MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 137_Semakin Yakin


__ADS_3

Tepat seminggu sudah waktu liburan yang bumil minta..kini mereka sudah kembali ke rumah keluarga Wilson.


Ray masih belum bisa meninggalkan Genie di rumah nya meski ada kedua orangtuanya sekalipun.


Dia hanya akan merasa aman jika Genie berada di tengah-tengah keluarga Genie sendiri.


Bukan tidak percaya dengan kedua orangtuanya hanya saja sementara keadaan belum aman..Revya bahkan entah kemana jejak nya hilang bersih tak tersisa.


Ray masih berusaha mencari keberadaan wanita itu..dengan bantuan dari pihak mertua nya Ray bisa mendapatkan informasi lebih cepat dari pada diri mau yang bekerja sendiri.


Ray telah kembali bekerja tentu dengan rayuan yang dia berikan pada sang bumil nya agar mau di tinggal sebentar.


Ray juga meninggalkan baju bekas nya pakai agar Genie bisa mencium aroma tubuh nya di baju itu dana muak nya tidak mengganggu lagi.


Ingin sekali Ray menggantikan posisi Genie tapi sayang dia tidak bisa karena bukan kodrat nya untuk mengandung dan melahirkan.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya..janji aku akan pulang lebih awal..jangan nakal jadilah mommy yang baik untuk anak kita" ujar Ray berpesan agar Genie tak bertindak lalai.


"Iya honey..bye hati-hati"


"Aku berangkat ya..my dear Daddy berangkat kerja ya jangan nakal cups" pamit Ray pada Genie lalu beralih pada perut Genie.


#


#


"Kapan kau akan kembali untuk menuntut hak mu Revya?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.


"Tenang saja mom..sebentar lagi,kita tidak boleh gegabah karena itu malah akan membuat rencanaku berantakan" uajr Revya pada wanita yang dia panggil mommy.


"Baiklah mommy percaya padamu..kau memang pintar" puji ibu Revya mengelus rambut nya.


Revya selama ini bersembunyi di rumah kedua orangtua kandung nya..dia sudah menguras setidak nya 10 persen harta Malena saat diri nya meninggalkan Malena sendirian.


Selama ini dia berperan dengan sangat baik tanpa celah sekalipun..Malena yang sudah kadung jatuh hati pada Revya kecil tak memikirkan dan tak menyelidiki latar belakang gadis itu.


Dia mengangkat Revya sejak usia nya 5 tahun..Revya sengaja di titipkan di panti asuhan dengan maksud agar Malena tertarik dengan nya.


Kedua orangtua Revya benar-benar membalaskan dendam yang mereka pendam selama ini.


Tiba lah saat dewasa,Revya yang memang sudah di didik untuk menghancurkan Malena perlahan membuat Malena semakin menyayangi nya dan menuruti apapun keinginan nya.

__ADS_1


Malena yang sudah di butakan akan keinginan nya memiliki anak tak perduli lagi dengan diri nya meski dia bangkrut sekalipun asalkan dia memiliki anak dia tidak apa-apa.


Dia selalu menyendiri sejak kematian suami tercinta nya..meski suami nya memiliki anak dari wanita lain dia tidak mau mengurus nya bahkan membagi sedikit saja harta nya dia tidak sudi.


Bagi nya Revya adalah hidup nya..sumber kekuatan nya untuk bangkit lagi sejak suami nya menghianati nya.


"Aku akan merebut hak milik ku dari kalian..apapun akan ku lakukan asalkan aku mendapatkan apa yang ku inginkan..dan kau wanita sialan tunggu lah pembalasanku" ujar Revya menyeringai menatap luas nya ladang di peternakan.


Revya masih memantau perkembangan kondisi dan situasi yang terjadi setelah penyekapan itu.


Dia masih belum bisa menunjukkan wajah nya karena jika dia menunjukkan wajah nya maka sama saja dia bunuh diri.


Revya memantau semua nya dari mata-mata yang sudah dia bayar mahal untuk menyampaikan informasi apapun dari mereka terutama Genie.


Ya Revya sangat dendam dengan Genie karena Genie kah dia harus melakukan hal ini.


Skip.....


"Malvin apa kau mau makan siang bersama ku?" ujar salah satu sekertaris Malvin saat berpapasan di depan lift jam makan siang.


"Tidak" jawab Malvin singkat tanpa menoleh.


"Ayolah Malvin sebentar saja" kekeh wanita itu mencoba membujuk Malvin agar mau.


Malvin menuju kantin perusahaan..dia akan makan di kantin saja karena dia sedang tidak mood makan di luar.


Tanpa sepengetahuan nya ternyata wanita tadi masih mengikuti nya hingga dia duduk di kursi sebelah Malvin.


Malvin tampak tak memperdulikan nya..dia acuh dan datar pada wanita itu dia menganggap nya seakan tidak ada sesiapa pun.


Malvin makan dengan tenang, berkali-kali wanita itu mencoba untuk membuka obrolan tapi Malvin tak memperdulikan nya.


Semakin ke sini wanita itu semakin berani..dia bahkan dengan pede nya menaruh sepotong daging di piring Malvin.


"Makan lah" ujat si wanita.


"Aku bukan tempat sampah" ujar Malvin datar dan dingin.


"B..Bukan maksud ku ma__" belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapannya sudah terpotong oleh seseorang.


"Jadi begini jika aku tak ada Malvin?" ujar seorang wanita cantik yang tengah menatap mereka tajam.

__ADS_1



"Ely" panggil Malvin menghampiri Hailey.


Hailey langsung bergelayut di lengan Malvin dan mengecup pipi Malvin di depan wanita itu.


Malvin tampak terdiam namun sedetik kemudian dia tersenyum dan membalas kecupan pada bibir Hailey.


Ck mumpung ada kesempatan ye kan.


Malvin merengkuh pinggang Hailey dan mengajak nya pergi meninggalkan kantin..dia melihat Hailey membawa rantang makanan.


Perut nya jadi tidak sabar untuk segera mencicipi makanan yang Hailey bawa.


Sampai lah mereka di ruangan Malvin..Malvin membawa Hailey duduk di sofa.. Hailey tampak terdiam memikirkan apa yang baru saja dia alami.


"Kau bawa apa?" tanya Malvin.


"Ck..apa kau tak lihat aku bawa rantang makanan" ujar Hailey berdecak kesal.


"Hahaha..astaga marah hm?" ujar Malvin menggoda Hailey.


"Entah..sudah lah makan saja" Hailey tak menjawab dia mengalihkan percakapan mereka.


Malvin menarik ujung bibir nya..dia tampak senang mengetahui bahwa mungkin Hailey sudah mulai tertarik dengan nya..ah dia bahagia sekali.


"Kenapa tidak mengabari ku dulu kalau mau ke sini?" tanya Malvin masih menatap wajah kesal Hailey.


"Jika aku memberitahu mu dulu maka kau tak akan mungkin kepergok sedang romantis-romantisan dengan wanita itu" ujar Hailey kembali emosi mengingat wanita itupun menaruh potongan daging pada piring Malvin.


Malvin semakin yakin akan dugaan nya bahwa Hailey sudah mulai menyukai nya..dia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


"Maaf" ujar Malvin menggenggam tangan Hailey.


"Untuk apa?" tanya Hailey heran.


"Untuk semua nya"


Hailey tak menjawab dia masih tak paham namun sudah lah biarkan saja..lebih baik makan siang saja daripada dia memakan Malvin.


Mereka makan dengan tenang namun mata Malvin tak lepas dari wajah ayu Hailey.

__ADS_1


"Dia semakin cantik dan seksi" ujar Malvin membatin dengan menatap lekat Hailey.


__ADS_2