
Ray..dia menatap dua manusia yang tengah saling suap dengan pandangan kesal dan iri..astaga ingin rasa nya Ray menggaruk mereka saat ini juga.
Dia cemburu karena Genie tidak ke kantor dan dia juga ingin makan di suapi seperti dua makhluk menyebalkan di depan nya.
"Ekhemm" Ray berdehem.
Dua orang itu menoleh pada sumber suara..astaga tampak sebuah penampakan wajah angker sang big bos.
"Tuan..maaf apa anda membutuhkan sesuatu?" ujar Malvin sedikit gugup.
"Tidak..jika mau bermesraan harap tutup pintu dulu supaya aku tak mencakar mu nanti" ujar Ray menyampaikan keluh kesah nya dan meninggalkan Malvin beserta Hailey.
Malvin dan Hailey tampak saling pandang..entah lah mungkin pengaruh kehamilan Genie menular pada Ray.
"Dia bos mu?" tanya Hailey penasaran.
"Iya..big bos" jawab Malvin.
"Woahhh dia menyeramkan juga" ujar Hailey tampak begidik melihat wajah Ray tadi.
"Dia baik hanya saja pembawaan nya memang begitu..sudah ayo lanjutkan makan nya" Malvin menjabarkan gambaran sikap Ray yang memang seperti itu namun memiliki hati yang baik.
Hailey menurut saja..setelah makan Malvin menyuruh Hailey untuk istirahat di sofa ruangan nya.
Dia ingin pulang bersama Hailey.
Hailey tampak menurut saja..dia juga lelah dan mengantuk jika hanya menunggu Malvin selesai bekerja.
Malvin membiarkan Hailey tertidur..dia senang karena untuk pertama kalinya dia merasakan apa yang bos nya rasakan yaitu di temani seseorang yang special saat sedang bekerja.
"Jadi seperti ini rasa nya di temani orang spesial saat sedang bekerja..haha pantas saja bos sangat bahagia" batin Malvin tersenyum menatap Hailey yang sudah terlelap.
Dia bersyukur di pertemukan dengan Hailey meski dengan cara yang bisa di bilang tidak sepantasnya tapi tidak apa-apa dia menerima Hailey apa ada nya.
Itu bukan keinginan Hailey sendiri..jika mungkin dia memiliki pilihan lain pasti Hailey akan memilih selain mengalami masa lalu menyakitkan seperti ini.
Tidak apa-apa jika dia bukan yang pertama untuk Hailey..dia tetap menyayangi nya bagaimana pun Hailey karena dia menerima Hailey apa ada nya dan bukan ada apa nya.
#
#
"Sayang aku merindukan mu" ujar Ray yang tengah melakukan panggilan video.
"Ck jangan lebay honey..baru tadi pagi kau bertemu dengan ku tapi sekarang malah bilang merindukan ku..apa kau ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" ujar Ganie dari sebrang telefon.
__ADS_1
"Ya tuhan sayang..kenapa malah jadi mencurigai ku" Ray hanya mengelus dada mendengar ucapan Genie yang terkesan menuding nya.
"Kau aneh sekali apa kau sedang bersama wanita hah?" ujar Genie memicing menatap tajam Ray.
"Sayangku..cintaku..hidupku..separuh jiwaku.. dengarkan aku..aku tidak menyembunyikan apapun dari mu aku hanya merindukan mu karena tadi aku melihat Malvin sedang mesra-mesraan dengan kekasih nya..mereka saling suap saat makan sayang kan aku jadi iri..daripada aku pulang dan meninggalkan pekerjaan ku lebih baik aku menghubungi mu saja untuk sekedar meringankan rinduku..begitu sayang" ujar Ray menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi maksud dari perkataan nya.
"Begitu kah..kau tak membohongi ku bukan?" ujar Genie memastikan.
'Sabar Ray..sabar' batin Ray menyabarkan diri nya.
"Tidak sayang..I love you so much honey" ujar Ray menyatakan cinta nya.
"Ishhh gombal" Genie malu-malu kucing mendengar ucapan Ray.
Mereka masih mengobrol entah apa karena hanya mereka berdua lah yang tau.
Lain Ray lain pula Malvin..dia sedang sibuk memeriksa dokumen yang perlu di proses secepat nya.
Selesai dengan pekerjaan nya kini Malvin berdiri dan meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa kaku karena duduk terlalu lama.
"Akhir nya selesai.. hahhhh sebaik nya makan malam di luar saja lah kasihan Ely jika harus memasak" ujar Malvin pelan sambil tersenyum melihat wajah lelap Hailey.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore..Malvin membangunkan Hailey setelah membereskan meja kerja nya.
Cih calon bucin baru rupa nya.
.
.
"Ely bangun"
"Ely bangun sudah hampir gelap"
Hailey tampak mengerjap berkali kali.. dia membuka mata nya dan menyesuaikan pencahayaan di ruangan itu.
"Kau sudah selesai..maaf aku ketiduran" tanya Hailey penuh sesal.
"Tidak apa-apa..sudah ayo makan di luar" ajak Malvin menggandeng tangan Hailey.
"Sebentar aku perlu mencuci wajah ku" Hailey menahan Malvin karena dia belum mencuci wajah nya.
"Kau tetap cantik tanpa mencuci wajah mu"
"Ck jangan menggombal tuan"
__ADS_1
Hailey tampak berlalu menuju toilet setelah bertanya letak toilet nya pada Malvin.
Malvin menunggu di depan pintu masuk ke toilet wanita..dia tak mau di kira cabul seperti bos nya.
Hailey selesai dengan urusan nya..dia keluar dan melihat Malvin masih menunggu nya..dia tersenyum dan menggandeng lengan Malvin.
Malvin tentu senang dengan hal itu..dia sangat menyukai kemanjaan Hailey.
Skip.....
"Hailey" panggil Malvin.
"Ya" Hailey menyahut dan menoleh ke arah Malvin.
"Mari menikah" Malvin mengatakan hal itu mantap tanpa gangguan atau keraguan.
Hailey tampak terdiam sambil melihat keseriusan di wajah Malvin..dia belum sepenuh nya yakin tapi apa tidak terlalu kejam jika dia menolak lamaran Malvin.
"Kau serius?" tanya Hailey setelah terdiam sekian detik.
"Ya aku sangat serius Ely..maukah kau menikah dengan ku dan menjalani kehidupan dengan baik bersamaku?" tanya Malvin menawarkan hidup lebih baik pada Hailey.
"Aku...aku"
Malvin tampak merubah raut wajah nya menjadi tak terbaca..dia seolah sudah siap jika penolakan yang akan Hailey berikan sebagai jawaban nya.
"Aku mau" ujar Hailey tersenyum menatap wajah Malvin yang tak terbaca.
Malvin sontak melebarkan mata nya..benarkah dia mau..apa dia sedang berkhayal.
"Katakan sekali lagi Ely" ujar Malvin
"Aku mau menjadi istri mu dan hidup dengan lebih baik bersama dengan mu" ujar Hailey mantap berucap.
"Terimakasih Ely.. terimakasih sudah mau menerima ku..aku akan membahagiakan mu mulai sekarang dan untuk selama nya..jangan pernah ragu untuk mengandalkan ku" pesan Malvin agar selalu Hailey mengandalkan nya.
"Iya aku berjanji"
Malvin memeluk Hailey dan mengecup puncak kepala nya dengan sayang..dia teramat bahagia hari ini.
Akhirnya setelah menjalani pendekatan dan pengenalan lebih jauh tentang kehidupan satu sama lain kini kedua nya dapat saling mengerti dan berbagi apapun yang ingin mereka bagikan.
Hanya satu yang menjadi beban di hati Hailey dia tidak lagi memiliki sesuatu yang berharga yang patut untuk dia berikan pada Malvin.
"Apa kau bisa menerima segala kekurangan ku Malvin..aku bahkan sudah tak gadis lagi..semoga kau tak menyesali nya" batin Hailey dalam rengkuhan hangat Malvin.
__ADS_1