MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 70_Waktunya Bermain.


__ADS_3

Genie hanya duduk santai tanpa memperdulikan Devani yang tengah mengamuk..dia hanya mendengarkan saja ucapan dan umpatan kasar Devani yang sudah terrekam pada kamera pengawas di ruangan itu.


Dia hanya perlu bersikap layak nya pemilik yang sudah tidak ada hubungan apapun dengan Devani..biarkan Devani berteriak mengumpati nya dia tidak terpengaruh.


Genie bangkit dan berjalan ke dalam meninggalkan Devani yang masih asik mengamuk sampai dua bodyguard ayah nya menyeret nya secara paksa.


"Lepaskan aku sialannnn.. arghhhhhh berani sekali kalian menyentuhku hah..apa kalian tidak tau siapa aku hah..lepassssssss" Devani memberontak saat lengan nya di seret paksa agar keluar dari tempat itu.


Sampailah dua bodyguard itu di luar butik..mereka melempar Devani seperti sedang membuang kantong sampah..tak perduli dengan reputasi dan ketenaran Devani karena mereka tidak bekerja untuk Devani melainkan untuk keluarga Wilson.


"Pergi sebelum salah satu anggota tubuh mu kami patahkan" ujar salah satu anak buah Rey pada Devani.


"Sialan kalian..berani nya kalian berbuat seperti ini terhadapku hah..awas kalian" ujar Genie mengumpat kasar pada kedua bodyguard sialan itu.


"Ya silahkan lakukan apapun yang anda bisa nona..silahkan pergi sebelum saya menendang bokong silikon anda hingga pecah" ujar si bodyguard itu santai sambil tersirat ejekan.


"Kau...sialan kalian" Devani kesal dan memilih pergi dengan emosi yang meluap-luap.


Sementara dua bodyguard itu bernafas lega terlepas dari tugas menjengkelkan itu..lebih baik mereka berhadapan dengan 100 penghianat daripada seorang wanita silikon yang menjijikan.


"Akhirnya kita selesai juga" ujar salah atau bodyguard bernafas lega.


"Ya kau benar..ku harap dia tidak lagi mengganggu nona muda kita..huhh gantian jaga aku ingin mandi dan mencuci tangan ku dengan kembang tujuh rupa agar sisa najis nya hilang" ujar salah atau nya lagi dengan ekspresi jijik melihat tangan nya yang dia gunakan untuk memegang lengan Devani tadi.


"Hahahaha..sialan kau..sudah sana sucikan dirimu lagi sebelum terkena sial" ujar satu nya menertawakan.


#


#


Bughhhh....


"Arghhhhhh"


Bughhhh.....

__ADS_1


"Arghhhhhh"


"Katakan siapa yang telah. menyuruh mu hah?" ujar seroang pria yang terlihat murka karena baru saja dia mengalami penyerangan saat hendak menuju suatu tempat.


"A.. ampun.. ampun arghhhhhh" mohon si penyerang agar di lepaskan.


"Beritahu aku sayu nama supaya aku bisa melepaskan mu atau tidak hati ini kau akan berkahir dengan tragis" ujar si pria itu masih mencengkram leher si penyerang.


"Baik..baiklah..s..sam.. Sammy..dia..dia yang telah uhukkk menyuruh..ku..un..tuk..uhukkk membunuh mu" ujar si penyerang dengan nafas tersengal.


"Apa Sammy yang sama dengan yang menerorku kemarin?" tanya Ray memastikan agar tidak salah menangkap orang.


"Be..benar" ujar si penyerang jujur.


"Baik aku akan melepas kan mu tapi bantu aku agar aku bisa menangkap nya..apa kau sanggup?" tanya si pria itu menawarkan kerjasama.


"Apa..apa jaminannya jika aku membantu mu uhukkk.. uhukkk" tanya si penyerang memastikan.


"Kau akan aman dengan di bawah perlindungan kejauhan Cartwright.. aku Rayano Cartwright berjanji akan melindungi nyawamu jadi jangan khawatir dan bagaimana keputusan mu?" ujar Ray berjanji akan melindungi si penyerang jika mau membantu nya.


"Baik.. aku percaya padamu..aku akan membantu mu" ujar si penyerang yang juga ingin selamat.


"Baik"


Selesai dengan semua item Ray menanamkan sebuah chip pada tubuh si penyerang itu agar ruang geraknya dapat Ray kontrol..Ray tak ingin di khianati jika si penyerang berbohong maka chip itu akan menjadi bom waktu bagi si penyerang.


Ray telah mempersiapkan segala nya dengan matang..dia akan mulai bermain dengan Sammy karena dia rasa Sammy sudah sangat ingin bermain dengan nya..baiklah melayani permainan Sammy terlihat menyenangkan.


"Sebentar lagi kau akan merasakan namanya neraka dunia bedebah sialan" ujar Ray menyala-nyala.


Ray melajukan mobil nya ke kantor atau butik Genie..dia akan menjemput kekasih nya itu..astaga dia sudah merindukan Genie padahal baru berpisah tadi pagi astaga lebay sekali dia.


Sampailah Ray di tempat dimana Genie berada..dia keluar dari mobil nya dan masuk kedalam..Ray di sapa dua bodyguard yang telah calon mertua nya siapkan.


"Selamat datang tuan Ray" sapa kedua nya serempak.

__ADS_1


"Hm.. terimakasih...apa Genie ada?" tanya Ray membalas dan bertanya keberadaan Genie.


"Ada tuan silahkan" jawab kedua nya bersamaan.


Ray tak menahan lagi dan langsung masuk..dia mengedarkan pandangan nya ke semua sisi butik..Genie.. Genie..dimana kira-kira dia ya..ah pasti di ruangan nya.


Eh tapi tunggu..dimana ruangan Genie kan dia batu pertama kali masuk kedalam butik itu..ah sial..apa dia harus bertanya pada karyawan Genie..huhh benar dia harus bertanya.


"Permisi mba..Genie ada di mana?" tanya tua tanpa basa-basi pada salah satu karyawan Genie.


"Oh nona ada di lantai 2 tuan..ruangan paling pojok di ujung" ucap karyawan Genie memberitahu keberadaan nya.


"Ok thank's"


Ray langsung beranjak menuju ruangan dimana Genie berada..sebelum nya dia menyuruh jangan sampai ada yang berani mengganggu nya karena dia juga mau minta tambahan vitamin sebelum menangkap buruan nya.


Sampailah Ray di atas..dia mencari ruangan yang tadi karyawan itu tunjukan..ah ketemu pasti di sana..kenapa ruangan nya sangat jauh dari paling ujung lagi..astaga bukan mau itu akan sangat menyenangkan.


"Ck..calon istri ku memang terbaik" ujar Ray tersenyum nakal melihat ruangan Genie begitu jauh dari ruangan lain.


Sampai lah Ray di depan ruangan Genie..dia membuka pintu nya dan ternyata tidak di kunci..saat dia masuk terlihat interior dan ruangan itu sangat feminim yaitu serba pink.



Sumber : Gugel


Ray melihat Genie tengah sibuk dengan pekerjaan nya..seperti ini saja sudah sangat cantik..astaga kenapa wanita di depan nya ini sangat cantik sih.



Ray menatap Genie yang tengah serius dengan pekerjaan nya dengan intens..dia selalu terkagum-kagum akan kecantikan kekasih nya ini..astaga mengingat kembali pertemuan mereka di awal memang sangat memalukan tapi ketika dia menjalani nya astaga dia bahkan tidak bisa jauh sedikit pun dari kekasih hati nya itu.


"Sayang" panggil Ray menyadarkan Genie dari alam keseriusan nya.


Genie mendongak dan melihat Ray tengah menatap nya.. astaga sejak kapan si duda cabul itu di ruangan nya..dan apakah dia yang terlalu serius bekerja hingga tak menyadari keberadaan dan kehadiran Ray.

__ADS_1



"Ray..kapan datang" tanya Genie berjalan dan berhambur memeluk Ray.


__ADS_2