
"Selamat pagi tuan Barsal" sapa Ray pada kolega nya.
"Pagi juga tuan Rayano..senang bertemu dengan anda" balas tuan Barsal sopan pada Ray.
"Silahkan duduk" Ray menyuruh tamu nya duduk agar lebih enak dalam perbincangan nya.
*
*
"Aku harus terlihat cantik di depan tuan Ray..aku yakin dia akan tertarik pada ku..tubuh ku sempurna tak akan dia menolak pesona ku" ujar seorang wanita yang berpenampilan cukup terbuka.
Dengan rok span di tengah-tengah paha nya juga baju kemeja yang super pres di badan tak lupa juga make up yang menit ala lenong yang hendak pentas di panggung.
Wanita itu keluar dari toilet tapi tidka melihat jalan hingga dia sedikit lengah karena memainkan ponsel nya dan baru saja melangkah namun tubuh nya sudah bertubrukan dengan seseorang yang hendak masuk kedalam toilet.
"Arkhhh..aw..sshh" ringis nya memegangi bahu nya yang sedikit sakit.
Sementara orang yang hendak masuk itu berpegangan pada pintu serta tangan satu nya lagi memegangi perut nya yang sedikit melilit mungkin efek kaget akibat tabrakan tadi.
"Arkhhh..perutku" ringis wanita yang hendak masuk kedalam toilet.
"Kau..apa kau tidak punya mata hah..kalau jalan lihat-lihat dong" bentak wanita itu pada wanita satu nya yang hendak masuk kedalam toilet.
"Bukan nya seharusnya saya yang mengatakan itu pada anda..anda berjalan namun mata anda menatap ponsel jadi yang salah siapa anda atau saya?" jawab wanita yang hendak masuk kedalam toilet dengan berani.
"Berani kau ya..lihat saja akan aku laporkan kau pada tuan Ray" uajr wanita itu menyombong di depan wanita yang hendak masuk toilet tadi.
__ADS_1
"Lalu apa urusan nya..dia siapa mu toh kalian tidak ada hubungan apapun kan?" ujar wanita yang tak lain adalah Genie menjawab dengan berani ucapan wanita itu.
"Hahaha asalkan kau tau saja..aku sebentar lagi akan menjadi istri Rayano Cartwright pengusaha tersukses di beberapa negara..kau tau ini perusahaan milik nya dan sebentar lagi akan jadi milik ku..kau hanya karyawan yang pasti akan langsung di tendang oleh nya..cih buang-buang waktu..awas" ujar wanita itu dengan percaya diri yang tinggi setelah mau Genie di dorong hingga terduduk namun tangan nya berhasil menyangga tubuh nya.
Genie berhasil melindungi perut nya agar tak bersentuhan secara langsung dengan lantai.. dia takut anak mau kenapa-kenapa.
"Dasar wanita kurang ajar..lihat saja nanti akan aku buat kau menyesal.. syukurlah anak ku tidak apa-apa" ujar Genie menatap kesal wanita tadi.
Genie mengusap perut nya yang tiba-tiba sedikit melilit..dia tidak tau kenapa apa anak nya baik-baik saja..semoga dia baik-baik saja di perut nya.
"Sayang baik-baik ya di perut mommy maafkan mommy" ujar Genie mengusap perut nya agar rasa melilit nya sedikit berkurang dan benar saja sedikit berkurang hingga dia bisa berjalan kembali.
Genie berjalan menuju ruangan dimana Ray dan kolega nya melakukan pertemuan.. Genie mengabari Marvel untuk menjemput nya di depan lift karena kaki nya sedikit kesulitan untuk di ajak berjalan perut nya juga sedikit melilit tapi tak seperti tadi.
Marvel pun ijin pada Ray namun tak mengatakan bahwa akan menjemput Genie melainkan mengurus sesuatu dulu..Ray mengangguk dan membiarkan Marvel pergi.
Setelah kepergian Marvel kini tampak seorang wanita cantik memasuki ruangan itu..wanita itu menyapa Ray dengan senyuman yang teramat manis namun bagi Ray senyuman itu membuat nya mual.
"Maaf nona bisakah kau duduk saja, saya sedikit mual melihat anda" ujar Ray jujur apa adanya.
"A..apa..ba..baik..lah" Carla hanya menuruti saja tentu dengan perasaan yang berkecamuk kesal marah dan sebagai nya.
Dan mereka pun membahas mengenai proyek yang akan mereka garap.. pembahasan mereka cukup lancar hingga Malvin mengetuk pintu ruangan itu dan membuka nya.
"Permisi..maaf tuan Ray nyonya ingin ikut" ujar Malvin meminta ijin pada Ray bahwa Genie ingin ikut ke dalam.
"Hah..suruh masuk kedalam kenapa kau harus minta ijin Malvin?" geram Ray karena Genie harus menunggu di luar hingga mendapatkan ijin nya.
__ADS_1
"Maaf tuan baiklah..silahkan nyonya" Malvin hanya terkekeh melihat wajah kesal Ray dan mempersilahkan Genie masuk.
"Honey" panggil Genie dengan langkah pelan sedikit tertatih dan memegangi perut nya.
"Sayang..kau kenapa..astaga Malvin Genie kenapa?" tanya Ray khawatir menghampiri Genie dan membantu nya duduk.
"Sayang jelaskan kau kenapa..tadi tidak seperti ini" Ray menuntut penjelasan pada Genie.
"Honey maafkan aku..aku juga tidak sengaja..tadi saat aku ke toilet setelah melihat-lihat keadaan kantor mu aku tak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang tengah berjalan dengan melihat ponsel nya..aku menabraknya dan. sebalik nya dia juga menabrak ku hingga tabrakan itu tak bisa di hindari..aku terjatuh namun masih bisa berpegang pada handel pintu..orang itu bahkan membentak ku dan mengatakan akan melaporkan aku pada mu agar aku di pecat dari perusahaan mu dan dia mengatakan bahwa dia akan menjadi istri mu serta perusahaan ini akan menjadi milik nya" jelas Genie mengenai kejadian tadi di toilet.
Ray tampak termasuk mendengar penuturan Genie..berani sekali orang itu mengatakan hal yang sangat tidak akan pernah dia lakukan..cih awas saja jika dia tau siapa orang nya.
"Katakan siapa orang nya sayang..aku akan membuat perhitungan dengan nya" ujar Ray menahan amarah nya.
"Kau bahkan sudah tau orang nya karena dia ada di ruangan ini..wanita itu pelaku nya" ujar Genie menunjuk Carla.
"Apa maksud mu hah?" bentak Carla menatap tajam Genie.
BRAKKKKKK....
Sebuah vas bunga melayang jatuh pada kening Carla.. Ray Herman mendengar dengan telinga nya sendiri istri nya di bentak..tak akan dia biarkan siapapun membentak atau pun menyakiti istri nya.
"BERANI SEKALI KAU MEMBENTAK ISTRIKU HAH?" teriak Ray dengan wajah memerah menahan amarah nya.
"Tuan Ray maafkan saya..maafkan kelalaian saya..Carla minta maaf pada nyonya Genie" ujar tuan Barsal meminta maaf pada Ray.
"Maafku Tergantung Istriku" ujar Ray dingin dan datar menatap tajam Carla seakan ingin dia cabik-cabik.
__ADS_1
"Carla minta maaf atau kau rasakan sendiri akibat nya" ancam tuan Barsal pada sekertaris nya yang sudah membuat masalah.
"Tidak mau tuan..aku tidak salah dia yang salah..dia yang__arkhhhh"