
Ray mengecup kening Genie setelah membalikkan tubuh Genie hingga berhadapan dengan nya..wajah mereka begitu dekat bahkan nafas kedua nya saling beradu.
"Aku mencintaimu Genie..sangat mencintaimu" ujar Ray mengusap pipi Genie dengan begitu lembut.
"Aku juga mencintaimu Rayano Cartwright" balas Genie mengecupi bibir Ray dan di sambut llumatan oleh Ray.
Mereka berkissing menikmati momen indah nya yang baru mereka rasakan sejak kebersamaan kedua nya..llumatan demi llumatan Ray lanyangkan yang mana membuat Genie semakin haus akan sesuatu.
Tangan Genie tak lagi dapat terkendali..tangan itu sudah merambah ke berbagai daerah di tubuh Ray..begitu dengan Ray yang kini kedua tangan nya sudah mendarat di perbukitan yang memiliki puncak indah.
"Nghhh"
Genie mendesyah saat Ray sudah berhasil merem mas squsy nya..kini ciuman itu mulai merambah ke daerah lleher yang mana malah membuat sang empu nya semakin mengeluarkan suara mistis nya.. Ray membaringkan Genie di ranjang milik nya masih dengan bibir nya yang menjelajah lleher nya.
Kini semakin besar haserat kedua nya ingin menyatu..Ray mulai merambah ke bagian squsy milik Genie..dia berhasil membuka kancing baju Genie dan melihat kacamata berwarna cream yang membuat si squsy semakin menantang bagi nya.. indah sekali.
Selesai merampok kacamata khusus itu kini Ray mulai mengullum salah satu nya lalu tangan satu nya merem mas lembut squsy yang satu nya.. Genie mendesyah saat bibir Ray mencuri buah berry di pucuk gunung nya..dia begitu gila hingga menekan kepala Ray agar semakin dalam.
"Emhhh aah Ray" desyahan Genie mulai merasuki alam kenikmatan yang tengah Ray ciptakan sendiri.
Kini bibir nakal Ray sudah berpindah di satu gunung yang lain nya..lagi buah berry yang berada di pucuk gunung itu Ray kullum hingga membuat Genie menggeelinjang hingga suara mistis itu kembali terdengar kembali dan malah menjadi penambah semangat Ray.
juilatan yang Ray berikan pada pucuk berry itu semakin membuat Genie gelisah dan tak tenang..hingga suara ketukan pintu membuat fantasi yang tengah mereka ciptakan buyar dan ambyar seketika.
sialan...umpat Ray merasa terganggu dengan manusia di balik pintu kamar nya.
"R.. Ray emhhh su..sudah" ujar Genie meminta Ray menghentikan kegiatan nya memetik berry.
Huhh..sorry sayang..aku kelepasan" ujar Ray dengan wajah penuh sesal namun hatinya mengumpati manusia yang ada di balik pintu.
"Tidak apa-apa..aku juga me__ekhemm sudah lah ayo keluar" ujar Genie mengajak Ray keluar dengan sudah membenarkan pakaian mereka kembali.
Ray dan Genie keluar dan di sambut oleh Malvin yang tengah berdiri di depan pintu kamar Ray dengan sebutan deretan gigi putih nya namun segera dia menutup mulut nya kala melihat ekspresi wajah Ray yang begitu suram bak ingin membunuh nya.
__ADS_1
'Apa aku datang di waktu yang salah..mati lah aku' batin Malvin merutuki diri nya yang mungkin sudah mengganggu waktu nganu Ray dan Genie astaga.
"Tuan..hehe nona Genie..maaf mengganggu waktu nya" ujar Malvin tersenyum canggung.
"Ya kau memang mengganggu..ada apa?" ujar Ray membenarkan e Malvin asisten nya dengan ketus.
"Hehe maaf tuan.. emm begini ada dokumen yang harus anda periksa segera karena menyangkut kerjasama dengan Richard Group" Malvin mengutarakan tujuan nya datang karena memang ada dokumen yang ahrus Ray tanda tanganni.
"Hm..ke ruang kerja saja..sayang tunggulah di kamar aku akan segera kembali cups" titah Ray pada Malvin yang langsung ngacir takut di terkam.
"Iya" jawab Genie bak kucing manis yang menurut pada tuan nya.
"Jika kau selimut ini aku tidak janji akan menahan nya sayang..kau terlalu nikmat" ujar raya mengeratkan pelukannya pada Genie snag semakin merapatkan tubuh nya pada Genie.
"Sudah sana kau harus bekerja dulu" ujar Genie menyarankan.
"Baiklah..nanti kau harus tanggung jawab karena milik ku sudah benar-benar sesak sayang" ujar raya menuntut tanggung jawab pada Genie.
"Ck baiklah..tapi tidak ada penyatuan itu akan aku simpan untuk malam pernikahan..deal?" ujar Genie yang sudah semakin berani.
#
#
"Sialannnn.. arghhhhhh aku tidak terima.. aku akan membunuh mu wanita sialannnn arghhhhhh"
Seorang wanita yang saat ini tengah mengamuk di apartemen nya dia membanting semua benda yang ada di sana untuk meluapkan emosi nya kala melihat adegan mesra di depan mata nya.
Dia kepanasan setelah kembali dari ruang orangtua Ray pria yang dia cintai dan dia idamkan selama ini malah sudah memiliki pendamping lain..secepat itu dia melupakan sepupu nya Maura yang hanya seorang lesbian dan dia kini tidak memiliki kesempatan untuk mendekati nya.
Dia marah dan tidak rela jika Ray di miliki wanita lain apalagi wanita kelas rendahan seperti Genie cih tidak akan dia biarkan ini terjadi..lihat lah dia akan menghabisi siapapun yang berani memiliki Ray selain diri nya.
"Aku mau rencana itu di mulai hari ini.. aku tidak bisa diam saja melihat mereka bahagia" ujar Devani pada seseorang di sebrang sana.
__ADS_1
"........."
"Apapun dan berapapun yang kau mau akan aku berikan" ujar Devani akan melakukan apapun untuk keberhasilan rencana nya.
"........"
"Sesuai keinginan mu..datang lah kebetulan aku sedang ingin melakukan nya" ujar Devani dengan suara menggoda.
"........"
"Hm..see you"
Sambungan telepon terputus kini Devani menanggalkan semua pakaian nya untuk menyambut seseorang yang tadi dia hubungi..dia suka dengan permainan laki-laki itu dan dia akan kembali puwas jika bermain dengan nya sebelum rencana nya di mulai.
Tak berapa lama kemudian pintu apartemen nya di buka dan di tutup serta di kunci agar tak ada yang bisa masuk jika yang sudah tau sandi nya..orang itu tak mau kegiatan enak-enak nya di ganggu.
"Baby" panggil si pria dengan tangan yang mulai menanggalkan pakaian nya seperti Devani.
"Oh kau sudah datang sayang.. kemarilah" ujar Devani yang saat ini tengah berbaring di sofa dengan mengangkat satu kaki nya ke atas sandaran sofa dan membuat orang itu langsung gila dan menyergap Devani tanpa pemanasan karena Devani sudah basah.
Dan kegiatan enak-enak pun mereka lakukan dengan penuh kepuawasan dan berkali kali hingga kedua nya tumbang tak berdaya di lantai apartemen Devani.
#
#
"Sayang kau dimana?" panggil Ray kala dia sudah selesai dengan urusan pekerjaan nya.
"Sayang..Genie kau dimana" panggil dua lagi yang tak dapat jawaban tapi mata nya mendapati gorden kamar nya terbang tertiup angin.
Ray menghampiri Genie yang tengah bersandar di balkon seraya melihat pemandangan di luar..Ray mendekap Genie dari belakang dan mengecupi tengkuk nya.
"Ssttt jangan bergerak atau aku akan memasuki mu dari belakang..diam sebentar" ancam Ray kala mendapati junior nya sudah sesak.
__ADS_1
"Ck kau ini..kenapa kau jadi tambah mesyum sekali sih" tanya Genie berdecak heran karena Ray jadi tambah mesyum.
"Aku hanya mesyum dengan mu sayang..tidak pernah aku mesyum dengan yang lain nya..so apa kau sudah belajar cara itu..jika sudah ayo kita praktek..kebetulan dia sudah sesak"