MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 24_Tidur Bersama


__ADS_3

Genie begidik melihat senyuman Ray yang menyeramkan..sialan si cabul itu mau apa dia menahan nya di kamar..arkhh bodoh kau Genie kenapa tidak bertanya dulu sih sebelum masuk.


"Kenapa kau gugup..apa kau takut?" tanya Ray ketika tubuh nya sudah dekat dengan Genie.


"Ka..kau..mundur.. aku mau keluar" ucap Genie sedikit gemetar.


"Jangan terburu-buru nona..kita masih banyak waktu..kau tak mau memberikan Aneta adik hm?" ucap Ray berbisik di telinga Genie Dan sedikit meniup tengkuknya hingga membuat Genie meremang.


"Kau..sialan kau..jangan gila tuan cabul..lebih baik cepat menyingkir sebelum masa depanmu ku pecahkan" ancam Genie berusaha kuat dan tidak takut.


"Hahaha astaga kau begitu lucu jika sedang tegang begini" ucap Ray menatap lekat wajah gugup Genie.


Genie hanya bisa mengumpat dan memaki Ray dalam hati..dia benar-benar di pojokan..astaga siapapun tolong selamatkan Genie dari si tuan cabul ini.


Ketika tubuh Genie benar-benar sudah terkunci semua dan wajah Ray semakin mendekat tanpa di duga ketukan pintu dari luar membuat ambyar suasana tegang di dalam kamar itu.


'Selamat' batin Genie.


"Shitt siapa yang bernainya mengetuk pintu di saat-saat yang tidak tepat begini..arghh akan ku patahkan tangan dan kakinya" bagi Ray mengumpat orang yang mengetuk pintunya kamar nya.


"Buka pintu nya siapa tau penting" ujar Genie dengan senyum kemenangan.


"Lihat saja kau gadis gila..lain kali kau akan mendapatkan nya" ujar Ray dengan wajah kesal membuat pintu kamar.

__ADS_1


Ray membuat pintu kamarnya dan terlihat sang anak asuhnya tengah berdiri di depan pintu kamar nya dengan memeluk sebuah boneka beruang berukuran sedang dan menatapnya dengan tatapan yang amat sangat lucu.


"Sayang..ada apa hm?" tanya Ray berubah menjadi lembut.


"Daddy.. aku tidak bisa tidur..bolehkah aku tidur dengan kalian?" ucap Aneta dengan mata yang sudah sedikit berembun.


"Sayang kenapa..kau tak bisa tidur hm..sini nak tidur dengan mommy saja ya?" ujar Genie menarik tangan Aneta.


"Tidak usah kita tidur bersama saja.. bagaimana cantik apa kau mau tidur dengan kami?" tawar Ray yang mendapat pelototan dari Genie.


"Mau daddy..mommy?" Aneta berujar dan menatap Genie dengan tatapan permohonan.


"Huhh baiklah.. masuklah sayang dan berbaring dulu ya..mommy mau mandi dulu badan mommy lengket" ujar Genie.


"Tenti cantiknya Daddy..ayo naik ke ranjang.. Genie pakai saja bajuku di lemari ganti" ujar Ray .


"Ya" jawab Genie dari dalam.


Sementara Genie tengah mandi lain halnya dengan Ray dan Aneta..mereka masih asik bercerita hingga Aneta meminta di bacakan buku karena dia ingin seperti anak-anak lain pada umumnya.


Tentu Ray mengiyakan permintaan anak angkatnya..dia akan berkata menjadi ayah yang baik untuk Aneta dan untuk anaknya kelak..entah kapan itu.


Genie telah selesai dengan urusan mandinya..dia keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian..Genie hanya memakai piyama Ray yang terlihat kebesaran di badannya.

__ADS_1


Genie tidak masalah jangan sebut dia designer jika tidak bisa mengakalinya...hal mudah untuk Genie mengubah piyama Ray yang kebesaran itu.


"Woahhh mommy sangat cantik..benarkan Daddy?" tanya Aneta kagum dengan penampilan Genie.


"Benar sayang..mommy memang cantik seperti kamu" Ray setuju.


"Ck..sudahlah ayo tidur..Aneta kau sudah gosok gigi sayang?' tanya Genie.


"Sudah semua mom..hanya tinggal di bacakan dongeng saja"


"Baiklah ayo..buat Daddy yang membacanya"


Ray tersenyum melihat betapa Genie snagat menyayangi Aneta meski bukan anak kandungnya..dia juga dapat merasakan ketulusan dari Genie dalam merawat Aneta.. seperti nya dia sudah gila hingga terpesona dengan segala sesuatu yang menyangkut Genie si gadis gila itu.


"Baiklah Daddy bacakan ya..sekarang Aneta berbaring yang benar oke?" ujar Ray


"Iya daddy"


Ray membacakan dongeng itu..dia sesekali melirik Genie yang terlihat sudah begitu lelah dan mengantuk..hingga tak berapa lama kemudian Aneta dan Genie sudah terlelap..dia membenarkan posisi tidur Genie dan menyelimuti nya beserta Aneta.


Ray mengecup kening Aneta dan beralih pada Genie..ini gila.. benar-benar gila..apakah dia baru saja mencium kening gadis gila itu..oh God..Ray sudah tidak waras.


"Aku benar-benar sudah gila"

__ADS_1


__ADS_2