MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 85_Kematian


__ADS_3

"Nak Ray tolong nak..maafkan kami nak..maafkan kami..tidakkkkkk jangannnnnnn" mohon ibu dan ayah Devani pada Ray.


"Nak Genie kami mohon nak..lepaskan kami.. tidakkkkkk" teriak kedua orang tua Sammy memohon pada Genie.


"Maafku telah pergi bersama nyawa anak ku yang anak-anak kalian lenyapkan dengan keji nya..pintu maafku telah terkunci rapat akibat ulah kedua anak kalian yang tak ber perikemanusiaan terhadap seorang anak kecil berusia 8 tahun yang masih sangat membutuhkan kasih sayang orangtuanya..nikmati lah waktu terakhir kalian untuk melihat wajah menyeramkan anak-anak kalian yang telah kalian banggakan..lemparkan mereka" setelah berucap begitu Genie memberi perintah pada anak buah Gian untuk melempar kan satu persatu dari kedua orang tua Devani dan Sammy.


Genie ingin melihat wajah menyesal kedua iblis itu..hati nya telah beku dan mati setelah kepergian Aneta..jika saja mereka tak melakukan itu pada Aneta nya pasti Genie tak akan kehilangan respect terhadap keenam orang itu.


Salahkah Genie bersikap layak nya pembunuh..salah kah dia membalas setiap sakit yang Aneta terima sebelum meregang nyawa..salah kah dia sebagai seorang ibu yang ingin anak nya hidup aman bersama nya hingga tua nanti namun impian itu di renggut paksa oleh iblis yang menyerupai manusia itu.


Biarlah Genie di cap sebagai pembunuh dia tidak memikirkan perkataan orang lain.. yang dia tau hanya dendam nya terbalaskan..setidak nya anak nya mendapatkan keadilan meski sudah terlambat.


"Arghhhhhh.. tidakkkkkk..tidakkkkkk..jangan mendekat arghhhhhh"


"Arghhhhhh lepaskan akuuuuu..arghhhhhh"


Teriakan demi teriakan mulai terdengar saat satu persatu manusia itu di lempar kedalam tempat yang seharusnya..Genie tau kedua orangtua Sammy dan Devani tidak lah bersalah sama hal nya dengan Aneta yang bahkan tak tau apapun namun menjadi korban dari kekejaman dua manusia itu.


"Sayang you ok..apa kau ingin beristirahat?" tanya Ray yang seakan tau isi hati Genie.


"Tidak sayang.. aku hanya merasa apakah aku terlalu kejam pada mereka..tapi saat perasaan iba itu muncul lagi dan lagi wajah kesakitan Aneta kembali terngiang di ingatan ku dan membuat ku tak mempunyai hati..apakah yang ku lakukan sudah benar sayang..aku hanya merasa aku sama saja dengan mereka" ujar Genie mengeluarkan keresahan nya pada Ray.

__ADS_1


Ray mengusap kepala Genie dengan lembut..dia tau perasaan Genie yang hanya seroang wanita lemah lembut..dia tau bahwa Genie pasti akan seperti ini dan berpikir hal yang dia lakukan salah.


"Kau tidak salah sayang..sesekali kita juga boleh melakukan hal yang sama dengan mereka..memang kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan tapi kadang perlu juga kejahatan kita lawan dengan kejahatan lain nya..kau tau ada sebuah racun mematikan yang penawar nya menggunakan racun lain..ibarat nya itu adalah kejahatan yang memang harus di balas dengan kejahatan namun dengan tujuan untuk memberantas akar masalah nya dan bukan pula menambah masalah..jika kita punya pilihan lain maka kita tidak akan mungkin bukan melakukan ini.. kita akan lebih menyukai opsi lain jika memang kita memiliki opsi lain namun kita tidak lah memiliki pilihan lain selain melawan nya dengan perbuatan yang sama pula..jangan menyalahkan diri sayang hm?" ujar Ray mencoba memberi pengertian kepada Genie agar tidak selalu berpikir berlebih.


Genie tampak terdiam memikirkan perkataan Ray..memang benar yang Ray katakan..jika dia memiliki pilihan lain maka dia akan menggunakan pilihan lain..sekarang jika mereka di serahkan pada pihak berwajib belum tentu setelah keluar dari tahanan mereka bisa berubah dan tak membalas dendam..belum tentu juga mereka benar-benar menjalankan hukuman karena mereka termasuk orang berduit.


Cara yang paling ampuh dan efektif hanya dengan menyingkirkan sumber nya agar tak ada lagi yang akan tumbuh menjadi bibit penerus selanjutnya.


Baik Genie maupun Ray mereka sudah di beri kewenangan dari pihak Rey serta yang lain..mereka menyerahkan urusan Devani dan Sammy pada Ray dan Genie sepenuhnya.


Genie tak bisa menebak jika ayah nya yang turun tangan maka bukan hanya kematian sederhana yang akan mereka dapatkan tapi juga penyiksaan yang amat sangat menyakitkan juga lebih kejam dari yang dia lakukan.


#


#


Sedangkan Devani hanya bisa menyaksikan orangtua nya menjadi korban dari kesalahan nya..dia hanya mampu menangis karena tidak bisa bersuara tentu saja mulut nya sudah di bekap agar tak berisik.


Begitu juga dengan Sammy yang hanya mampu menyesali perbuatan nya..ini belum lah seberapa jika mengingat lagi perbuatan nya terhadap gadis kecil seperti Aneta yang bahkan tidak tau menahu mengenai hubungan antara orangtua nya dengan dia dan Devani.


Sungguh menyesal tiada guna..dia hanya mampu menyaksikan kedua orangtua nya yang tengah di cabik-cabik oleh binatang buas itu..nanti dia juga akan mendapatkan giliran.

__ADS_1


"Maafkan aku Genie..maafkan aku Ray..aku salah..aku menyesal" ujar Sammy dalam hati menatap sendu kedua orangtua nya yang sudah hanya tersisa beberapa bagian tubuh nya saja.


Setelah puas dan habis tiada sisa kini giliran Leon dan Coco yang mendapat bagian..Leon lebih memilih Devani entah kenapa dia lebih suka wanita itu yang akan menjadi makan siang nya nanti.


Sementara Coco..dia sudah memunculkan diri di permukaan kolam..dia tak sendiri ada pasangan nya yaitu Cici..Coco dan Cici adalah sepasang buaya Amazon yang Rey pelihara untuk sekedar memberikan pelajaran pada para penghianat ataupun para musuhnya.


Selama turun temurun keturunan peliharaan nya telah bertambah dan ada di mana-mana termasuk lintas benua karena di setiap benua yang ada rumah milik mau pasti akan ada setidak nya satu atau dua peliharaan nya.


*


*


"Jangan pernah berikan belas kasih mu pada orang yang salah sayang.. percaya lah bahwa kau memang sudah melakukan sesuatu yang menurut mu benar dan sudah seharusnya" ujar Ray masih mencoba menguatkan dan memberikan pengertian kepada Genie yang mulai goyah.


"Maaf..maafkan aku Ray..aku terlalu lemah..sebaik nya kau lanjutkan saja aku takut tidak bisa menahan diri untuk membebaskan mereka" ujar Genie berniat ingin ke ruangan nya saja.


"Baiklah aku antar..ayo" Ray mengantar Genie ke ruangan nya.


"Kalian tunggu hingga aku kembali baru lah permainan bis di lanjutkan" ujar Ray pada anak buah Gian memberi perintah.


"Baik tuan" karena mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2