
Hari ini Genie ikut ke kantor bersama Ray..dia ingin menemani sang suami..entah mood nya sedang naik jadi dia tidak rewel yang penting mah deket gitu sama suami.
"Sayang istirahat saja ya di kamar.. aku tidak mau kamu sakit hm?" ujar Ray menyuruh Genie beristirahat.
"Iya honey.. kebetulan aku juga ngantuk" Genie menurut saja karena dia memang sudah mengantuk.
"Ayo aku antar"
Ray mengantar Genie ke kamar di dalam ruangan nya tempat biasa dia beristirahat saat sedang lembur sewaktu belum menikah.
Setelah menikah Ray tidak bisa lembur lagi karena dia mempunyai istri yang butuh di temani dan dia membutuhkan bantuan nya juga.
Setelah mengantar Genie dan menemani nya sebentar sampai tidur,Ray keluar lagi untuk mengerjakan pekerjaan nya yang masih lumayan banyak.
Pintu ruangan Ray terbuka dan muncul lah Malvin dengan wajah yang tidak sedap di pandang..ada apa dengan si asisten nya itu.
"Tuan..saya punya kabar tidak mengenakan" ujar Malvin menyampaikan berita.
"Katakan" jawab Ray singkat.
"Billy Bart sedang di kantor ini tuan" ujar Malvin pada intinya.
"Billy Bart..siapa?" tanya Ray bingung karena dia tidak mengenal nya.
"Astaga aku lupa..huhh Billy Bart dia datang ke sini untuk mencari anda juga nona Genie..kata nya dia ingin membuat kesepakatan dengan anda tapi dengan taruhan nona Genie" ujar Malvin menceritakan garis besar nya.
"Maksud nya apa..dan siapa Billy itu..aku tidak mengenal nya,kenapa dia ingin membuat kesepakatan dengan ku..dan Genie, apa dia mengenal istri ku?" ujar Ray dengan wajah yang benar-benar bingung.
"Sebaik nya saya suruh masuk saja orang nya agar anda bisa mengenalinya" saran Malvin agar Ray mengijinkan Billy masuk.
"Baiklah suruh masuk saja..aku benar-benar penasaran" akhirnya Ray menyuruh Malvin untuk membawa si Billy masuk.
Malvin pun permisi untuk menjemput si Billy..dia kesal dan juga meradang karena bisa-bisa nya Billy mengincar dua wanita yang sudah bersuami.
"Apa dia sudah benar-benar gila hingga mengincar kedua wanita itu..ck dasar" Ujar Malvin menggerutu kesal sepanjang lorong.
Sampailah Malvin di ruangan dimana Billy berada..dia membuka pintu nya dan tanpa basa basi langsung menyuruh nya untuk mengikuti diri nya.
"Ikut aku" ujar Malvin singkat dan melenggang pergi.
Billy pun mengikuti langkah Malvin menuju ke suatu tempat yang dia yakini adalah ruangan Ray.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukan nya..tunggulah aku sayang aku akan merebut kalian dari dua lelaki tak berguna ini" batin Billy menyeringai merasa akan menang.
Sampailah kedua nya di ruangan Ray..Malvin membuka pintu nya dan mempersilahkan Billy masuk di susul diri nya.
"Tuan tamu anda" ujar Malvin memberi tahu.
"Duduklah..kau juga Malvin" ujar Ray menyuruh Billy duduk begitu juga dengan Malvin.
Setelah semua nya duduk Ray menatap Billy seketika dia sedikit mengingat wajah Billy..ah iya benar Cebu di pusat perbelanjaan waktu dia dan Genie sedang jalan-jalan.
"Ada urusan apa anda kemari?" tanya Ray datar pada inti nya.
"Aku mencari wanita ku" jawab Billy asal.
"Maksud mu..wanita mu..siapa?" tanya Ray masih tenang dan datar.
"Istri mu siapa nama nya Genie ya Genie dimana dia?" ujar Billy santai dengan wajah mengejek Ray.
Ray tak terkecoh sama sekali..dia masih anteng sambil menunggu penjelasan dari si Billy itu.
"Istriku berarti wanita ku karena dia sudah menikah dengan ku juga tengah mengandung anakku..kau siapa berani sekali mengklaim bahwa dia adalah wanita mu..kau mengenal dia kah?" tanya Ray.
"Aku memang tidak mengenal nya tapi aku tertarik dengan nya saat pertama kali bertemu..lebih baik kau tinggalkan dia dan biarkan aku yang menggantikan posisi mu" ujar Billy santai dengan ungkang-ungkang kaki.
"Iya tuan hahahaha aduh perutku juga sakit karena terlalu banyak tertawa" jawab Malvin ikut tertawa.
"Apa maksud kalian tertawa hah.. aku serius mari kita buat kesepakatan" kesal Billy berujar.
"Lalu kesepakatan apa yang kau tawarkan,dan apa jaminan nya?" tanya Ray mode serius.
Billy tersenyum melihat betapa mudah nya Ray menuruti keinginan nya..dasar pria bodoh.
"Bagaimana kalau kita bertaruh dalam balap mobil di daerah xxx..jika kau menang maka aku tak akan pernah mengganggu mu lagi tapi jika kau kalah maka serahkan Genie padaku.. bagaimana,begitu pun dengan mu asisten tuan Ray" ujar Billy menyeringai menatap kedua pria di hadapan nya.
"Tidak" jawab Ray singkat menatap tajam Billy.
"Hahaha kau rupanya pengecut juga ya tuan Ray..ck..ck..ck kasihan sekali istri mu itu mempunyai seorang suami seperti mu" ejek Billy memancing emosi Ray.
"Tidak apa-apa yang penting dia mencintai ku dan begitu pun aku..kau bukan lah siapa-siapa kami jadi kau seharusnya sadar diri..tunggu,apa kau tidak laku hingga mengincar istri orang..astaga kasihan sekali nasib mu..Malvin carikan dia wanita agar otak nya sedikit encer" ujar Ray mengejek Billy dengan kekehan menyebalkan khas diri nya.
"Seperti nya tidak ada yang mau tuan..lihat lah tampang nya saja meragukan..kasihan lah nanti wanita yang tak bersalah" ujar Malvin ikut mengejek Billy.
__ADS_1
"Kalian..apa maksud kalian hah?" teriak Billy kesal dengan ejekan Ray dan Malvin.
"Lalu apa maksudmu menginginkan istri-istri kami?" bukan Ray tapi Malvin yang sudah muak mendengar ocehan tak bermutu Billy.
"Kau hanya asisten rendahan tidak usah ikut campur sialan" bentak Billy menunjuk wajah Malvin.
Pyaarrr.....
"Arkhhhhhhh"
Sebuah vas bunga melayang mengenai kepala Billy bukan dari Ray maupun Malvin melainkan dari Genie yang sedari tadi mendengar ocehan tak penting dari mulut Billy.
"Sayang"
"Nona"
Panggil Ray dan Malvin bersamaan dengan ekspresi terkejut melihat aksi Genie yang diam-diam menghanyutkan.
"Berisik sekali sih.. mengganggu istirahat ku saja" kesal Genie mengambil sebuah tongkat besi yang memang selalu ada di dekat sofa di samping lemari buku.
"Kau..arkhh ssh kenapa kau melempar ku dengan vas itu hah?" bentak Billy pada Genie.
"Kenapa..ada masalah?" Genie bertanya balik dengan wajah malas.
"Sayang duduk lah nanti kau lelah bagaimana?" ajak Ray pada Genie dan menuntun nya menuju kursi kebesaran nya.
"Honey aku mual melihat wajah nya__hoek" ucap Genie berwajah pucat melihat wajah Billy dan hendak muntah.
"Malvin bawa keluar kuman di depan ku,seperti nya anak ku alergi dengan kehadiran nya" titah Ray pada Malvin.
"Baik tuan" Malvin patuh dan menyeret Billy keluar dari ruangan bos nya.
"Lepaskan aku sialan..arghhh lepaskannnn" teriak Billy saat diri nya di seret paksa oleh Malvin.
Selepas kepergian Billy Genie perlahan mulai berubah menjadi segar kembali..Ray tersenyum seperti nya anak nya menolak dekat dengan laki-laki lain selain keluarga.
"Apa sudah lebih baik sayang?" tanya Ray mengelus perut Genie.
"Hmm..jangan biarkan dia datang lagi..aku benar-benar mual" ujar Genie memperingati Ray.
"Iya sayang aku janji ini pertama dan terakhir kali nya" janji Ray pada Genie.
__ADS_1
"Mau peluk Daddy" ujar Genie merengek.
"Hahaha"