MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 151_Hanya Dirimu


__ADS_3

Ray tertawa mendengar rengekan Genie.. Istri nya itu kadang lucu dan menggemaskan tapi kadang juga menyeramkan jika dalam mode angry.


"Jangan tertawa ishhh" kesal karena di tertawakan akhirnya Genie mencubit paha Ray.


Ray memekik kesakitan dan mengusap paha nya yang habis di beri tanda merah oleh Genie..kan baru saja dia berucap dalam hati sudah kejadian.


"Maaf sayang..ssshh cubitan mu mantap sayang sakit sekali" ujar Ray meminta maaf dan memuji cubitan Genie dengan ringis kesakitan.


"Maka nya jangan tertawa..kau tau kan aku sedang dalam mode yang tidak pasti" ucap Genie mendelik menatap Ray.


"Iya sayangku, cintaku yang paling cantik tiada dua nya..sini peluk aku sepuas mu karena diriku hanya milikmu..dan hanya dirimu yang boleh memeluk ku selain mommy dan anak kita kelak" Ray mengiyakan saja daripada keterusan malah berabe.


Genie masuk ke dalam pelukan Ray dengan wajah merona..dia benar-benar melayang mendengar pujian dan tutur kata menghanyutkan dari mulut Ray.


"Ck bisa saja kau..I love you daddy"


Genie memeluk Ray dengan erat dan menelusupkan wajah nya pada dada Ray dan menghirup aroma tubuh Ray yang selalu membuat nya tenang.


"I love you too sayang..kau mau makan?" balas Ray menawarkan makanan.


"Boleh,aku mau pizza sosis tanpa daging" ujar Genie menyebutkan makanan yang dia inginkan.


"Baiklah pesanan mu segera meluncur nyonya" jawab Ray sambil menghubungi Malvin untuk memesan pizza keinginan Genie.


#


#


"Pergi dan jangan pernah kembali lagi atau kau akan menyesal" ujar Malvin memperingati Billy setelah melempar nya ke lantai.


"Sialan kau.. aku akan membalas kalian" teriak Billy mengumpat dan pergi meninggalkan pelataran kantor Ray.


Malvin menepuk-nepuk tangan nya guna untuk membersihkan telapak nya agar kuman di tubuh Billy tidak menular pada nya.


Malvin masuk kedalam dan mendengar suara ponsel nya..dia mengambil ponsel nya dan membaca pesan dari bos nya yang menginginkan pizza special untuk Genie.


Malvin kembali lagi menuju basemen untuk mengambil mobil nya dan melajukan mobil nya ke restoran.


Sesampainya di restoran Malvin memesan pizza sesuai keinginan Genie..dia tidak mau salah pesan karena bisa membangunkan amarah Genie.


Setelah pesanan nya siap Malvin kembali ke kantor untuk menyerah kan pesanan Genie..dia juga membelikan satu untuk istri nya Hailey.


Malvin telah sampai di depan ruangan Ray..dia mengetuk pintu dulu takut kedua insan itu sedang melakukan sesuatu.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk" ujar Ray dari dalam.


"Permisi tuan,nona..pesanan anda" Malvin menyerahkan dua kotak pizza ukuran besar sesuai keinginan Genie.


"Terimakasih Malvin" ujar raya berterimakasih.


"Terimakasih ka Malvin" Genie juga berterimakasih.


"Sama-sama tuan,nona..saya permisi" pamit Malvin meninggalkan ruangan Ray.


#


#


"Sebentar lagi Malvin pulang..aku ingin makan pizza sosis tanpa daging tapi nomor nya tidak bisa di hubungi.. bagaimana ini..huhh sabar ya nak..kita tunggu sampai Daddy pulang" ujar Hailey tampak menunggu kepulangan Malvin.


Hailey duduk di sofa ruang keluarga dengan masih menunggu kepulangan Malvin..Hailey menunggu Malvin sambil menonton televisi dan juga cemilan di tangan nya..para pelayan tidak ada yang berani menegur atau mengganggu karena mereka tau mood ibu hamil tidak pasti.


Dia bangun dan berjalan menuju teras..dia melihat Malvin baru keluar dari mobil dengan membawa sebuah box yang dia yakini pasti adalah makanan.


"Sayanggg" teriak Hailey menyambut Malvin dan masuk kedalam pelukan nya.


"Astaga sayang ck..kau selalu saja berlari ingat ada anak kita hm?" ujar Malvin menyambut pelukan Hailey dan menegur Hailey agar hati-hati.


"Maaf..hehehe..kau bawa apa sayang?" Hailey menyengir dan bertanya mengenai apa yang Malvin bawa.


"Ini pizza sayang..kau mau?" Malvin mengajak Hailey masuk dan mendudukkan nya di sofa kemudian dia membuka bungkusan itu.


"Pizza.. seriously.. sayanggg,aku kebetulan sedang ingin makan pizza..thank you so muchh daddy" ujar Hailey berterimakasih.


Hailey kegirangan karena Malvin membawa pizza yang kebetulan ingin dia makan.


Sungguh kebetulan atau keberuntungan nya..ah terserah lah yang penting dia makan pizza yang dia inginkan.


"Wah berarti aku tau keinginan anak kita.. kebetulan tadi istri bos ku sedang ingin pizza ini jadi aku belikan saja satu untuk mu siapa tau kau mau eh ternyata benar kau malah ingin memakan pizza yang sama..syukurlah..makan lah sayang" jelas Malvin menceritakan sedikit.


"Terimakasih Daddy, terimakasih suamiku.. cups" ujar Hailey berterimakasih.

__ADS_1


"Sama-sama sayang..asalkan kalian baik-baik saja" balas Malvin.


Hailey memakan pizza itu dengan lahap..dia sangat menikmati nya..Malvin senang melihat Hailey menyukai makanan itu.


"Sayang aku mandi dulu ya..kau makan saja" pamit Malvin mandi dulu karena baru pulang dari luar.


"Hmm" balas Hailey singkat karena mulutnya penuh pizza.


"Astaga kau lucu sekali sih" Malvin terkekeh melihat tingkah dan ekspresi Hailey.


Malvin ke kamar nya dan meninggalkan Hailey..Malvin mandi dengan kilat..dia tak mau membuat Hailey menunggu nya kelamaan..dia akan menemani Hailey menonton.


Selesai dengan mandinya nya Malvin sudah berpakaian santai dia melangkah menuju ruang keluarga untuk bergabung dengan Hailey yang masih asik menikmati pizza nya dengan sesekali melihat ke layar televisi.


"Sayang habiskan dulu makan nya nanti keselek bagaimana?" ujar Malvin menghampiri Hailey dan mengecup kening nya.


"Maaf sayang..kau mau?" ujar Hailey meminta maaf dengan mulut penuh makanan.


"Tidak sayang kau habiskan saja.. aku khusus membeli nya untuk mu" tolak Malvin karena dia memang khusus membelikan nya untuk Hailey.


Hailey tampak manggut-manggut..dia melanjutkan lagi makan nya hingga beberapa menit kemudian pizza itu telah tandas tanpa sisa.


Malvin tersenyum melihat sekotak pizza telah tandas dan berpindah pada perut Hailey.


Dia semakin terkekeh ketika melihat Hailey yang sudah mengantuk..lihat lah mata nya sudah merem melek padahal ditangan nya masih ada potongan pizza nya.


Di tangan Hailey masih ada potongan pizza nya tapi Hailey sudah merem melek masih sambil mengunyah sisa pizza di mulut nya.


Malvin ingin tertawa keras namun dia tahan..dia tidak akan melakukan itu kalau tidak mau jatah nya hangus..dia memilih menahan tawa nya.


"Sayang bangun dulu habiskan makan nya dulu sayang" Malvin mencoba membangunkan Hailey.


"Hmm aku tidak tidur" ujar Hailey masih berusaha menghabiskan makanan di mulut nya dan menjawab ucapan Malvin.


"Astaga lucu sekali sih kamu sayang..hey habiskan dulu itu" ujar Malvin terkekeh.


"Aku tidak tidur..mata ku saja yang minta merem" ucap Hailey berkilah.


"Iya sayang mata nya di buka dulu dan habiskan, itu tinggal sedikit loh" Malvin hanya mengiyakan tanpa membantah.


"Hm" jawab Hailey singkat dengan mata yang terpejam.


Malvin diam saja sambil mengelus perut Hailey..anaknya kadang memang begini maka dari itu dia selalu sigap menemani Hailey dimanapun.

__ADS_1


Jika dia tidak di rumah maka pelayan yang akan menemani Hailey yang ketiduran.


__ADS_2