MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 132_Malasnya Bumil


__ADS_3

Pagi menjelang menampakkan sinar Surya yang menghangatkan mahkluk hidup di bumi.


Pagi ini di kediaman Rey tampak kedatangan tamu..Siapa lagi kalau bukan keluarga Ray ibu dan ayah mau sangat merindukan Ray terutama Genie.


"Apa mereka masih belum bangun jeng?" tanya mama Ray pada Laura.


"Kalau Ray seperti nya sudah bangun tapi yah begitu lah Genie sangat lengket dengan Ray dia tak mau lepas barang sebentar saja ck anak itu sejak hamil semakin menjadi manja nya jeng" ujar Laura menceritakan.


"Hahaha tidak apa-apa jeng..nama nya ibu hamil kita juga pernah merasakan nya benar bukan?" uajr mama Ray mengingatkan sesuatu muda di saat hamil mereka juga tak kalah manja nya.


"Haha kau benar jeng..aku juga begitu dulu huhh tidak terasa kita sudah menua ya jeng..entah lah kita masih bisa melihat cicit kita dewasa atau tidak" ucap Laura menerawang jauh ke depan.


"Itu rahasia Tuhan jeng..kita sebagai manusia hanya mampu berusaha sisa nya dia yang mengatur"


Skip kamar manten baru.....


"Sayang bangun yuk..ada mommy dan Daddy ku di bawah" ujar Ray berusaha membangunkan Genie.


Genie tampak tak bergeming dia masih asik bersembunyi di balik selimut..akhir nya Ray membiarkan Genie tidur lebih lama..dia tak mau mengusik ketenangan bumil nya karena bisa jadi boomerang untuk nya sendiri.


Ray turun setelah bersih-bersih diri..semalam mereka bercinta dengan begitu lihai nya tidak liar juga.. Ray masih tau batasan nya..dia tidak akan menyakiti istri dan calon anak nya.


Ray menghampiri orangtua dan mertua nya..dia menyapa mereka semua..tidak ada canggung di antara mereka.


"Pagi mom" sapa Ray pada Laura dan ibu nya.


"Pagi juga Ray" balas Laura dan ibu nya bersamaan.


"Mana Daddy?" tanya Ray mencari keberadaan kedua ayah nya.


"Mereka sedang membahas pekerjaan..cih membosankan sekali kan hidup mereka" ujar Laura mengatakan keberadaan kedua laki-laki itu.


"Hahaha..apa mommy sudah lama menunggu nya?" tanya Ray pada ibu nya.


"Tidak nak.. Genie belum bangun ya?" jawab ibu Ray dan bertanya Genie.


"Dia masih ingin tidur mood nya benar-benar seperti rollercoaster..apa ibu hamil memang seperti itu mom?" jelas Ray dan bertanya mengenai mood bumil.


"Ya seperti itu lah ibu hamil Ray..kau harus tahan emosi..stok sabar mu harus melimpah karena bukan kau yang mengandung dua merasakan betapa sulit nya membawa anak kemana-mana..kalian para lelaki hanya tau menunggang saja bukan" ujar mama Ray menjelaskan.


"Ck mommy.. Ray juga selalu sabar meski sabar Ray selalu di ulur entah sampai kapan dia mood-moodan seperti ini" ujar Ray.


"Biasnya sih di trimester kedua sudah mulai berkurang Ray tapi entah lah itu tergantung baby mu..Jiak baby mu mau menyiksa mu lebih jauh lagi maka jangan salahkan dia hahaha benar kan jeng?" ujar Laura.

__ADS_1


"Benar jeng..jadi Ray perbanyak stok sabar"


"Ck kalian selalu meledek ku" Ray kesal di ledek dua ibu nya dan memilih ke tempat dimana kedua ayah nya berada.


Sementara di rang kerja Rey kini tampak Rey tengah duduk di sofa dengan besan nya dan membahas mengenai proyek untuk si mungil nanti jika sudah lahir.


"Ya seperti nya taman bermain di belakang rumah cocok untuk para cucu kita" ujar ayah Ray.


"Benar.. baiklah tapi rumah siapa yang akan di bangun taman..rumah ku atau rumah kalian?" tanya Rey bingung.


"Hishhh bagaimana kalau kita serahkan urusan ini pada Ray dan Genie saja..mereka lebih berhak untuk hal ini karena ini kan untuk anak mereka" ujar ayah Ray.


"Baiklah..kita bahas yang lain saja"


Tok....


Tok....


Tok....


"Dad..ini Ray bolehkan aku masuk?" tanya Ray dari luar pintu.


"Masuk lah" teriak Rey dari dalam.


Pintu terbuka dan tampak lah Ray masuk kedalam setelah menutup pintu lagi.


#


#


"Malvin sayuran dan bahan makanan sudah menipis mau belanja atau tidak?" Hailey memberitahu Malvin yang saat ini sedang di kantor Ray lewat pesan singkat.


"Nanti sepulang kerja kita ke supermarket..bersiap lah" ujar Malvin.


"Baiklah"


Hailey meletakkan kembali ponsel nya..perut nya sudah tidak sesakit di awal-awal..sekarang dia bisa bergerak meski tak boleh terlalu berlebih..Malvin juga mengijinkan asal jangan sampai kelelahan karena luka nya belum sepenuh nya sembuh.


Hailey tak masalah asalkan tidak berdiam diri saja dia tidak akan protes..setidak nya jika Malvin pulang dari kantor makanan dan rumah sudah siap..dia tidak akan merasa tidak enak lagi jika hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun.


Sore pun tiba Malvin sengaja pulang lebih cepat karena mereka akan belanja ke supermarket untuk membeli stok yang habis..Hailey sudah mencatat semua yang habis dan tinggal sedikit.


__ADS_1


Hailey sudah rapih dengan pakaian nya..dia hanya memakai kaos putih dengan celana jeans..simple tapi dia terlihat sangat cantik.


Malvin juga sudah pulang dia berganti pakaian lebih dulu tentu saja mandi adalah hal wajib yang perlu dia urus dulu agar terlihat segar.



"Tampan juga aku..astaga sudah lah lebih baik aku panggil Ely saja" ujar Malvin setelah mengambil gambar nya di kamar mandi.


Setelah Malvin bersiap dengan segala yang di butuhkan kini dia membuka pintu kamar mau dan bertepatan dengan Hailey yang keluar dari kamar juga.


Kedua nya sama-sama terpesona dengan melihat penampilan satu sama lain..mereka mengagumi sosok yang mereka lihat.


"Emm apa sudah siap Ely?" ujar Malvin memecah kecanggungan.


"I..iya..kau bagaimana?" jawab Hailey sedikit terbata.


"Sudah..ayo"


Dan mereka menormalkan lagi detak jantung masing-masing..mereka berjalan beriringan ke pintu apartemen.


Malvin membukakan pintu untuk Hailey setelah Hailey keluar batu lah Malvin ikut keluar..mereka telah sampai di tempat parkir setelah mengambil mobil nya mereka melaju menuju supermarket terdekat.


Singkat cerita kini Malvin dan Hailey sudah sampai di tempat tujuan..keduanya keluar dari mobil setelah memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang tersedia.


"Ayo"


Mereka berjalan beriringan Malvin menggenggam tangan Hailey agar Hailey nyaman berada di tempat itu.


Mereka memilih barang-barang yang habis..di saya Hailey tengah memilih barang-barang yang habis tampak dia tidak sengaja di tabrak oleh seseorang.


Brukhhh...


"Arkhhh"


Kedua nya meringis kesakitan karena saling senggol..Hailey meminta maaf pada orang itu meski bukan dirinya yang salah.


"Maaf..maafkan aku apa and__" ucapan Hailey terhenti ketika dia sadar siapa yang menabraknya.


"Wow.. peliharaan ku rupa nya ck..uhh lihat lah kau semakin cantik saja ya" ujar orang itu menelisik tubuh Hailey.


"B.. Billy" ujar Hailey menyebutkan nama si penabrak.


"Ya ini aku Billy mantan suami mu.. bagaimana kabarmu" ujar Billy mendekat ke arah Hailey dana membuat Hailey menjauh seketika.

__ADS_1


"Cih..sombong sekali kau jallang"


"Siapa yang kau sebut jallang?" tanya seseorang yang berada di belakang Billy.


__ADS_2