MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 51_Senyuman Terakhir Part ll


__ADS_3

#Masih Flashback......


Sementara itu di sisi lain Genie snag Ray baru saja sampai di sekolah..mendung membuat perasaan Genie menjadi benar-benar khawatir..semoga anak nya baik-baik saja.


"Ayo masuk seperti nya semua murid sudah pulang..Aneta tidak mungkin pergi sendiri dia pasti sedang bersama guru nya" ujar Ray menuntun Genie menuju sekolah.


Sampailah mereka di ruangan kepala sekolah..mereka mengetuk pintu sebelum masuk sebagai tanda sopan santun..tak berapa lama kemudian terdengar suara dari dalam ruangan itu yang mengatakan agar mereka bisa masuk.


Mereka masuk dan menatap seisi ruangan namu kosong..hari Genie semakin ketat ketir kala tak menjumpai gadis kecil nya itu.


"Oh tuan Ray dan nona Genie..silahkan duduk..maaf sebelumnya ada keperluan apa anda berdua kemari?" tanya kepala sekolah ramah dan sopan.


"Begini..kamu mau menjemput anak kami Aneta..apa dia ada di sini?" ujar Ray terus terang.


"Aneta..oh sebentar saya panggilkan guru nya dulu siapa tau dia masih dengan guru nya" ujar kepala sekolah menghubungi guru Aneta agar ke ruangan nya.


Tak berapa lama kemudian seorang guru yang usianya kisaran 40 tahunan masuk dan mendekati kepala sekolah setelah menyapa Genie dan Ray.. Genie semakin khawatir karena tidak melihat Aneta bersama guru itu.


"Permisi maaf Bu ada apa memanggil saya?" tanya guru itu pada inti nya.


"Begini Bu Cefda..tuan Ray dan nona Genie ke sini mau menjemput Aneta..apa dia masih ada di sekolah..jika iya tolong antarkan mereka menemui orangtuanya" ujar kepala sekolah menjelaskan maksud kedatangan Genie dan Ray.


"Hah..menjemput Aneta..bukan nya anda sekalian sudah menitipkan Aneta pada seorang pria bernama Frances ya..bahkan saya sempat mengobrol dengan anda tuan Ray untuk meminta ijin" jelas Bu Cefda mengenai yang sebenar nya.


"Tidak ada panggilan telefon sejak kami meninggalkan sekarang lah sejak pagi tadi Bu Cefda..dan saya juga tidak pernah menitipkan anak saya pada orang lain.. bagaimana anda bisa lalai hah?" ujar Ray mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"Tapi tuan..maaf saya melihat sendiri foto anda bersama nona dan orang bernama Frances itu juga saya mengobrol langsung dengan anda saya jam pulang sekolah sekolah karena Aneta belum ada yang menjemput dan kebetulan pria itu mengaku sebagai teman dekat anda sekalian dengan membawa serta bukti" jelas Bu Cefda Yangs sebenarnya.


"Dimana ruangan pengawas.. cepat" bentak Ray yang mulai khawatir dengan Aneta.


Mereka menuju ruang pengawas kamera pengintai..Ray dan Genie dapat melihat wajah orang yang membawa Aneta..sialan mereka lalai..sekarang Aneta ada di mana.


Ray teringat dengan kalung yang Aneta pakai..dia memang memberikan sebuah kalung yang di mana dalam mata kalung itu terdapat sebuah cips dimana dalam cips itu terdapat alat pelacak.


Ray mulai mengeluarkan ponsel nya dan melihat letak lokasi keberadaan Aneta..dapat..dia lega setidak nya letak nya tak terlalu jauh dari sekolah.


"Ayo kita segera bergegas..aku sudah menemukan lokasi Aneta" ujar Ray tanpa perduli dengan para guru dan yang lain nya kemudian menarik Genie.


Ray melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di lokasi.. Genie bertanya-tanya dalam hati..apa Aneta baik-baik saja..apa putri nya tidak ketakutan..ya tuhan lindungi lah Aneta.


"Ray apa Aneta akan baik-baik saja?" tanya Genie dengan air mata yang sudah meluncur jatuh membasahi pipi nya.


"Aku ibu yang tidak berguna..aku lalai menjaga nya hiks.. aku benar-benar menyesal telah meninggalkan nya di sekolah hiks" ujar Genie menyalahkan diri nya.


"Hey ini bukan kesalahan mu sayang ..sudah sekarang berdoalah agar anak kita baik-baik saja" jelas Ray mencoba menenangkan Genie yang terus menerus menyalahkan diri nya sendiri.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di sebuah gudang tua berlantai 3.. Genie keluar di susul Ray..mereka masuk kedalam dan mendapati sebuah pemandangan menyakitkan dan membuat mereka syok di depan nya secara langsung.


"Anetaaaaaaaa" teriak kedua nya saat melihat Aneta di lempar dari lantai 3 gudang itu.


#

__ADS_1


#


Sebelum nya Frances baru menyadari bahwa di kalung Aneta ternyata ada sesuatu yang berbeda..dia menarik kalung itu secara paksa dan memperhatikan nya dengan jelas.


Sialan...dia benar-benar tidak menyadari keberadaan alat pelacak di kalung Aneta karena sudah terbakar napsu..dia melemparkan kalung itu kedalam aspal yang sudah mengepul sedari tadi.


Dia melirik ke arah Aneta yang sudah tersadar dari pingsan nya..tanpa berpikir lama lagi dia menghajar Aneta dengan bringas dan tak kenal ampun..tubuh Aneta sudah penuh dengan lebam dan memar..belum puas sampai di situ saja.


Frances menyeret Aneta yang seperti nya sudah sangat lelah untuk bernafas..dia menyeret Aneta bagaikan menyeret sebuah batang kayu..setelah sampai di lantai tiga dia mengangkat Aneta dan menjatuhkan nya tepat di saat Genie dan Ray masuk kedalam dan terbelalak melihat pemandangan yang membuat tulang-tulang mereka lemas seketika.


Genie dan Ray menghampiri tubuh Aneta dengan tangis pilu dari kedua nya..Genie memeluk Aneta dengan perasaan takut dan sakit..takut terjadi apa-apa pada putrinya dan sakit melihat keadaan putri nya yang mengenaskan.


"Sayang hiks..ini mommy nak..bangun Aneta..bangun ini mommy huhuhu..maafkan mommy sayang, maafkan mommy terlambat hiks..buka matamu nak huhuhuhu" Genie terus memanggil Aneta agar menjawab nya namun tak ada jawaban dari mulut kecil nya yang ada hanya suara nafas yang semakin berat serta senyuman manis namun menyakitkan bagi mereka.


"Putriku bangun nak..bangun maafkan Daddy sayang..maafkan Daddy hiks..bangun sayang bertahanlah" ujar Ray yang juga tak kuasa melihat kondisi putri nya.


Tatapan mata nya langsung terarah pada iblis berwujud manusia yang masih menatap nya dan Genie dengan raut ketakutan..di saat Frances hendak kabur Ray dengan sigap menumpahkan satu peluru panas nya pada kaki iblis itu hingga Frances terjatuh dan menggelinding dari atas ke bawah.


Ray mendekati Frances dengan aura kemarahan yang tak tertahankan lagi..dia mengepalkan tangannya dengan erat hingga kuku jari nya menancap di kulit nya dan membuat nya mengeluarkan darah.


Ray berdiri di hadapan Frances dengan tatapan mata yang begitu penuh dengan kemarahan..dia menyeret Frances dan setelah nya dia menghajar Frances dengan penuh kemurkaan.


"Bedebah kau iblis..kau tak punya hati hingga kau melakukan perbuatan keji ini pada anak kecil yang tak berdaya..apa salah nya padamu hah..tega nya kau berbuat e pada nya..aku akan membunuhmu dengan amat sangat menyakitkan" ujar Ray dengan pukulan berkali-kali di wajah dan perut Frances bahkan dengan kemarahan yang masih meluap-luap Ray mengambil sebuah pisau kemudian memotong si perkutut biadab milik Frances dan membakar nya di aspal panas yang masih mengepul.


Ray benar-benar menyiksa dan benar-benar menghabisi Frances tanpa ampun dengan tangis yang begitu pilu di dengar.

__ADS_1


"Maafkan Daddy nak"


Flashback End....


__ADS_2