
Sammy memulai permainan nya lebih dulu..dia bersiap menyerang Leon tapi Leon hanya diam sambil menatap calon makanan nya yang banyak tingkah itu.
Sammy semakin mendekati Leon..dia mengacungkan balok kayu itu pada Leon sementara Leon dia menguap seakan malas meladeni tingkah Sammy yang tak menantang sama sekali.
Semakin mendekati Leon Sammy melayangkan pukulan keras balok kayu itu pada Leon namun bukan nya kesakitan Leon malah semakin menguap bahkan enggan bangun dari posisi nya saat ini.
"Kucing sialan..bangun kau..berikan kunci itu padaku sialan" ujar Sammy menyebutkan kata sialan pada Leon.
Tanpa di duga Leon bangun Drai posisi nya sama menatap Sammy dengan tatapan mata yang amat sangat tajam dan membuat Sammy merinding..dia kira hewan di depan nya ini sudah jinak tapi dia salah duga..hewan itu hanya jinak pada Genie dan Ray beserta anak buah Gian saja.
"Mau apa kau hah..jangan mendekat atau aku akan membunuh mu" ujar Sammy dengan gemetar berusaha tidak takut akan tatapan Leon.
Leon berjalan pelan mendekati Sammy..sementara Sammy dia semakin mundur..takut..ya Sammy takut pada binatang itu..dia masih ingin hidup dan menghirup udara segar dunia ini.
"Leon bermain lah dengan nya buat dia tau bahwa kau adalah kucing manis ku" ujar Genie memberi perintah pada Leon dan di balas auman dari Leon.
Genie dan Ray hanya sebagai penonton di balik kandang besar Leon..mereka menikmati pemandangan menyenangkan di depan mata mereka dimana Sammy tengah lari menghindari Leon yang hanya berjalan santai.
"Kucing manis mu semakin manis saja sayang" ujar Ray memuji tingkah Leon.
"Hm..dia sangat manis.. aku suka melihat nya bermain-main seperti itu..membuat mainan nya sport jantung lalu menjatuhkan nya sejatuh-jatuhnya..dia kadang juga nakal, sejak kecil dia sudah dekat dengan kami anggota keluarga Wilson karena kami sering di kunjungi Leon sewaktu masih anak-anak seperti kucing manis pada umum nya" jelas Genie mengenai kedekatan nya dengan hewan-hewan buas di markas besar itu.
"Apa kalian tidak takut sayang dengan mereka.. maksud ku pertemuan kalian dengan mereka apa tidak ada rasa takut sama khawatir?" tanya Ray penasaran akan kehidupan masa kecil anak-anak keluarga Wilson.
__ADS_1
"Tentu saja takut bodoh..kau pikir aku tidak takut saat pertemuan pertama kami sewaktu umur Leon 3 tahun dan umurku baru 5 tahun..saat itu aku bahkan menjerit-jerit minta bantuan Daddy agar membawaku pergi dari kandang Leon..tapi Daddy malah tertawa seakan Leon hanya kucing manis yang membutuhkan belaian,benar saja saat Leon mendatangi ku dia mengendus-endus baruku ternyata bauku sama seperti Daddy dan dia mulai mendusel di kakiku..astaga aku bahkan hampir jantungan saat itu..tapi pada akhirnya aku dan Leon berteman dan akrab serta Leon langsung jinak pada ku tanpa pelatihan sama sekali" jelas Genie saat diri nya bertemu dengan Leon sewaktu kecil dulu.
Skip....
Singkat nya kini Sammy berhasil mengambil kunci di gantungan leher Leon.. sebenarnya Leon tak melawan dia hanya diam dan menakut-nakuti Sammy saja..sesuai perintah Genie..dia bermain-main dengan mainan nya menakuti setelah nya menjatuhkan nya sejatuh-jatuhnya hingga malu yang Sammy rasakan tidak tertahan kan lagi.
Bagaimana tidak setelah membuat nya sangat ketakutan pada akhirnya Leon hanya diam mendusel di kaki nya serta mengendus bau calon makanan nya tapi Leon harus tahan karena sebentar lagi dia akan menyantap makanan nya itu.
Dan akhirnya Sammy berhasil mengambil kunci itu tanpa perlawanan sama sekali..dia sangat malu setelah nya..tapia segera dia tepis karena dia harus membuka borgol di tangan kedua orangtuanya dan setelah terbuka maka mereka akan keluar dari tempat menyeramkan itu.
"Mommy,Daddy sebentar lagi kita akan keluar dari sini..Sammy berhasil mendapatkan kunci nya" ujar Sammy berlari mendekati orangtuanya dan menunjukkan beberapa kunci yang di campur menjadi satu.
"Cepat buka borgol ini nak..mommy sangat takut na__" pinta ibu Sammy.
"Ck sabar kenapa..kalian akan aku bebaskan semua.. satu-satu karena hanya ada satu kunci yang pas dengan borgol di tangan kalian jika tidak bisa dan tidak pas maka kalian akan memakai lulur aspal panas itu" ujar Sammy kesal dengan sikap kedua orangtuanya yang hanya ingin menyelamatkan diri sendiri.
Kedua nya diam..Sammy mulai mencoba membuka borgol itu dengan salah satu kunci itu sementara dua anak buah Gian sudah bersiap di belakang masing-masing orangtua Sammy.
Sammy gugup dan takut jika dia salah maka orangtuanya akan mendapatkan hukuman itu..dia tidak bisa membayangkan nya.
"Baiklah aku akan mencoba yang ini semoga bisa"
Sammy memasukkan kunci itu pada borgol di tangan ibu nya dia mencoba memutar kunci itu tapi tidak bisa..dia mencoba berkali-kali tapi masih saja gagal..sial.
__ADS_1
Anak buah Gian mengambil kuas khusus untuk aspal itu dan mengoleskan nya pada kaki ibu Sammy..sementara Sammy dia juga terikat dan di pegang oleh anak buah Gian agar tidak bisa kemana-mana hanya bisa menyaksikan ibu nya menejerit kesakitan setelah aspal panas yang masih mengepul asap nya mengenai kaki ibu nya.
"Arghhhhhh.. ampun.. arghhhhhh sakittt" teriak ibu Sammy merasakan sakit di kaki nya sensasi yang amat sangat menyiksa nya.
Setelah selesai dengan dua kaki ibu Sammy kini mereka berganti pada ayah Sammy..ayah Sammy juga ketakutan melihat istrinya di beri lulur aspal panas oleh anak buah Gian.
1 detik...
2 detik...
"Arghhhhhh..sakittt..ampun arghhhhhh" ayah Sammy menjerit kala kaki nya di beri aspal bak tengah di beri luluran.
Sammy tentu saja tidak terima dengan penyiksaan orangtua nya.sia mencoba memberontak namun kalah tenaga..dia hanya bisa menatap orangtuanya dengan sendu.
"Genie aku mohon lepaskan mereka..mereka tidak ada hubungannya dengan kesalahan ku..ku mohon Genie lepaskan mereka" pinta Sammy memohon agar Genie melepaskan orangtuanya.
Genie..dia hanya menatap datar pada Sammy dan orangtua Sammy..dia tidak ada niat untuk menghentikan kegiatan anak buah nya dia justru menikmati nya dengan bersandar pada dada bidang Ray di sofa yang anak buah Gian bawakan.
"Lanjutkan" ujar Ray pada anak buah Gian agar meneruskan kegiatan mereka.
Skip....
Kini setelah selesai dengan keluarga Sammy..Devani tengah berada di kandang Leon dan mencoba untuk mengambil kunci yang menggantung di leher Leon..dia merinding ngeri melihat Leon yang hanya duduk santai tanpa memperdulikan kehadiran nya.
__ADS_1