
'Cih.. orang-orang seperti mereka harus di musnahkan kalau tidak pasti akan tumbuh lagi bibit baru yang lebih egois' batin Genie
"Kurung mereka secara terpisah dan siksa satu persatu agar mereka tau bagaimana rasa nya sakit dan sesak nya perasaan seseorang yang kehilangan namun tak bisa berbuat apapun" ujar Ray pada anak buah Gian.
"Baik tuan nona" jawab anak buah Gina melaksanakan perintah dari tuan dan nona nya.
Devani melihat kedua orangtuanya di masukkan kedalam sel secara terpisah hanya bisa menangis dan mengumpat Genie..otak nya tak bisa berfikir karena ada seekor leopard di ruangan dimana dia berada.
Jika dia berani berulah maka bisa di pastikan binatang itu akan langsung kenyang menyantap nya..tentu dia tidak mau itu terjadi..dia masih harus membalas perbuatan Genie yang dengan berani nya mengurung dan menyiksanya di ruangan menjijikkan itu.
"Aku akan menghabisi mu Genie..lihat setelah aku bisa keluar dari ruangan menjijikkan ini..kau akan mati di tanganku" batin Devani menatap nanar kedua orangtuanya yang terkurung di sel terpisah.
Devani bahkan tak menyadari kesalahannya..dia hanya mementingkan ego nya dia merasa diri nya menjadi korban dari perbuatan Genie yang tak suka dengan nya.. dia yakin Ray pasti di hasut oleh Genie agar tak membela nya.
Dalam hati Devani sangat yakin bahwa Ray akan membantu nya jika saja tidak ada Genie di sana..dia tau Ray bukan lah orang yang suka melakukan kekerasan terhadap keluarga nya.. terbukti dari perpisahan mau dengan Maura bahkan Ray memberikan kompensasi untuk Maura,pasti Ray akan terjerat pada nya jika saja Genie mati.
Skip......
"Sayang you ok?" tanya Ray ketika mereka telah sampai di rumah.
"Hm..hanya sedikit pusing" ujar Genie mengatakan apa yang dia rasakan.
"Baiklah kita ke kamar..kau butuh istirahat" saran Ray membawa Genie ke kamar agr Genie bisa beristirahat dengan nyaman.
"Terimakasih Ray" ujar Genie berterimakasih.
Mereka telah berada di kamar..dua membantu Genie melepaskan sepatu nya dan membaringkan tubuh Genie perlahan..dia tau Genie pasti teringat akan kejadian itu lagi.. kejadian yang membuatnya juga ikut sedikit trauma namun bisa dia atasi.
Ya kejadian dimana mereka melihat Aneta di jatuhkan dari lantai tiga gudang itu tepat di depan mata mereka..kejadian yang amat sangat membuat hati dan seluruh tulang mereka remuk redam seketika.
__ADS_1
Kejadian yang ingin mereka lupakan namun tak bisa karena kejadian itu terllau membekas di benak kedua nya..ya tidak semudah itu menyembunyikan luka besar yang menganga lebar dari kulitnya..setiap luka pasti akan sembuh denagn sendiri nya hanya masalah waktu yang entah kapan.
"Aku mandi dulu..kau tidur lah..good night sayang" ujar dua pamit untuk membersihkan diri.
"Night too sayang" balas Genie tersenyum lalu memejamkan mata nya.
Ray melepaskan pakaian nya dan berjalan ke kamar mandi..dia ingin menenangkan diri dulu karena dia juga sama seperti Genie namun Ray masih bisa menahan nya.
Ray duduk di atas kloset..dia merenung sejenak.. bayang-bayang Aneta yang tersenyum mulai menghiasi angan nya..rindu..ya sangat rindu dengan putri cantik nya Aneta.
"Daddy merindukan mu Princess..apa kau juga merindukan Daddy" ujar Ray mengutarakan perasaan nya.
Di balik pintu kamar mandi tampak seorang wanita yang tengah berdiri menyandar di samping pintu..dia mendengar jelas gumaman Ray yang merindukan Aneta..entah dia tak tahan lagi hanya dapat melihat Ray yang terpuruk di saat sendiri dia tidak tahan lagi.
Genie membuka pintu kamar mandi dengan pelan dan berjalan perlahan menuju Ray..Ray sendiri belum menyadari bahwa Genie telah masuk kedalam kamar mandi sementara diri nya masih asik melamun meratapi perasaan nya.
"Ray" panggilan Genie menyadarkan Ray dari alam lamunan nya.
"Sayang..kau sedang apa di sini,bukan kah kau tidur tadi?" tanya Ray mencoba tenang.
"I love you" ucap Genie Lalu duduk di pangkuan Ray dan mencium bibir Ray mesra.
Ray sempat tertegun mendengar ucapan Genie..dia sempat terpaku namun sedetik kemudian dia membalas llumatan Genie..dia bergerak lebih karena dia tau kemana arah tujuan yang Genie inginkan.
"Aahh Ray"
Genie mendesyah saat tangan nakal Ray mulai merem mas bukit kembar nya serta memetik berry favorit nya.
Ray tak menyahut dia masih asik bermain di bukit kembar itu..Ray menyingkirkan seluruh penghalang pada diri mereka..melihat bukit kembar favorit nya Ray tak membuang waktu dan mulai memetik berry yang menandingi favorit nya.
__ADS_1
"I want you" ujar Genie mengutarakan keinginan nya.
"I know baby" balas Ray yang tau apa mau Genie.
Saat Ray hendak melakukan hal yang biasa nya mereka lakukan saat itu juga Genie menghentikan nya dan menggeleng cepat..Ray bingung karena biasanya Genie akan suka dengan kegiatan ini tapi kali ini seperti nya berbeda.
"Why?" tanya Ray karena bingung.
"Miliki aku seutuhnya Ray" ujar Genie mengutarakan niat nya yang sebenar nya.
Ray tentu saja terkejut dengan penuturan Genie..apa dia tidak salah dengar..apa Genie sedang melantur..ya tuhan telinga mau masih berfungsi dengan baik kan.
"What..apa maksudmu baby?" tanah Ray bingung.
"Lakukanlah yang seharus nya kau lakukan sejak dulu" ujar Genie memperjelas maksud nya.
"Are you serius..jangan bercanda sayang..ini tidak lucu..kita lakukan seperti biasa nya saja" ujar dua memastikan namun dia juga tak mau merusak Genie.
"Lihat aku..apa aku terlihat sedang bercanda saat ini?" tanya Genie menatap mata Ray dalam.
"Tidak sayang..sudah lah lakukan seperti biasa saja ya..sebentar lagi kita menikah simpan untuk malam pernikahan kita saja..aku tidak mau merusak mu sayang..kau mengerti?" ujar Ray mencoba menjelaskan inti dari apa yang dia inginkan.
Genie terdiam..ya sebentar lagi mereka menikah pasti akan sangat menyenangkan bila melakukan hal itu di malam pengantin nanti..astaga otak nya sedang konslet jadi mikirnya nyeleneh.
"Sorry sayang..aku hanya terhanyut akan suasana" ujar Genie meminta maaf telah bertindak gegabah untung Ray bisa menahan diri.
"Tidak apa-apa sayang..aku paham..jadi apakah masih mau di lanjut?" tanah Ray memastikan serta memaklumi kondisi Genie.
"Hm..kau tau aku sudah begitu candu akan kegiatan itu" ujar Genie mengiyakan.
__ADS_1
"Hahaha..baiklah aku akan memuwaskan mu sayang.. nikmati lah pelayanan ku"