MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 26_Ke Kantor Ray


__ADS_3

"Aku seperti merasa memiliki seorang istri..haha astaga kenapa aku jadi memikirkan gadis gila itu..apa benar aku sudah...ah sudahlah nikmati saja" ucap Ray tersenyum melihat setelan jas beserta kelengkapannya di atas ranjang lengkap dengan sepatu dan kaos kaki nya.


Ray turun kebawah dan melihat sebuah pemandangan yang begitu menyegarkan mata..dia melihat Genie dan Aneta tengah duduk di meja makan dan menunggu nya astaga dia merasa memiliki keluarga sesungguhnya.


"Seperti inikah layaknya keluarga yang sesungguhnya..aku sangat bahagia bisa merasakan hal ini" batin Ray terenyuh melihat pemandangan yang sangat dia idaman.


"Daddy..ayo sarapan Daddy" ucap Aneta mengajak Ray sarapan.


"Ah..iya cantik.. sebentar" balas Ray tersadar dari lamunannya.


Ray bergabung dengan Genie dan Aneta..Aneta mulai di ambilkan makanan sesuai keinginannya..setelahnya Genie mengambilkan Ray makanan juga entahlah otaknya sedang konslet jadi dia sepertinya menajalankan peran sebagai seorang istri plush ibu.


Ray tersenyum melihat Genie mengambilkan makanan untuknya.. seumur-umur baru kali ini dia di layani bak seorang suami..dia jadi terharu..astaga kenapa dia jadi melow.


"Terimakasih" ucap Ray tulus tersenyum pada Geni dan di balas anggukan juga senyuman kecil.


Mereka memakan sarapan dengan suasana hangat kebanyakan Aneta yang membuat suasana menjadi hangat dengan segala tingkah nya..Ray merasa memiliki sebuah keluarga yang utuh jika begini.


*


*


"Cantiknya Daddy..Daddy berangkat kerja dulu ya..kamu jangan nakal sama mommy..atau tidak nanti jam makan siang antarkan makan siang untuk Daddy bagaimana?" usul Ray menyarankan.

__ADS_1


"Benarkah Daddy..Aneta boleh ke kantor Daddy?" ujar Aneta begitu antusias ingin melihat kantor Ray.


"Tentu saja cantik..kamu boleh ke kantor Daddy karena itu juga ia for kamu mulai sekarang..Genie ajaklah Aneta ke kantorku sekalian makan siang di sana.. bagaimana?" ucap Ray pada Genie meminta persetujuan.


"Baiklah..nanti akan aku antarkan makan siangnya" Genie setuju saja toh menyenangkan Aneta juga kan.


"Baiklah Daddy berangkat dulu ya sayang..Genie aku berangkat ya" pamit Ray pada kedua wanita beda usia di hadapannya.


"Hati-hati Daddy" ujar Aneta.


"Hati-hati" balas Genie bersamaan dengan Aneta.


Ray tersenyum dan mengecup kening Aneta kemudian berpamitan pada Genie..dia tak mau di hajar Genie jika ikut mencium kening Genie..dia masih sayang lambungnya.


Aneta dan Genie memasak berdua di dapur dengan sesekali bercanda dengan saling mengoles tepung pada wajah masing-masing..Genie juga membuat kue tadi..dia ingin. saat Ray pulang kuenya sudah bisa di nikmati saat sudah dingin.


*


*


Mommy apa sudah selesai..ayo nanti Daddy kelaparan loh" ajak Aneta tak sabaran.


"Astaga sayang sebentar..Daddy sudah mengabari mommy dia akan menunggu kita.. ayo mommy sudah siap" Genie mengajak Aneta karena dia sudah siap dengan pakaian nya.

__ADS_1


Genie dan Aneta berangkat menuju kantor Ray..sepanjang jalan Aneta tak henti-hentinya bertanya apa kantor Ray besar,apa Ray yang memiliki kantor itu,apa ini ,apa itu sama banyak lagi lainnya yang hanya di jawabi iya oleh Genie.


Mereka sampai di depan gedung dimana gedung itu adalah kantor Ray..Genie menggandeng tangan mungil Aneta dan berjalan masuk kedalam gedung itu.


Banyak karyawan yang melihat pemandangan itu dan berdecak kagum.. Genie sudah seperti seorang istri yang mengantarkan makan siang untuk sang suami dengan mengajak anaknya serta.


"Ayo sayang kita naik lift itu nanti setelah itu kita sampai di lantai dimana ruangan Daddy berada" jelas Genie yang tau ketakutan Aneta yang baru melihat lift.


"Tidak usah takut sayang ada mommy..pegang erat tangan mommy saja ya kalau takut" ucap Genie menenangkan Aneta yang ketakutan hendak menaiki lift.


Aneta memegang tangan Genie sedikit erat..dia belum pernah menaiki lift jadi dia tidak tau benda kotak itu aman atau tidak jika dia masuk kedalam nya.


"Ayo sayang..peluk mommy saja kalau takut" ucap Genie menyarankan Aneta memeluk nya agar tak takut lagi.


"Iya mommy..mommy benda ini tidak memakan kita kan?" tanya Aneta polos.


"Hahah...tidak sayang..tenang saja kita akan aman di sini" jelas Genie menenangkan.


Sampailah mereka di lantai dimana Ray berada..dia dan Aneta keluar dari lift dan menuju ruangan Ray.. mereka sempat bertemu Malvin dan menyapa sejenak kemudian melanjutkan lagi langkahnya ke ruangan Ray.


Sampailah mereka di ruangan Ray..Genie membuka pintu ruangan Ray dan tercengang melihat pemandangan di depannya..dia menutup mata Aneta dan berdehem mengalihkan perhatian dua insan yang tengah melakukan posisi absurd itu.


"Genie, Aneta"

__ADS_1


__ADS_2