MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 83_Tidak Mudah Tertipu


__ADS_3

Cih...Ray dan Genie bahkan ingin muntah setelah mendengar kata-kata menjijikan mereka..masa lalu terburuk mereka adalah bertemu dengan mereka berenam.


Andai waktu bisa di ulang Ray dan Genie tak akan mau bertemu dengan keenam orang itu..sial nya nasib buruk mereka adalah dimana mereka membiarkan nasib buruk mendekati mereka sendiri.


"Cih aku ingin muntah" ujar Genie


"Kita sehati sayang..aku juga mual" Ray menambahkan.


"Baiklah.. waktu nya akhir dari kalian..bersiaplah untuk meninggalkan dunia ini selama nya" ujar Genie menatap tajam ke arah keenam orang itu.


Jeritan dan teriakan mohon ampunan tak Genie dengarkan..dia hanya memposisikan diri nya sebagai Aneta itu yang bahkan tak di beri ampun meski dia sudah memohon-mohon.


Genie harus menguatkan hati dan diri nya agar tak goyah dan menaruh kasihan pada keenam orang itu..dia membayangkan diri nya menjadi Aneta yang bahkan tak di beri belas kasih sama sekali bahkan dengan tega nya iblis itu menodai anak nya.


Pembalasan ini belum lah cukup bagi Genie jika belum menghabisi mereka berkali-kali..itu juga belum puas dan cukup bagi Genie..harus dengan apa dia membalas sakit nya hati nya melihat tubuh anak nya yang sudah hampir meregang nyawa di dekapan nya.


"Aku harus kuat.. aku harus membalas perbuatan mereka pada Aneta ku" ujar Genie membatin w diri nya kuat dan mampu.


"Kau bisa sayang..lakukan lah.. aku akan mengurus Sammy kau Devani saja karena ku tak ingin terkena darah menjijikkan nya" ujar Ray menguatkan serta membagi tugas.


"Ck kau ini..baiklah"


Genie mendekati Devani dengan membawa sebuah pedang yang tajam..satu tangan nya lagi juga terdapat sebuah pedang yang tak berbeda jauh namun tingkat ketajaman pedang Genie lebih 10 kali nya di banding pedang satu nya.


PRANGGGG...

__ADS_1


"Ambil dan lawan aku jika kau ingin hidup" Genie melempar pedang satu nya lagi dan berkata seperti itu.


"Kau..akan aku pastikan kau habis di tangan ku sialannnn" ujar Devani menatap marah dan murka Genie.


"Jangan banyak omong..lawan aku dan cepatlah" ujar Genie santai tak ingin terpancing akan ucapan Devani.


Devani mengambil pedang itu dan mengeluarkan nya dari sarung nya..dia melihat pedang itu tajam dan sangat pas untuk mengoyak tubuh Genie.


"Kau akan mati di tanganku perempuan sialan" ujar Devani langsung menyerang Genie tanpa aba-aba.


Bukan Genie nama nya jika dia tidak bisa melawan dan mengelak.. Genie dengan mudah nya mengelak setiap sabetan pedang Devani yang Devani arahkan pada nya..ck rasa nya seperti sedang main pedang-pedangan dengan anak kecil.


"Apa hanya segitu kemampuan mu?" tanya Genie dengan wajah mengejek nya.


"Arghhhhhh.. sakitttttt..sialan kau Genie..awas kau arghhhhhh mati kau" Devani lagi dan lagi masih ingin menyerang Genie dengan tangan nya yang terluka cukup dalam.


"Berhenti saja dan menyerah lah maka aku akan membuat mu mati dengan cepat hingga tak ada rasa sakit sedikitpun" uajr Genie menatap datar Devani yang tengah membabi buta menyerang nya.


"Harus nya kau sadar Devani..kau lah yang salah tapi kau juga yang bertingkat menjadi korban nya..apa kau pernah berpikir bagaimana jika kau di posisi nya suatu saat nanti.. bagaimana kau tidak bisa melakukan apapun selain hanya pasrah dan memohon ampun bukan..coba kau pikir dia hanya anak kecil yang ketakutan akan nyawa orangtua nya yang menjadi taruhan..kau dan bajingan itu dengan tega nya membiarkan anak ku kesakitan dan menderita bahkan dengan tega nya bedebah itu menodai anakku yang masih sangat kecil dan belia hingga bagian vital nya rusak karena hantaman suatu benda yang kami sendiri tidak tau apa itu...


Kau tau dia mengalami pendarahan hebat saat itu..bahkan sisa perbuatan bedebah itu masih ada di ******** nya..coba kau bayangkan posisi mu ada pada diriku.. bagaimana kau bisa memaafkan perbuatan itu..tidak bisa bukan..maka apa aku harus memaafkan mu Devani.. aku bahkan tak pantas membiarkan mu menghirup udara segar ini selama beberapa waktu ini..harusnya kau berterimakasih karena aku masih membiarkan mu menghirup udara bebas dengan sesuka mu" ujar Genie meluap kan apa yang ingin dia utarakan.


Devani terdiam dan berpikir benar kata Genie..apakah jika dia yang berada di posisi Genie akan langsung membiarkan nya menghirup udara bebas..tidak..dia bahkan akan langsung menguliti pelaku nya.


Pantaskah dia di maaf kan..pantaskah dia masih bisa menghirup udara bebas setelah apa yang dia lakukan pada seorang anak kecil yang bahkan tak tau apapun mengenai perasaan nya pada Ray.

__ADS_1


"Kau tidak bisa menyalahkan orang lain yang mampu menjerat hati Ray karena percayalah hati yang tulus akan melabuhkan pada tempat yang pantas untuk dia melabuhkan cintanya..kau memang tak bisa memiliki Ray tapi setidak nya kau masih bisa berteman dengan nya.. aku tak tau kenapa kau sangat membenci ku karena aku bahkan benar-benar tidak mengenal mu" uajr Genie menambahkan.


Sreeetttt.....


"Arghhhhhh..kau" teriak Devani setelah mendapatkan sabetan pedang dari Genie yang mengenai lengan nya.


"Fokus dan lawan aku" ujar Genie


"Kali ini kau akan mati di tangan ku" teriak Devani menyabetkan pedang nya pada Genie namun tidak kena karena Genie menangkis nya dengan cepat hingga pedang itu berhasil terjatuh dan terlepas dari genggaman tangan Devani.


Trangggg...


Suara pedang jatuh membuat Devani melangkah mundur sementara Genie dia semakin maju dan menodongkan pedang itu tepat di wajah Devani.


Devani ketakutan dan tak bermain bergerak sedikit pun takut pedang itu tiba-tiba menembus leher nya..tidak bisa,dia harus bisa lepas dari Genie.. dia harus melakukan sesuatu agar Genie lengah dan dia memiliki kesempatan untuk menghabisi nya.


"Kau terlalu percaya diri..kau bahkan tak mengenal ku dengan baik nona Genie..kau tau aku adalah orang yang sangat suka tantangan.. bagaimana kalau kita bermain sebentar dan membuat kesepakatan?" ujar Devani mencoba membuat kesepakatan dengan Genie.


"Aku tidak akan tertipu dengan akal-akalan mu saja nona Devani" ujar Genie yang langsung menyabetkan pedang itu pada dada Devani hingga menimbulkan dada nya memiliki luka sobekan yang cukup dalam dan panjang.


Srinkkkkkkkk.....


"Arkhhh k..kau uhukkk" ujar Devani memuntahkan darah dari mulut nya.


Sedangkan Genie..dia hanya tersenyum namun senyum yang dia berikan adalah senyum smirk kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2