
Genie terbangun sejak matahari masih malu untuk muncul..dia mencuci wajahnya lalu menggosok gigi.. setelahnya Genie menuju dapur..awalnya dia kebingungan mencari letak dapur di rumah Ray tapi akhirnya dia menemukan keberadaan dapur itu.
Sember: Google.
"Wah dapurnya besar dan bagus juga..hmm baiklah waktunya memasak" ucap Genie sempat kagum dengan penampilan dapur milik Ray.
Genie mulai mengeluarkan isi kulkas yang ingin dia jadikan masakan..di saya dia tengah serius dengan bahan masakannya tiba-tiba salah satu pelayan menghampiri Genie.
"Selamat pagi nona..apa ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan itu.
"Ah..pagi juga..tidak usah bi..biar saya saja..bibi kerjakan yang lain saja" balas Genie sopan.
"Baiklah nona..saya permisi jika butuh sesuatu beritahukan kepada saya saja" pesan pelayan itu.
"Iya bi" balas Genie.
Pelayan itu pergi dan mengerjakan pekerjaan lainnya dan meninggalkan Genie yang tengah serius dengan urusan dapur.. Genie telah selesai menyiapkan segala kebutuhan untuk masakannya.
__ADS_1
Genie mulai mengolah bahan makanan itu menjadi masakan yang lezat dan tentunya menggugah selera bagi yang melihatnya..tak lupa Genie juga menyisihkan sebagian untuk pelayan di rumah Ray yang jumlahnya hanya ada 5 orang beserta penjaga gerbang dan sopir.
"Akhirnya selesai..sebaiknya aku bangunkan Aneta dan Ray dulu..sudah hampir jam setengah 8..Ray juga harus ke kantor..emmm aku lebih baik menemani Aneta di rumah dulu agar dia lebih nyaman dengan tempat baru nya" ujar Genie merencanakan.
Genie melangkah menuju kamar Ray dimana Ray dan Aneta masih tidur dalam hangatnya selimut..astaga kenapa rasanya dia sudah menjadi seorang istri saja kalau begini..haha gila sekali.
Genie masuk kedalam kamar dan mendekati ranjang dimana Ray dan Aneta masih tertidur dengan pulas..ada rasa tak tega membangunkan mereka tapi ini sudah jam setengah 8 jadi mau tidak mau tega tidak tega dia harus bisa.
"Ray..bangun..hey bangun sudah hampir dia" Genie mengguncang pundak Ray berusaha membangun kan tapi nihil.
"Ck..kebo sekali sih si tuan cabul ini" gerutu Genie kesal karena Ray tak kunjung bangun.
Genie beralih pada Aneta..dia membangunkan Aneta dengan lembut serta kecupan tak lupa dia daratkan pada kening gadis kecil itu.
"Kau sudah bangun sayang..ayo cuci muka dulu lalu mandi dan sarapan" ujar Genie mengelus rambut Aneta.
"Morning mommy, morning Daddy" sapa Aneta pada kedua orang tua angkatnya.
"Morning cantiknya Daddy..morning Mommy" ucap Ray membalas sapaan Aneta dan menggoda Genie.
__ADS_1
"Ck..dasar..sudah mandi dulu kalian lalu sarapan ya..mommy juga mau mandi dulu" ucap Genie menyudahi.
"Ok mom" jawab Ray dan Aneta bersamaan.
Genie hanya menggelengkan kepalanya.. mereka berdua benar-benar kompak persis seperti anak dan ayah sungguhan.
Genie membersihkan tempat tidur saat Aneta dan Ray sudah masuk kedalam kamar mandi mereka sendiri-sendiri.. Genie sedikit ragu apa dia harus menyiapkan setelan kerja untuk Ray juga..astaga dia seperti seorang istri.
"Huhh baiklah tidak apa-apa..siapkan saja" ucap Genie akhirnya menyiapkan setelah kerja untuk Ray.
Selesai menyiapkan setelah kerja untuk Ray kini Genie beralih ke kamar Aneta untuk menyiapkan pakaian Aneta..dia ingin Aneta merasa di perhatikan layaknya seorang anak sesungguhnya.
Selesai dengan urusan pakaian..kini Genie memilih mandi setelah menyuruh pelayan membelikannya pakaian sebelumnya..dia tidak mungkin memakai pakaian kemarin.
*
*
"Aku seperti merasa memiliki seorang istri..haha astaga kenapa aku jadi memikirkan gadis gila itu..apa benar aku sudah...ah sudahlah nikmati saja" ucap Ray tersenyum melihat setelan jas beserta kelengkapannya di atas ranjang lengkap dengan sepatu dan kaos kaki nya.
__ADS_1
Ray turun kebawah dan melihat sebuah pemandangan yang begitu menyegarkan mata..dia melihat Genie dan Aneta tengah duduk di meja makan dan menunggu nya astaga dia merasa memiliki keluarga sesungguhnya.
"Seperti inikah layaknya keluarga yang sesungguhnya..aku sangat bahagia bisa merasakan hal ini" batin Ray.