MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 152_Menyesal


__ADS_3

Billy menatap beberapa orang berbadan besar dengan di pimpin seorang pria paruh baya yang terkenal akan kekejaman nya di dunia bisnis.


Billy tak berkutik di hadapkan dengan para pria menakutkan di hadapan nya..siapa mereka dan ada urusan apa sang legenda bisnis sampai mendatangi kediaman nya.


"T..tuan..maaf a..ada keperluan apa anda ke mari?" tanya Billy gemetar.


"Keperluan?" tanya balik Rey.


Ya Rey lah yang mendatangi kediaman Billy karena dia mendapat laporan dari anak buah nya bahwa Billy sempat mengusik ketenangan menantu dan putri nya.


"Iya tuan" jawab Billy gugup.


"Klimis jelaskan keperluan ku pada bajingan kecil itu" ujar Rey pada klimis orang kepercayaan nya.


"Baik tuan" jawab klimis patuh.


"Begini tuan Billy Bart yang terhormat..kedatangan tuan besar Reyhan Jade Wilson kemari untuk memberikan teguran dan peringan keras pada anda karena anda telah berani mengganggu ketenangan rumah tangga putri nya..apa anda tadi siang baru dari sebuah perusahaan..jika iya maka tamat lah riwayat anda"


Tatapan klimis begitu menusuk hingga tulang-tulang Billy ikut meremang di buat nya..Billy berpikir sejenak soal kejadian tadi siang di kantor Ray suami dari Genie.


Benarkah Genie anak dari Rey..dia memang pernah mendengar nya tapi dia anggap hanya angin lalu tapi seperti nya dia benar-benar sudah salah menduga.


"Ma..maaf tuan..s..saya..saya ti dak tau" jawab Billy bohong.


"Benar kah kau tak tau..baiklah akan aku ingatkan kembali..nona Genie Arletta Wilson adalah putri bungsu dari tuan besar Reyhan Jade Wilson dengan nyonya besar Laura Richard Wilson..anda pasti tau bukan nona Genie yang saya maksud..ya nona Genie yang saya maksud adalah nona Genie yang anda jadikan jaminan atas kesepakatan konyol anda dengan tuan Ray.. beruntung tuan Ray tidak meladeni permainan anda..jadi apa sekarang anda bisa mengingat nya tuan Billy Bart?" jelas klimis menjabarkan pokok masalah nya.


Billy menelan ludah nya kasar..dia gemetaran, dia menyesal telah berbuat hal bodoh ini..sialan, tiada jalan lagi.


Nasib buruk telah di depan mata..sejak tadi Rey menatap tajam Billy dengan tatapan ingin menerkam nya hidup-hidup..habislah kau Billy.


"Jangan banyak basa basi lagi..bawa bajingan kecil itu ke markas kematian" titah Rey dingin menatap tajam Billy.


Billy meronta dan memohon agar di lepaskan..dia tidak mau berkahir seperti yang sudah-sudah..dia masih ingin menikmati waktu nya.


"Tidakkkkkk..lepaskan aku..tuan kumohon tuan.. lepaskan akuuuuu" teriak Billy meronta minta di lepaskan.


"Terlambat" jawab Rey singkat dan berlalu.


Klimis memerintahkan kepada anak buah nya untuk membawa Billy ke markas kematian sementara dia menemani sang tuan besar.


Sebelum nya Billy sudah di beri suntikan penenang agar tidak merepotkan saat di bawa nanti.

__ADS_1


Klimis membukakan pintu mobil untuk Rey..dia beralih ke kursi kemudi..Rey tidak membawa supir jadi dia di supiri klimis.


"Klimis buat dia tidak bisa mengusik Genie dan Ray lagi..aku mau kehidupan anak-anak ku tenang" ujar Rey pada klimis.


"Baik tuan"


Klimis menjawab dengan mantap dan akan dia usahakan agar kehidupan keluarga Wilson selalu damai.


Dia juga tidak mau keluarga Wilson selalu di usik..dia tidak akan tinggal diam begitu saja..dia akan bertindak sebagai tameng di garda terdepan untuk keluarga Wilson.


Keluarga Wilson sudah banyak membantu nya..dari hidup yang berada di jalan yang salah kini hidup nya sudah berjalan di jalan yang sebenarnya.


#


#


"Honey" panggil Genie mencari Ray.


"Ada apa sayang?" tanya Ray yang muncul dari kamar mandi.


"Pelukkkk" ucap Genie manja meminta di peluk.


"Honey aku menginginkan mu" ujar Genie mengatakan kata yang membuat tubuh Ray meremang.


"Really?" tanya Ray memastikan.


"Yes..do it now" jawab Genie mantap.


"As you wish honey" Ray bersemangat untuk melakukan kegiatan enak-enak nya.


Dia juga sendang ingin kebetulan sekali bukan..nasib baik untuk mu Ray.


Mereka melakukan nya dengan penuh cinta dan kelembutan.


"Aaahh" Genie mendesyah saat Ray mulai maju dan mundur membuat nya benar-benar melayang.


Skip.....


"Aku lapar honey" ujar Genie setelah selesai melakukan percintaan tadi.


"Mau makan apa hm?" tanya Ray yang masih belum mengenakan pakaian seperti Genie.

__ADS_1


"Apa saja yang penting kamu yang masak" Genie tidak pemilih asal Ray yang memasak nya.


"Baiklah..sebentar aku bersih-bersih dulu" Ray menuju kamar mandi dengan masih puollos tanpa apapun melenggang begitu saja dan membuat Genie merona.


"Ya ampun dia sangat pede" ujar Genie menggerutu.


Genie menatap Ray yang sudah hilang di balik pintu kamar mandi..dia mengelus dada nya berkali kali karena terpesona dengan tubuh atletis Ray yang semakin menggoda iman nya untuk melakukan satu sesi lagi.


Astaga otak..sadar woyyy inget baby.


Genie memilih memakai pakaiannya kembali sambil menunggu Ray selesai..jika mereka mandi bersama bisa di pastikan bahwa tidak hanya mandi saja tapi ada adegan dua satu plus nya.


"Dia semakin seksi saja..aish" ujar Genie.


Setelah selesai dengan mandi nya Ray keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian..dia tidak mau Genie tergoda akan tubuh nya.


Dia tidak mau membuat Genie kelelahan karena tidak baik bagi anaknya di dalam kandungan.


Ray sudah berkonsultasi dengan dokter khusus hanya untuk masalah seperti ini tentu dengan dokter laki-laki agar tidak terlalu kaku jika membahas mengenai ranjang.


Jika dengan dokter perempuan Ray tidak bebas cenderung malu jika ada hal yang ingin dia sampaikan perihal ranjang.


"Mandilah..aku masak dulu ya" ujar Ray pamit ke dapur.


"Iya" jawab Genie mengalihkan pandangan nya.


Ray terkekeh melihat ekspresi wajah Genie..dia tau Genie sudah terpancing lagi..dia tidak tega tapi dia juga tidak mau membuat nya lelah.


Ray pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk sang Istri..dia tidak menolak bahkan mengeluh jika setiap kali Genie ingin makanan buatan nya.


Dia justru senang dan menikmati waktu nya dengan melayani sang istri juga anak nya..seperti nya dia akan sangat senang jika baby sudah lahir nanti.


Genie sangat menyukai perlakuan Ray yang menurut nya sangat manis..dia jadi ingin selalu berdekatan dengan sang suami.


"Sayang ayo makan sudah matang loh" panggil Ray mengajak Genie duduk di kursi meja makan.


"Terimakasih Daddy"


Ray mengambilkan makanan yang tadi dia buat..Genie menyantap makanan nya dengan binar ceria.


"Bagaimana sayang enak?" tanya Ray menanyakan pendapat Genie.

__ADS_1


__ADS_2