
"Ck.. sudahlah lebih baik sekarang mandilah mungkin Aneta sebentar lagi sudah selesai bersiap" ucap Ray mengalihkan pikiran Genie.
"Bersiap..bersiap kemana?" tanya Genie masih belum menyadari.
"Hey kau lupa Aneta hari ini kan sekolah..astaga" ucap Ray terkekeh melihat ekspresi Genie yang terkejut mendengar ucapan nya.
"What's..kenapa tak membangunkan ku sejak tadi sialan" ucap Genie beranjak turun dan berlari ke kamar nya.
Sementara Ray..dia hanya terkekeh melihat tingkah Genie yang menurut nua menggemaskan..dia semakin jatuh hati pada gadis itu astaga kenapa bisa dia jatuh hati pada gadis itu ya..entah lah yang pasti dia nyaman saat berada di dekat nya.
#
#
"Apa kalian sudah siap?" tanya Ray
"Sudah Daddy..ayo kita berangkat" jawab Aneta semangat ingin segera ke sekolah.
"Ayo kita berangkat" ucap Ray menggenggam tangan Aneta dan menuntun nya menuju mobil.
Genie hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah dan anak itu..astaga kenapa mereka semakin kompak saja sih akhir-akhir ini..ck jangan bilang kau cemburu Genie hahah bukan level mu.
Genie mengikuti langkah kedua orang yang sudah mendahului nya..dia hanya membawa tas nya sendiri karena tadi tas Aneta sudah di bawa Ray terlebih dulu.
Skip....
Mereka telah sampai di sekolah..Aneta turun dengan di antar Genie dan Ray hanya sampai gerbang..mereka benar-benar seperti orangtua yang mengantarkan anak nya ke sekolah..lihat lah banyak mata yang menatap kagum dua orang itu.
"Kau mau kemana setelah ini?" tanya Ray ingin tau kemana Genie akan pergi setelah ini.
"Ke rumah Daddy ku saja..di rumah mu sangat membosankan sepi" ujar Genie minta di antarkan ke rumah orangtuanya karena rumah Ray sepi.
"Hahhaa kau mau rumah kita tidak sepi hm..maka buatkan adik untuk Aneta..nanti kau tidak akan kesepian lagi bagaimana?" ucap Ray menggoda Genie yang di hadiahi bogem mentah di perut nya.
Bughhhh.....
__ADS_1
"Arkhhh..kau..sshhh" ujar Ray terbata merasakan sakit di perut nya.
"Jika mulut mu masih bicara yang tidak-tidak maka mulut mu itu yang akan ku jadikan sasaran tinju juga pengganti samsak" ucap Genie menatap Ray tajam dan sengit.
"Astaga kau ini..ck galak sekali sih" ledek Ray sambil terkekeh.
"Sudahlah aku sedang tak mood" ujar Genie menyandarkam kepala nya pada sandaran kursi setelah mereka masuk kedalam mobil.
Ray tak menjawab dia memilih melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Aneta..sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak ada obrolan..Ray masih fokus menyetir sementara Genie dia duduk santai sambil memejamkan mata nya.
Genie membuka mata nya dan melihat lampu merah..raya juga berhenti sambil menoleh pada Genie dengan senyuman manis nya yang membuat Genie heran.
Apakah dia kesambet..mengerikan sekali sih..batin Genie.
"Ray bisa berhenti sebentar aku mau membeli kue untuk mommy ku dulu..di seberang jalan ada toko kue kau berhenti kan mobil nya di sana saja agar aku bisa menyeberang" ujar Genie memberitahu bahwa dia ingin membeli kue untuk ibu nya dan menyuruh Ray berhenti di pinggir jalan agar dia bisa menyeberang.
"Baiklah" ucap Ray menjawab perkataan Genie.
Ray menghentikan mobilnya di sebrang toko kue persis..Genie hanya tinggal menyebrang saja sebentar.. Genie turun hendak melangkah namun tanpa di duga sebuah motor melaju kencang hingga menyenggol bahu nya enak terjatuh.
Ray terkejut melihat Genie di serempet motor..dia bergegas keluar dan membantu Genie..dia mengangkat Genie dan mendudukkan nya di kursi samping kemudi.
"Astaga kau tak apa-apa?" tanya Ray ketika melihat Genie kesakitan.
"Bahu ku..tolong pijat kan sebentar sshhh cepat sebelum bengkak" ujar Genie menyuruh Ray untuk memijat kan bahu nya sebentar sebelum bahunya mulai bengkak dan akan terasa semakin sakit.
Ray menurut saja dia sedikit mengurut bahu Genie..terdengar jeritan tertahan dari mulut Genie..Tak berapa lama kemudian Ray telah selesai mengurut Genie..lumayan tidak terlalu sakit lagi.
"Bagaimana..apa masih sakit?" tanya Ray sedikit khawatir.
"Tidak..sudah lah lebih baik kita ke rumah sakit dulu..aku butuh penanganan seorang dokter" ujar Genie.
"Baiklah..kita ke rumah sakit terdekat saja" ujar Ray menyarankan.
Genie tak menjawab dia hanya fokus pada bahu nya yang masih sedikit sakit tapi tak sesakit di awal..dia tau pasti nanti malam dia akan demam seperti yang sudah-sudah..dulu saat pelatihan juga dia pernah mengalami nya..bahu nya terbentur, terkilir,keseleo dan masih banyak lagi yang lain nya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit..Ray membantu Genie karena dia benar-benar khawatir melihat Genie meringis seperti itu..ini baru di serempet bagaimana kalau melahirkan..astaga otak kenapa sampai berpikir ke sana sih..ck.
"Jadi bagaimana dok apa tidak perlu di rawat?" tanya Ray dengan masih khawatir.
"Tidak perlu tuan..nona baik-baik saja..dia hanya terkilir di bahu nya saja..saya juga sudah meresepkan obat untuk nona" jelas sang dokter pada Ray yang masih terlihat khawatir.
"Baiklah.. terimakasih..ayo kita pulang" ajak Ray sambil meraih tangan Genie.
Genie hanya pasrah dan mengikuti kemauan Ray..dia tak mau ribut dulu karena bahu nya sedang tak baik-baik saja..dia tak mau membuat Ray menjadi bahan samsak hidup nya.
#
#
"Jemput Aneta saja..aku di rumah saja" ujar Genie menyarankan.
"Baiklah..kau benar-benar tidak apa-apa di tinggal?" tanya Ray sekali lagi memastikan.
"Aku tidak apa-apa Ray..sudah sana keburu Aneta pulang loh" ucap Genie mengusir ray yang sangat susah di suruh pergi.
"Huhh baiklah..aku tidak akan lama..jangan melakukan apapun tanpa bantuan..ingat" ucap Ray memberi pesan pada Genie.
"Iya bawel ishhh" ujar Genie kesal dan melempar bantal pada Ray yang langsung di tangkap oleh Ray.
"Astaga sedang sakit saja masih bisa menganiaya ku apalagi ketika sehat..ck.. menakutkan" ucap Ray sambil terkekeh dan kabur sebelum mendapatkan amukan dari Genie.
Genie..huhh jangan di tanya wajah kesal nya bahkan sudah benar-benar terlihat jelas..di saat Ray sudah kabur Genie baru tersadar bahwa dia hanya di kerjai Ray..sialan awas kau.
#
#
Daddyyy..dad kenapa Daddy sendirian..mommy mana?" tanya Aneta mengapa sekeliling dan tak menemukan sosok Genie.
"Princess..sebenar nya mommy tadi habis kecelakaan sayang..tapi sudah di rawat dokter tadi..ayo pulang kau pasti lelah kan?" ujar Ray membujuk Aneta.
__ADS_1