MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 119_Memberi Sedikit Pelajaran


__ADS_3

"Jadi mereka yang telah membuat masalah dengan seorang wanita yang tak lain adalah istri tuan Ray?" ujar seorang pria yang saat ini tengah menatap tajam ke arah dua manusia busuk itu.


"Benar tuan..silahkan keputusan ada di tangan anda" ujar Malvin memberitahu dana mengiyakan.


"Benarkah..hm menarik..Malvin menurut mu apa yang pantas untuk kedua manusia itu?" tanya pria itu lagi masih menatap tajam dua orang di hadapan nya.


"Itu terserah anda bisa juga untuk lomba lari bersama cheetah kesayangan tuan besar" ujar Malvin tersenyum smirk menatap kedua orang itu dengan menyarankan.


"Hmm..benar juga katamu Malvin..kita harus memberi sedikit pelajaran berharga untuk kedua orang itu" pria itu setuju dengan ide Malvin.


"Tuan Gian..maafkan kami..tapi ini tidak ada urusan nya dengan anda jadi saya harap anda tidak ikut andil dalam masalah ini" ujar tuan Barsal seakan memperingati Gian.


"Kau memperingati ku?" tanya Gian dingin menatap tajam tuan Barsal.


"Tidak..tidak..tuan..maafkan saya..saya hanya memberitahu anda karena ini masalah pribadi" tuan Barsal menyangkal karena dia takut terhadap keluarga Wilson.


"Lalu apa kau sedang menasehati ku?" tanya Gian lagi masih dengan dingin.


"Bu..bukan..bukan begitu maksud saya..em saya sudah meminta maaf pada tuan Ray tapi seperti mau istri tuan Ray berlebihan dalam menanggapi hal ini..toh saya juga melihat istri tuan Ray baik-baik saja tidak ada yang lecet..jadi saya kira masalah ini cukup sampai di sini saja dan anda juga tidak perlu repot-repot mengurus masalah sepele ini..begitu tuan Gian" ujar tuan Barsal menjelaskan bahwa masalah ini dia anggap sepele.


Gian geram mendengar ucapan tuan Barsal yang menganggap masalah ini hanya masalah sepele..cih ingin sekali dia robek mulut sialan nya.


"Jadi kau menganggap ini hanya masalah sepele begitu..kau tau siapa yang salah di antara mereka berdua?" tamat Gian memastikan.


"I..iya tuan saya tau" jawab tuan Barsal mantap.


"Siapa?" tanya Gian.

__ADS_1


"Tentu saja istri tuan Ray yang salah..benar kan Carla..jelaskan pada tuan Gian yang sejujur nya" ujar tuan Barsal menuduh Genie dan meminta Carla sekertaris nya untuk membuat drama.


"Begini tuan..saat itu saya hendak keluar dari toilet tapi tiba-tiba saya di tabrak oleh seseorang saya sudah meminta maaf tapi malah di maki oleh wanita itu dan ketika saya melihat ke arah nya ternyata wanita itu tengah bermain ponsel tanpa melihat jalan..bahkan saya di dorong hingga bahu saya sakit tuan" jelas Carla mengada-ada agar Genie yang di salahkan.


"Begitu kah..apa begitu Malvin?" ujar Gian menatap tak suka pada kedua orang itu dan bertanya pada Malvin.


"Silahkan anda lihat sendiri tuan..setelah anda melihat nya anda bisa menyimpulkan nya" ujar Malvin santai menyerahkan ponsel yang berisi rekaman saat di toilet.


Dia orang itu gelagapan karena bisa ketahuan kebohongan nya..sialan kenapa mereka melupakan bukti yang ada..ck kalau begini mereka hanya menggali kuburan nya sendiri.


Gian melihat rekaman itu dengan hening tanpa suara..dia menatap penuh ketelitian..bukan tidak percaya dia hanya ingin melihat bagaimana adik nya di tabrak wanita sialan itu.


Gian geram melihat sendiri bagaimana Genie tertabrak karena Carla tidak melihat jalan dan malah fokus pada ponsel nya..dia marah karena melihat adik nya memegangi perut nya agar tidak terbentur.


"Hmm..lucu sekali" ujar Gian hanya mengatakan itu tanpa mengalihkan tatapannya dari Carla dan tuan Barsal.


Kedua orang itu sekarang berkeringat dingin..tatapan Gian mampu membuat mereka mati berdiri..sialan kenapa juga harus bersama hanya demi memojokkan Genie.


"Tuan maafkan kami tuan..maafkan kami" ujar tuan Barsal meminta maaf.


"Tiada maaf untuk kalian para pecundang..Malvin sebaik nya kau siapkan sesuatu untuk membalas adikku tercinta" ujar Gian menatap dua orang itu dengan tatapan tak terbaca.


Dua orang itu terkejut mendengar kata adikku dari mulut Gian.. benarkah yang mereka dengar Genie Istri Ray adalah adik kandung Gian..oh tuhan apa yang telah mereka lakukan.


"Baik tuan saya sudah menyiapkan sesuatu untuk mereka" Malvin menjawab Gian dengan smirk di bibir nya.


"Bagus..sekarang kau bawa mereka ke markas kematian dan katakan pada anak buah ku bahwa Leon perlu olahraga lari..buatlah lomba lari Leon dengan kedua manusia bodoh itu setelah itu pastikan bahwa mereka akan menetap di pulau Ramree Myanmar..kau tau kan pulau itu cocok dengan kedua manusia itu?" uajr Gian memberi perintah pada Malvin dengan tatapan tak terbaca.

__ADS_1


Mendengar pulau Ramree kedua orang itu langsung bersujud..mereka tak mau di bawa ke pulau itu..lebih baik di hukum cambuk daripada di bawa ke pulau itu..bisa mati berdiri mereka jika datang ke sana.


"Tuan kami mohon maafkan kami tuan..jangan bawa kami ke sana tuan kami mohon" ujar Carla memohon pada Gian.


"Terlambat..kau sudah menyakiti adik ku dan calon keponakan ku..kau tak akan bisa lolos semudah itu nona Carla" ujar Gian tanpa ekspresi.


"Tuan mohon ampuni saya tuan..saya tidak tau bahwa nona Genie adalah adik anda..maafkan saya tuan..saya memiliki istri dan anak tuan" uajr taun Barsal mencoba mengiba.


"Tidak ada urusan nya dengan ku..Malvin bawa mereka" Gian hanya menjawab sekilas dan memberi Malvin perintah untuk menyeret kedua manusia itu.


"Baik tuan" Malvin pun menyeret kedua nya keluar dari ruangan itulah.


Carla dan tuan Barsal meronta minta di lepaskan tapi sayang bukan Malvin namanya jika kalah..Malvin tak bergeming dia terus menyeret kedua orang itu tanpa ekspresi.


#


#


"Sayang kita pulang sekarang saja" ujar Ray mengajak Genie pulang.


"Hm..baiklah" Genie patuh tak banyak protes.


Ray menggendong Genie karena tak tega melihat Genie meringis..dia sudah memanggil dokter dan dokter mengatakan bahwa Genie hanya mengalami syok ringan dan menimbulkan perut mau menegang tapi setelah beberapa saya akan hilang dengan sendiri nya.


Dengan sabar Ray berjalan pelan takut perut istri mau terguncang dan melilit lagi..semoga Gian bisa memberikan hukuman yang berat karena dua orang itu Genie menjadi begini..bukan tuan Barsal juga yang salah tapi tuan Barsal seakan meremehkan Genie jadi dia ikut menyalahkan tuan Barsal.


"Apa masih sakit sayang?" tanya Ray yang kini ada di lift khusus.

__ADS_1


"Tidak terlalu honey" jawab Genie jujur.


"Baiklah kau boleh tidur..sorry" ujar Ray mengatakan Genie untuk tidur dan dia juga tak lupa meminta maaf.


__ADS_2