
"Daddyyy.....dad kenapa Daddy sendirian..mommy mana?" tanya Aneta mencari sekeliling dan tak menemukan sosok Genie.
"Princess..sebenar nya mommy tadi habis kecelakaan sayang..tapi sudah di rawat dokter tadi..ayo pulang kau pasti lelah kan?" ujar Ray membujuk Aneta.
"Apa..mommy kecelakaan..apa mommy baik-baik saja dad..Aneta Amay liat mommy" ujar Aneta terkejut mendengar bahwa mommy nya kecelakaan dia takut sesuai yang buruk terjadi pada mommy nya.
"Hey jangan panik..mommy baik-baik saja sekarang sedang istirahat di rumah" ujar Ray menjelaskan bahwa Genie baik-Baik saja dan tenaga istirahat di rumah.
"Ayo pulang sekarang dad..Neta nya liat mommy" Aneta mendesak Ray agar cepat pulang.
"Oke baiklah..ayo pulang" Ray menurut dan membawa Aneta pulang ke rumah.
Tadi nya Ray mau mengajak Aneta menginap di rumah orangtuanya agar dia bisa merawat Genie itung-itung pedekate lah..tapi harapan nya seakan di patahkan oleh anak asuh nya yaitu Aneta yang ingin segera sampai di rumah agar bisa merawat mommy nya.
Ck..ini juga salah mu bodoh.
Ray hanya bisa mengumpat dalam hati..gagal sudah rencana nya untuk mendekati Genie..kenapa juga dia harus mengatakan pada Aneta bahwa Genie habis kecelakaan..ck mulut nya memang kadang tidak bisa di ajak kerjasama.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah..Aneta bahkan langsung turun tanpa menunggu Ray dulu..dia berlari menuju kamar dimana Genie berada.. sesampainya di alamat gadis kecil itu meletakkan tas nya begitu saja serta melepas sepatu nya sembarangan hanya demi bisa naik dan memeluk sang mommy di atas ranjang.
"Mommy...hiks..mommy baik-baik saja kan..apa mommy kesakitan hiks..pasti sakit ya mom..mana yang sakit mom.. biar Aneta pijit" ucap Aneta meneliti tubuh Genie Dan menawarkan pijatan.
"Tidak apa-apa sayang..mommy baik-baik saja lihat mommy tidak apa-apa kan?" ujar Genie mencoba mengalihkan perhatian Aneta agar tak khawatir lagi.
Tak berapa lama kemudian Ray masuk dan mengambil tas milik Aneta juga sepatu nya..dia gemas melihat anak perempuan nya bergelayut di pelukan Genie.
Dia jadi cemburu dengan Aneta astaga..kapan ya dia bisa seperti Aneta..huhh sabar kau harus menaklukkan singa betina mu dulu Ray.
"Apa daddy boleh bergabung?"tanya Ray
__ADS_1
"Daddy..ayo sini" panggil Aneta menyuruh Ray mendekat.
Ray tersenyum dan mendekati Genie beserta Aneta..dia bergabung memeluk Aneta di tengah..dia tau Genie tidak nyaman tapi dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk bisa sedekat ini dengan Genie tanpa di aniaya.
Beberapa saat kemudian.....
"Bagaimana bahu mu apa sudah lebih baik?" tanya Ray ketika baru saja kembali setelah membaringkan Aneta di kamar nya.
Tadi mereka sempat makan siang di kamar juga bermain sebentar lebih tepat nya bercerita entah apa karena baik Genie maupun Ray mereka hanya sebagai pendengar.
"Sudah lebih baik..kau tak kembali ke kantor untuk bekerja?" tanya Genie heran melihat Ray sudah mengganti pakaian nya dengan kaos putih polos.
"Tidak aku akan di rumah seharian ini.. aku akan merawat mu secara khusus" ujar Ray menatap lekat Genie yang seperti salah tingkah.
Genie memang seperti kehilangan jati diri nya di saat berdekatan dengan Ray..entahlah mungkin Genie hanya merasa tidak enak jika kurang ajar dengan Ray yang kebetulan adalah pemilik rumah.
"Aku tidak menerima penolakan" Ray berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil kompresan.
"Ck.. menyebalkan" kesal Genie mencebik.
Ray keluar dari kamar mandi dengan membawa baskom yang berisi air hangat cenderung masih sedikit panas juga handuk kecil di dalam nya dan satu lagi handuk kering di pundak Ray.
"Kau mau apa dengan air itu?" tanya Genie yang melihat air dalam baskom yang Ray bawa.
"Untuk kompres" jawab Ray singkat sambil duduk di bibir ranjang dan mulai memeras handuk kecil nya.
"Kompres..siapa yang butuh kompres?" tanya Genie masih belum paham.
"Ck..untuk mengompres mu lah nona galak..buka baju mu dan gunakan ini untuk menutupi nya jika kau malu" ujar Ray memberikan bathrobe yang dia ambil dari kamar mandi.
__ADS_1
"Ck..kau mau ambil kesempatan ya?" tanya Genie kesal menatap Ray tajam.
"Astaga..tidak seperti itu bodoh..sudah lah cepat lepas bajumu lalu pakai bathrobe itu " ujar Ray menjelaskan.
Awal nya Genie enggan tapi setelah di rasa bahu nya sedikit sakit pasti juga sudah bengkak meski tadi sudah di urut tapi seperti nya memang bahu nya harus di kompres.
"Ck.. menyebalkan..keluar sulit sana" usir Genie pada Ray karena dia mau memakai bathrobe itu.
"Baiklah..padahal kan bisa ganti di situ saja toh aku juga tidak akan menyerang nya jika melihat itu aku tidak sebejat yang dia pikirkan ck menyebalkan sekali sih" gerutu Ray sambil mencebik di balik pintu menunggu Genie selesai.
Mulut Ray terus berkomat kamit entah berucap apa..dia bahkan sempat-sempatnya mengumpat diri nya sendiri karena mau melakukan hal bodoh ini..astaga dia benar-benar sudah kehilangan akal sehat.
#
#
"Bagaimana sekarang apa sudah lebih baikan?" tanya Ray sambil mengompres bahu Genie yang memperlihatkan baju mukus nya meski hanya seperempat pundak.
"Lumayan.. thanks" ujar Genie merasakan sedikit rileks pada bahu nya yang sudah tidak lagi merasa nyeri.
Ray terus mengompres bahu Genie tentu dengan iman yang kuat karena betapa tidak bahwa dia melihat dengan mata kepala nya sendiri pundak mulus Genie juga leher jenjang nya karena Genie mengikat rambut nya dan di gelung asal.
Oh astaga bisa runtuh pertahanan mu Ray..sabar ya belum waktu nya kamu menikmati yang mulus bagai jalan tol.
Karena sudah tidak tahan lagi dengan yang mulus-mulus akhir nya Ray menyudahi acara kompres mengompres sebagai bentuk perhatian nya..iman nya bisa runtuh jika terus di jejalkan pemandangan super wow di depan nya.
Dia laki-laki normal yang masih memiliki napsu dan gairrah..dia tak mau membuat Genie semakin jauh jika tak menghentikan nya segera..Ray memilih ke kamar mandi ruang tamu untuk menenangkan sesuatu yang sudah terlanjur bangun.
Ray melepas semua pakaian nya dan berdiri di bawah shower yang telah mengucur air dingin agar sesuatu yang terlanjur bangun tadi segera tidur kembali meski menyakitkan namun itu lebih baik daripada menyerang Genie dan akan membuat mereka semakin berjarak.
__ADS_1