MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 135_Berlibur


__ADS_3

Malvin tengah bersiap ke kantor..dia sedikit kesusahan memakai dasi..hari ini dia ada meeting dan mengganti kan Ray.


Bos besar nya itu tengah menikmati liburan nya tentu atas permintaan bumil nya..Malvin pun tak bisa menolak karena bumil sudah meminta nya.


Malvin keluar dari kamar dengan masih berusaha memasangkan dasi di kerah kemeja nya.


Hailey tampak melihat Malvin kesusahan akhirnya berinisiatif untuk membantu nya.


"Malvin" panggil Hailey.


"Ya" jawab Malvin singkat masih sibuk dengan dasi nya.


"Biar ku bantu" Hailey menawarkan bantuan untuk memasangkan dasi.


Malvin tampak terdiam sebentar lalu memberikan dasi nya pada Hailey.


Hailey memasangkan dasi itu di kerah kemeja Malvin..dengan cekatan akhirnya Hailey berhasil memasangkan dasi itu juga membenarkan sedikit kemeja Malvin serta menepuk-nepuk nya.


"Selesai" ujar nya tersenyum.


"Terimakasih" ucap Malvin berterimakasih.


"Sama-sama..ayo sarapan" ajak Hailey sarapan bersama.


"Kau masak?" tanya Malvin memicingkan mata nya.


"Hehe..tidak apa-apa hanya sedikit" Hailey nyengir dan membuat Malvin tak bisa marah.


"Baiklah jika kau memang sudah mampu..tapi jangan di paksakan" akhirnya Malvin memberikan ijin namun masih ada peringatan juga.


"Iya..maaf dan terimakasih"


Mereka sarapan bersama.. Hailey tampak melayani Malvin dengan sepenuh hati..ya Hailey sudah menerima lamaran dari Malvin dan dia akan berusaha membuka hati untuk Malvin.


Tidak ada salah nya mencoba membuat hati lagi untuk pria yang benar-benar baik pada nya.


Selesai dengan sarapan nya kini Malvin mengambil tas nya juga jas nya.


Hailey mengantar Malvin sampai kedepan pintu apartemen..dia membawakan tas Malvin persis seperti seorang istri yang mengantar suami nya berangkat kerja.


"Aku berangkat..ingat jangan aneh-aneh" Malvin berpamitan dan berpesan agar tak Melaka hal aneh di apartemen selama dia tak ada.


"Iya.. hati-hati di jalan"


Hailey tampak melambaikan tangan nya sebentar sebelum Malvin benar-benar menghilang dari pandangan nya.


Hailey kembali masuk kedalam apartemen dan mengunci pintu nya sesuai perintah Malvin.


Meski pintu otomatis akan terkunci tapi Malvin berpesan agar mengunci ganda lagi karena dia tidak tau apa yang akan terjadi kedepan nya.


Hailey hanya menurut saja dan dia akan keluar jika bersama Malvin saja..dia tak berani kemanapun karena Billy sudah bertemu dengan nya lagi kemarin.


Hailey hanya beres-beres di apartemen..dia membersihkan balkon apartemen..menyapu dan mengepel nya serta meletakkan sebuah kursi dan meja di balkon.


Hailey menyulap balkon itu menjadi tempat untuk bersantai..dia juga memasang karpet di lantai nya tentu karpet yang bersih untuk nya duduk.


Selesai dengan bersih-bersih nya kini Hailey mengambil potongan buah di kulkas dan membawa nya ke balkon.

__ADS_1


"Huhhh segar sekali udara nya..rasanya aku ingin tidur di sini" ujar Hailey tampak bahagia bisa melihat pemandangan luar apartemen.


#


#


"Sayang apa kau suka pemandangan nya?" tanya Ray.


"Suka..sangat cantik" jawab Genie jujur dengan binar kekaguman di mata nya.


"Kau mau jalan-jalan di sekitar sini?" tanya Ray mengusulkan ide.


"Apa boleh?" ujar Genie dengan tampang polos nya.


Ray gemas akhirnya mencium Genie di tempat hingga decapan mereka begitu nyaring.


Ray membawa Genie menuju kamar mereka untuk memulai pertempuran panas di pagi yang cerah ini.


Genie pun tak bisa menolak karena dia juga sedang on fire..dia butuh pelampiasan.


Sesampai nya di kamar Genie dan Ray sama-sama sibuk membuka kain penutup di tubuh masing-masing.


Selesai dengan pakaian masing-masing kini mereka memulai percintaan panas nya dengan penuh kelembutan dan perasaan.


.


.


"Honey tolong ambilkan gambar ku di sini" ujar Genie meminta Ray memotret nya.


"Baiklah"


Tak mudah menjadi fotografer dadakan..dia harus melewati beberapa drama dari bumil nya jika foto yang dia ambil tidak sesuai.


Berkali-kali juga Ray melebarkan sabar nya agar tak terpancing.


"Honey ini jelek"


"Honey aku terlihat gemuk jika angle nya tidak pas"


"Ishhh kenapa malah buram sih"


"Sekali lagi,kenapa baju nya terlihat kusut"


"Ulangi lagi"


"Lagi"


"Sekali lagi"


Dan masih banyak lagi protes tak jelas dari bumil rempong satu ini.


Ray hanya bisa menghela nafas nya panjang..melawan dia yang akan rugi tidak melawan dia juga rugi.


Simalakama.


.

__ADS_1


.


"Honey aku lapar" ujar Genie memegangi perut nya yang berbunyi.


"Mau makan apa sayang?" tamat Ray tersenyum dan mengecup bibir Genie.


"Terserahmu saja yang penting buatan mu honey"


"Baiklah"


Ray menuju dapur untuk membuatkan makanan yang akan dia masak untuk Genie.


Ray mulai mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia olah menjadi makanan untuk sang ratu nya.


Selama Ray memasak Genie merasa diri nya mengantuk hingga dia tertidur di sofa ruang tamu villa yang mereka tempati untuk berlibur.


Genie terlelap dalam sekejap karena memang sejak hamil dia menjadi sering mengantuk.


Sementara Ray sudah selesai dengan masakan nya..dia membawa makanan itu ke ruang tamu dimana Genie tengah menunggu nya.


Saat dia sampai ternyata istri cantik nya itu sedang tidur..mungkin bosan menunggu nya.


"Astaga lucu sekali sih kamu" ujar Ray mengecupi kening Genie.


Tak tega melihat sang istri uang tertidur di sofa Ray memutuskan untuk membawa Genie ke kamar mereka agar tubuh Genie tak sakit.


Ray kembali ke ruang tamu untuk mengambil makanan buatan nya dan dia letakkan di microwave agar jika Genie bangun dan ingin makan makanan itu bisa langsung dia panaskan.


"Selamat tidur istri ku..aku mencintaimu..cups.." ujar Ray mencium kening Genie dan memilih mengambil laptop nya untuk memeriksa pekerjaan nya.


Ray mengecek email yang masuk dari Malvin..dia akan mencicil pekerjaan nya agar tak terlalu menumpuk jika nanti dia kembali bekerja lagi.


#


#


"Rapat selesai untuk hasil nya akan kami beritahukan kepada kalian 2 hari lagi karena bos sedang tidak bisa hadir..sekian dan terimakasih" ujar Malvin mengakhiri rapat kali ini.


Malvin kembali ke ruangan nya dan meninggalkan sekretaris nya untuk menangani sisa nya.


Dia tak mau berinteraksi dengan para penjilat berdasi.


Muak dan menjijikkan.


"Ya bos"


"......."


"Lancar bos..mereka menunggu hasil nya dan saya memberikan waktu dua hari lagi untuk mendapatkan hasil nya" ujar Malvin menyampaikan.


"........"


"Baik bos"


Sambungan telepon terputus Malvin kembali mengerjakan pekerjaan nya..dia membuka jas nya kemudian mulai mengerjakan kembali dokumen yang sudah menunggu diri nya itu.


"Semoga bisa selesai sebelum jam makan malam" gumam Malvin berharap pekerjaan nya selesai sebelum makan malam.

__ADS_1


__ADS_2