkunci dan Genie juga aman dan nyaman dalam tidur nya.
#
#
__ADS_1
"By apa kau tak ingin membawaku menemui anak gadis mu itu?" tanya Laura pada suami nya Rey mencoba membujuk Rey agar dia di bawa ke rumah Ray untuk menemui cucu angkat nya juga putri nya.
"Ijin Genie dulu baby" ujar Rey mengatakan agar meminta ijin Genie dulu sebelum berkunjung.
"Ck..anak itu mana mau mengijinkan kita ke sana..ah kau payah by lebih baik aku minta tolong pada putra-putra tampanku saja lah ck" ujar Laura memanasi Rey yang terlihat kesal dengan ucapan nya.
"Baby..astaga baiklah besok kita ke rumah pria itu oke.. jangan mengganggu putra-putra kita hm..mereka tengah asik menikmati waktu nya dengan para istri nya" ucap Rey mencoba memberi pengertian pada Laura karena dia juga sebenar nya cemburu dengan kedua putra nya.
Ck pak tua satu ini masih saja posesif..pikir reader😉.
Akhirnya Laura mengalah dan tak mau mengganggu waktu putra-putra nya bersama para istri..dia hanya rindu dengan anak-anak nya meski ada Gian di rumah tapi 3 anak nya yang lain bahkan jarang mengunjungi nya.
Sebagai seorang ibu dia pasti merindukan momen-momen dimana dia bisa menikmati waktu bersama keempat anak nya..tapi setelah mereka menikah jarang ada waktu bersama.
*
*
"Segar sekali setelah mandi..astaga lihat lah gadis gila ku..ck wanita aneh kenapa posisi tidur mu seperti ini hm..kau butuh memeluk sesuatu baik kalah aku akan dengan senang hati menerima nya untuk di peluk olehmu" ujar Ray melihat Genie yang tengah memeluk bantal milik nya dan dia akan dengan senang hati mengganti kan posisi bantal itu.
Ray sudah berpakaian lengkap..dia bermaksud menuju ranjang dengan perlahan dia naik dan memposisikan diri sebagai bantal yang di peluk Genie..dia mendekap Genie dengan penuh kelembutan.
"Rasanya begitu nyaman..gadis gila kapan kau bisa membuka hati mu..jangan terlalu lama ya cups" ucap Ray dalam hati dan mencium kening Genie dengan lembut dan memejamkan mata nya menyusul Genie yang sudah terbang ke alam mimpi nya.
Pagi pun tiba..sinar matahari tak mampu menembus kamar yang masih gelap dan belum ada pergerakan dari kedua insan yang masih asik terlelap dengan saling memeluk.
__ADS_1
Perlahan mata Genie terbuka karena mendengar suara panggilan dari luar pintu..dia membuka mata nya dan hendak beranjak tapi dia di buat terkejut melihat diri nya yang berada dalam dekapan Ray..astaga apa yang terjadi.